Dear diary 1

Ketika diary masa lalu yang selalu tertutup terungkap, kini aku membiarkan dia tahu. Ya, sosok yang jauh di sana.

19 November 2011. 20:23

Perasaan itu tiba-tiba datang. Bergemuruh mengikuti suara hujan pada malam Bulan Bahasa itu. Ada yang berbeda pada nada berbicara kami. Ada sebuah kejanggalan hati yang tidak di ketahui. Aku benar-benar telah jatuh cinta dengan dirinya.

Selesai pementasan drama BB, aku segera melepaskan lelah. Aku duduk di sampingnya sembari menikmati pementasan drama kelas lain. Selain itu suasana di sana sangat memungkinkan untuk membuat suasana bahagia. Apalagi aku dan dirinya sedang merasakan keletihan atas pementasan drama tersebut.

Pertama, kami hanya berbicara seperti biasa. Lalu, aku mulai merasakan aura lain dari sikap tubuhnya. Dia mulai menampakkan sikap laki-laki yang selama ini selalu di blur-kan. Dia duduk dengan mengangkat kaki kiri dan melipatnya di atas kaki kanan. Apalagi nada bicaranya bagaikan seorang laki-laki jantan yang tangguh. Sungguh!, dia seperti sesosok yang tidak aku kenal.

Aku tidak ingin berdiam diri seperti ini. Lalu, aku mulai mengajaknya bercerita tentang pementasan drama Tom & Jerry Club tadi. Pembicaraan kami berlanjut sampai cerita pesiar esok hari. Dia bertanya “Siska, kamu mau oleh-oleh apa?”.

Aku kaget dan menjawab  dengan malu-malu “Aku tidak mau apa-apa kok, yang penting kamu selamat”. Jujur, dia satu-satunya yang memanggil aku siska dan aku memperbolehkannya.

Pembicaraan kami masih berlanjut. Aku mulai merasakan pengawasan dari beberapa mata yang tidak di ketahui. Sepertinya, dia juga mulai merasakan para mata-mata tak di kenal itu. Aku mulai diam. Aku tidak ingin hubungan yang baru di mulai ini akan hancur seperti dulu. Biarlah waktu menjadi perantara hubungan sesaat ini.

“Dingin,” ucapku. Tiba-tiba, matanya langsung memandang tubuh kecilku yang dingin. Wajahnya mulai gelisah. “Siska dingin ya? Mau pakai jaketku?” tanyanya. Aku  terkejut. Respon yang tidak di duga untuk sosok sepertinya. Hatiku bergemuruh tidak karuan. Aku berharap dia tidak mendengar suara detak jantungku itu. Benar! Saat ini aku telah jatuh dalam lubuk cintanya.

“Tidak perlu,” jawabku ringan. Sungguh! Bukan hal itu yang ingin di ucapkan pada malam itu. Aku ingin sekali memakai jaketnya tapi aku malu di lihat oleh adik kelas yang berada di belakang tempat duduk kami. Aku tidak ingin adik kelas berpikir yang tidak baik tentang diriku. Aku juga tidak ingin memulai hubungan sesaat ini berlangsung dengan cepat sehingga menjadi hubungan yang tidak pernah di bayangkan.

Penolakan itu ternyata membuatnya bereaksi terhadap penampilan drama kelas lain. Dia mulai mengkritik drama tersebut. Aku mencoba untuk membuatnya diam, namun sia-sia. Aku tidak tahu mengapa dia menjadi seperti itu?. Apakah dia mau menutup rasa bergemuruh di dalam hatinya seperti diriku? Apakah dia benar-benar sayang kepadaku? Apakah dia mau berubah demi diriku? Sekarang ! aku tidak tahu bagaimana perasaannya kepadaku. Aku akan menunggu setiap perjalanan hubungan sesaat ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s