Antara Kamu dan Celengan Biru

Kisah perjalanan cinta dalam celengan biru… .

Niko (23 tahun) adalah seorang laki-laki yang tampan, energik, suka bersenang-senang dan pembenci warna biru. Ketika kecil, dia pernah diculik dan disekap di ruangan berwarna serba biru. Makanya hingga dewasa dia masih sangat trauma dengan warna biru. Dia mempunyai seorang kekasih bernama Anita. Anita (22 tahun) merupakan sosok yang fashionable, cantik dan terlihat sangat sayang kepada Niko, padahal sebenarnya Anita hanya ingin harta kedua orang tua Niko.

Mila (22 tahun) hanyalah seorang cewek miskin yang bekerja sebagai office boy (OB) di kantor keluarga Niko. Dia selalu membawa celengan biru kemana pun dia pergi. Suatu kali, Mila membentak dan memarahi Niko yang ingin membuang celengan birunya ke tong sampah. Itulah pertemuan pertama Niko dan Mila.

Papa Niko meminta Niko untuk belajar mengurus perusahaan. Tentu saja Niko menolak dengan sangat keras. Alasannya jelas saja Niko merasa bahwa waktu untuk bersenang-senang dan bermain akan berkurang. Apalagi dia harus bertemu Mila-yang sudah membuatnya jengkel dengan celengan biru dan mempermalukan dirinya dengan bentakan di pertemuan pertama itu.

Niko terus menolak permintaan kedua orangtuanya. Hingga suatu hari, Niko mengalami kecelakaan. Saat itulah Mila menolongnya dan membawanya ke rumah sakit. Untungnya Niko hanya  mengalami luka kecil di keningnya. Dia tidak perlu di rawat di rumah sakit. Selama berada di rumah sakit, Mila tidak pernah sedikitpun meninggalkan Niko. Dia memperhatikan Niko seperti seorang kekasih, membuat Niko menjadi salah tingkah saja. Apalagi Mila tidak seperti pikiran Niko  yang selama ini menurutnya sangat menjengkelkan. Dia merasa sangat nyaman berbicara dengan Mila.

Sejak kecelakaan itu, Niko memutuskan untuk menggantikan posisi papanya. Dia pun sering berbicara dengan Mila di waktu senggang kerja. Seiring berjalannya waktu, Niko mulai terbiasa dengan warna biru. Namun tidak sekalipun dia bertanya kepada Mila tentang celengan itu, meskipun dia sangat penasaran.

Kedekatan Niko dengan Mila membuat Anita sangat marah. Apalagi Niko meminta untuk putus. Padahal sebenarnya Niko memutus hubungan kekasih itu karena suatu sebab yang logis. Niko pernah memergokinya dengan seorang cowok dengan suasana yang mesra. Sebenarnya Niko sudah lama mengetahui kalau Anita selingkuh di belakangnya. Tapi dia mencoba menyangkal. Sebaliknya, Anita berpendapat kalau Niko memutuskannya karena Mila. Dia tidak terima dan mengancam Mila. Pernah suatu kali Anita membuang celengan biru Mila ke selokan. Seketika Mila langsung histeris dan menangis.

Sejak putus dengan Anita, Niko baru sadar kalau dia mencintai Mila. Akhirnya dia memutuskan untuk menyatakan cinta. Tapi Mila menolaknya. Alasannya karena Mila merasa tidak cocok dengan dunia Niko. Niko tidak terima dan terus mendesak alasan nyata mengapa Mila menolaknya. Padahal Mila terlihat sayang juga kepada Niko. Akhirnya Mila memutuskan untuk bercerita. Dia tidak bisa mencintai Niko karena dia masih mencintai orang yang memberikan celengan itu. Niko tidak bisa berbicara apa-apa apalagi saat Mila menunjukkan isi celengannya. Di dalamnya terdapat kertas-kertas bertuliskan puisi singkat satu baris untuk sosok cowok itu.

Sejak pernyataan cinta itupula, Mila mendadak menghilang. Dia tidak lagi berkerja di perusahaan dan tidak berada di rumahnya. Kata tetangganya, Mila sudah pindah.

Akhirnya Niko tahu. Mila pulang ke kampung halamannya. Ternyata orangtuanya memintanya untuk kembali. Saat tiba di rumah Mila, suasana di rumah itu sedang ramai seperti mengadakan pesta pernikahan. Alangkah terkejutnya Niko saat mengetahui kalau sebentar lagi Mila akan menikah dengan seorang rentenir serakah gara-gara hutang.

Niko berniat membayar semua hutang keluarga Mila. Tapi sangat di sayangkan, uang dan semua kartu kredit dalam dompetnya ketinggalan di rumah. Malam harinya, Niko mengetuk jendela kamar Mila. Dia mengajak Mila untuk kabur. Tanpa penolakan sedikitpun, Mila mengiyakan.

Niko mengendarai mobil dan berhenti di perbukitan. Suasana saat itu sangat romantis. Mila memberikan celengan biru kepada Niko. Dia memintanya untuk menjaga celengan itu dengan baik-baik. Setelah itu, dia berpamitan dan kembali ke rumahnya. Niko mencoba mencegahnya tetapi Mila tidak berhenti melangkah.

Sebulan berlalu…

Tidak ada kabar dari Mila. Niko pun tidak pernah lagi mencari berita tentang Mila. Suatu hari, Niko menerima selembar kertas bertuliskan puisi singkat “Cinta ini hanya untukmu”. Setelah di teliti, kertas itu sama persis dengan kertas dalam celengan Mila. Hampir setiap hari, dia mendapatkan kertas itu.  Tapi dia masih meneguhkan hati kalau kertas itu bukan dari Mila. Sekarang Mila sudah menjadi istri orang dan tidak mungkin ada waktu untuk menulis kata-kata puitis seperti itu.

Suatu hari ketika selesai rapat, tanpa sengaja Niko menabrak seseorang. Alangkah terkejutnya dia ketika mendapati bahwa sosok itu adalah Mila. Mila berbeda dengan Mila terdahulu. Dia terlihat semakin cantik dengan berpakaian ala kerja dan mengapit map di tangannya. Spontan Niko langsung memeluk Mila dengan erat.

Di bukit…

Mila menceritakan semuanya. Ketika dia tiba di rumah, acara pernikahan itu telah selesai. Ternyata orang tua Niko telah membayar semua hutang keluarganya. Dia meminta Mila untuk bekerja di perusahaannya dan berterima kasih telah membuat Niko berubah. Orang tua Niko juga membiayai kuliah Mila.

Mila menyuruh Niko untuk membuang celengan itu. Dia sudah melupakan kenangan masa lalunya. Tapi Niko mencegahnya dan sebaliknya meminta kertas dari Mila. Dia menuliskan beberapa kata dan memasukkan ke dalam celengan. Mila bertanya apa yang telah Niko tulis, Niko hanya mengelengkan dan memeluk Mila semakin erat. Ternyata tulisan itu bertuliskan  puisi singkat berisi “Aku mencintamu”. Dia juga mengatakan agar Mila menulis puisi lagi, bukan untuk sosok itu tapi untuk dirinya.

-Selesai-

Penulis sinopsis

Nama      : Sri Siska Wirdaniyati

Email     : sri_siska_w@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s