Kenapa Mengapa – Coboy Junior dan Winxs (Part 13)

I Still Love You

Kenapa D lagi D lagi D lagi kok nggak RR RR

Kenapa D lagi D lagi D lagi kok nggak RR RR

Kenapa D lagi D lagi D lagi kok nggak RR RR

Kenapa D lagi D lagi D lagi kok nggak RR RR

Salsha menarik napas dalam, kemudian menghembusnya pelan. Suara hembusan angin terdengar dari mulutnya, dan hal itu tidak membuat perasaannya menjadi lebih baik. Dia semakin mengerucutkan bibirnya. Dia kesal. Lirik lagu Kenapa Mengapa seolah menyindirnya. Lebih tepatnya, lirik itu sedang mencaci maki sosoknya. Memang tidak dipungkiri, dia belum bisa move on. Selalu teringat kepada mantan kekasihnya. Selalu terkenang masa-masa indah saat bersamanya. Dan dia selalu sensitif bila mendengar lirik lagu yang mengisahkan tentang perasaannya.

“Kamu kenapa sayang?” tanya Bunda, dia mengambil tempat duduk di samping Salsha.

“Nggak ada apa-apa kok, Bun,” jawab Salsha sembari menghembus napas lagi.

“Kalau memang tidak ada apa-apa, kok menghembus napas terus. Kamu grogi mau Meet and Greet dengan Salshalova?” tanya Bunda lagi, khawatir.

Salsha menggelengkan kepala. Bukan itu. Tentang Salshalova, dia tidak akan mengalami rasa seperti ini. Justru sebaliknya, dia selalu merasa sangat senang saat bertemu mereka. Baginya, Salshalova itu adalah motivator, pahlawan dan sosok yangs sangat berharga. Tanpa Salshalova, dia hanya Salsha yang tak berarti apa-apa. Merekalah – Salshalova – yang sangat penting dalam kehidupannya saat ini.

“Atau ada sangkut-pautnya dengan Aldi?” Bunda kembali bertanya.

Salsha mendonggakkan kepala, menatap kedua manik Bundanya dengan dalam. Dan hal itu cukup menjadi jawaban. Bunda langsung mengarahkan tangannya ke kepala Salsha. Dielus kemudian dikecup puncak kepalanya dengan lembut.

“Sudah. Tidak perlu bersedih. Sekarang ayo kita berfoto-foto!” Bunda menarik Salsha agar berdiri.

Salsha tak menolak, dia membiarkan Bunda mengatur tubuhnya untuk ber-pose. Tapi tiba-tiba, dia memberhentikan gerakan Bundanya. Ditatapnya lekat kedua mata Bunda. Seolah menyampaikan hasratnya saat ini.

“Ada apa sayang?” tanya Bunda yang kaget dengan sikap Salsha.

“Bun, bisa fotokan aku?!”

Bunda menganggukkan kepalanya, “Kamu berdiri di sana!”

Salsha melangkahkan kakinya ke tempat yang ditunjukkan Bunda. Kemudian dia mengeluarkan BB-nya dan memamerkan sebuah foto seorang anak laki-laki yang masih menjadi wallpaper BB-nya.

BNRU1LLCIAAmCKR

“Bun, fotokan aku dan Aldi untuk terakhir kalinya,” ucap Salsha sembari ber-pose.

Bunda tak bergeming. Hanya menuruti perintah anaknya yang sudah mengembangkan senyum lebar. Memang inilah yang harus dilakukan oleh Salsha. Melupakan Aldi dan mencari kebahagiaan yang baru. Klik. Satu foto tercipta. Klik. Klik. Foto-foto antara Salsha dan Aldi kembali tercipta.

Semoga kamu selalu mendapatkan kebahagiaan, sayang!, batin Bunda dalam hati.

^&^

26653_292214684216214_744635477_nSorry, telat!” mohon Cassie dengan wajah memelas.

“Nggak apa-apa. Kami mengerti kok dengan situasi kamu sekarang,” jawab Salsha cengar-cengir.

“Kapan kalian balikan?” Steffi ikut-ikutan mengoda Cassie.

“Balikan apaan?” tanya Cassie binggung.

“Jangan sok polos deh. Kami tahu kalau kamu dan Nuafal balikan lagi. Naufal sendiri yang cerita,” ujar Salsha semakin cengar-cengir dengan lebar.

“Udah yuk, kita masuk ke dalam. Jangan godain Cassie terus! Kita tidak punya banyak waktu,” ujar Bella sembari melangkah kakinya ke Plaza Indonesia.

Salsha, Steffi dan Cassie mengikuti Bella dari belakang. Kepala mereka celingak-celinguk, mata mereka memandang denga intens setiap barang yang tertangkap dan berharap dapat menemukan sebuah hadiah yang sangat cocok untuk sahabat mereka. Dan pencarian mereka berhenti ketika telah menenteng beberapa kotak berlapis lembaran warna-warni.

^&^

Happy birthday, Iqbaal!

Otanjoubi omedetou, Bang Kiki!

Buon Compleanno, Ale!

Saeng il chuk ha ham ni da, Kiboy!

Segala bentuk ucapan ‘selamat ulang tahun’ dalam berbagai bahasa terucap dari para undangan. Kotak berlapis kertas warna-warni bertumpuk membentuk gunung yang menjulang. Senyuman bahagia. Tawa suka cita. Suara hiruk-pikuk yang memenuhi ruangan . Dan semua kemeriahan pesta terjadi pada tanggal istiwewa, 4 Januari di awal tahun 2013.

 304531_304458969674162_1640665008_n

Di sinilah, di atas panggung dengan iringan musik, Iqbaal dan Bang Kiki berdiri tegap. Dihadapan mereka terhampar kue coklat bertuliskan ‘Happy Birthday to Teuku Ryzki and Iqbaal D. Ramadhan’. Para undangan sudah berdiri di depan panggung. Mereka menantikan acara puncak yang telah ditunggu sejak berjam-jam lalu.

“Kepada Kiki dan Iqbaal, silahkan kalian maju ke depan!” ucap Ashila, dia sedikit mendorong Kiki agar berdiri tepat di depan meja berisikan kue coklat berbentuk segiempat.

“Untuk para undangan, ayo kita menyanyikan bersama-sama lagu Selamat Ulang Tahun,” lanjut Randy.

Suara hiruk pikuk yang semula tidak teraturan, kini berubah menjadi irama. Lirik-lirik ‘tiup lilinnya… potong kuenya…’ saling sahut menyahut, menyeruak ke permukaan seolah suara demonstran. Tapi tidak ada satupun yang merasa terganggu. Semua orang terlihat bahagia dan suka cita.

Segala rentetan acara berjalan dengan lancar, baik dari acara awal hingga suap-suapan dengan orang terkasih. Dan sekarang Iqbaal dan Bang Kiki kembali berbaur dengan banyak orang.

“Bal, sini!” panggil Randy yang sudah berpose. “Kita foto bareng”

“Kami ikutan ya?” ujar Bella mewakili Steffi, Cassie dan Ashila yang mengekornya dari belakang.

Bella langsung mengambil tempat di samping Iqbaal dan cowo itu hanya tersenyum singkat. Hening. Memang tidak ada yang berbunyi. Mereka asyik menampilkan pose-pose.

“Aku juga ikutan,” teriak Bang Kiki.

“Sha, ke sini!” panggil Iqbaal, matanya tertuju pada sosok gadis yang hendak mengambil sebuah gelas minuman dari atas meja.

Salsha kembali meletakkan gelasnya, kemudian membalikkan badannya. Dia menuju ke arah sumber suara dan langsung disambut senyuman manis dari Iqbaal. Diliriknya Bella singkat. Cewek – yang menggunakan pakaian yang sama denganya – juga tersenyum manis ke arahnya. Tidak terlihat kalau dia menjadi sosok antagonis seperti sebulan yang lalu.

Tanpa diketahui Salsha, Iqbaal menatapnya dengan tatapan yang tidak mudah untuk dimengerti. Bang Kiki – yang sejak dulu menjadi pengamat – sudah antisipasi bila tindakan Iqbaal akan membuat kekacauan. Sebagai leader sekaligus sosok yang sudah menginjak usia 15 tahun, dia harus peka dalam situasi seperti ini. Takut kejadian sebulan yang lalu, saat para personel Coboy Junior dan Winxs lebih memilih untuk menutup mulut, tetapi menyimpan berbagai rasa positif dan negatif.

Bang Kiki membelalakkan mata, tercengang. Bukan ini yang ingin dilihatnya apalagi pada sosok seperti Iqbaal. Meskipun dia tidak ahli membaca gerak bibir, tapi dia masih bisa membaca secara jelas kalimat yang diucapkan Iqbaal. Dan juga masih bisa memahami arti yang tersirat dalam ucapannya.

“Yuk, kita mulai ber-pose!” tukas Iqbaal yang sudah menampakkan behelnya dan jemari tangan membentuk huruf V, spontan membubarkan hal yang sedang diduga oleh Bang Kiki.

“Yuk!” jawab semuanya – minus Bang Kiki – dengan serempak.

 541855_326715220775101_18183836_n

^&^

I still love you. Yah …”

Perkataan Iqbaal sangat berhasil mengacaukan pikiran Bang Kiki. Sukses pula membuat kepalanya berdenyut-denyut. Dia memang tidak membaca gerakan bibir itu hingga akhir, tapi hal itu cukup menjadi bukti. Masih ada rasa sayang untuk Salsha. Masih ada rasa suka untuk Salsha. Masih ada rasa – yang tidak dapat dideskripikan – yang tertuju untuk Salsha. Dan segala rasa itu berasal dari cowok berbehel yang sudah menginjak umur 13 tahun itu.

Bang Kiki tidak menyalahkan bila personil Coboy Junior menyukai lawan jenis. Tidak juga menyalahkan Salsha yang menjadi sorotan. Tetapi dia tidak menyangka kalau cewek itu sedikit memecahkan kekompakkan diantara mereka. Sejak Aldi pacaran dengan Salsha, sejak semua orang tahu kalau Iqbaal menyukai gadis manis itu hingga terang-terangan mengibarkan bendera perang, dan sejak dia tanpa sengaja membaca pesan pernyataan cinta dari Bastian untuk Salsha, mengubah pikirannya tentang hubungan cinta monyet di antara mereka.

Diakui, usia mereka memang masih sangat muda tetapi cinta mereka bukanlah cinta monyet. Cinta monyet hanyalah julukan untuk perasaan cinta mereka. Tapi rasa cinta ini tetaplah cinta seperti rasa cinta orang dewasa. Rasa cinta yang berbalut dengan kasih sayang yang kuat. Dan seenaknya orang dewasa mengklaim bahwa cinta untuk lawan jenisnya adalah cinta monyet, cinta yang tak beralasan dan hanya sekedar suka.

“Selamat ulang tahun ya, Bang” ujar Hanggini.

Bang Kiki langsung tersenyum lebar dan sesaat kemudian senyumnya mulai menipis dan perlahan-lahan kembali mengembang lagi.

“Hai Hanggini! Hai Prilly!” sapa Bang Kiki.

“Hai!” balas Prilly sembari mengulurkan tangan. “Selamat ulang tahun, Ki”

“Terima kasih,” tutur Bang Kiki lembut.

Bang Kiki mengambil uluran tangan Prilly tanpa ragu. Dipasangnya juga senyum yang paling lebar dan Prilly membalasnya dengan senyum lebar pula. Inilah yang diinginkan saat bertemu Prilly. Bukan memandang dengan tatapan benci atau hanya mengunci mulut ketika bersama. Dan jujur, debaran jantung ini masih ada. Masih bersemi seperti rasa jatuh cinta.

“Cie… cie…,” ujar Hanggini memecahkan kesunyian yang melanda.

Spontan Bang Kiki dan Prilly melepaskan tangan. Wajah mereka langsung merona merah, malu-malu dengan tindakan tanpa sadar itu.

Bang Kiki memandang Prilly dengan lekat. Dari ujung kaki naik hingga ujung kepala, kemudian turun kembali ke ujung kaki. Ternyata tak ada yang berubah. Gadis yang berusia lebih tua dua tahun darinya tetap terlihat cantik dan anggun. Dan kesalahan Prilly beberapa bulan lalu sedikit termaafkan. Tidak baik bila terus memendam rasa benci apalagi rasa benci itu masih berdekatan cinta (BenCi = Benar-Benar Cinta).

“Ada apa, Ki?” tanya Prilly binggung dengan tatapan dari mantan kekasihnya itu.

“Mungkin aku akan mengikuti tindakan Iqbaal,” jawab Bang Kiki.

“Apa?”

“Rahasia?” jawab Bang Kiki dan “I stiil love you. Yah, meskipun kamu telah membuat hatiku terluka,” lanjutnya dalam hati.

“Yuk, kita berfoto bertiga!” tukas Hanggini sembari menarik Mas Andri sedang berjalan mendekati Om Jimmy dan mendelikkan sedikit matanya.

Mas Andri hanya bisa manggut-manggut mengerti, kemudian melepaskan kamera dari gantungan lehernya. Dia mengarahkan kameranya ke arah dua gadis remaja yang sedang mengapit leader Coboy Junior.

KEJU CHEESE! KLIK!

484511_593353860675518_1264580794_n

^&^

Kepala Salsha celingak-celinguk. Matanya menatap lebar di setiap kerumunan para undangan di sisi kiri ruangan. Tidak ada. Dialihkan pandangannya ke sisi kanan ruangan. Hasilnya masih sama, tidak ada. Tiga gadis yang sering bersamanya seolah hilang ditelan bumi. Sejak tadi – sejak selesai acara tiup lilin dan potong kue – dia tidak pernah melihat Bella, Cassie dan Steffi. Tapi dia justru mendapatkan seorang sosok yang masih istimewa di dalam hatinya.

“Lagi lihat siapa?” tanya Mas Andri yang tiba-tiba sudah berada di samping Salsha.

Salsha menggelengkan kepala, “Tidak melihat siapa-siapa”

“Bohong! Kamu sedang melihat Aldi, kan?” mata Mas Andri tertuju pada Aldi yang tidak memperhatikan mereka.

“Ngak!” elak Salsha.

By the way, kamu dan Aldi beneran udah putus?”

Salsha hanya memandang mata Mas Andri dengan tatapan tak terbaca. Dia pun tak bergeming, tidak pula menggelengkan ataupun menganggukkan kepala. Dia hanya tersenyum tipis, menyirat berbagai spekulasi. Dan Mas Andri lebih memiliki spekulasi yang telah terlihat di matanya.

“Kenapa?”

“Apanya, Mas?” tanya Salsha polos.

“Jangan sok polos. Kamu pasti mengerti arah pembicaraan kita,” ujar Mas Andri dan sedikit menyenggol lengan Salsha.

“Entahlah, aku tidak dapat menjelaskannya. Kisah cinta diantara kami begitu rumit”

“Aldi!”  teriak Mas Andri tiba-tiba.

Cowok yang dipanggil itu langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara. Pandangannya tertuju pada dua orang dengan ekspresi berbeda. Mas Andri memasang wajah cengar-cengir, seolah ada hal yang lucu yang membuat bibirnya terus melebar. Sementara sosok di sampingnya memasang ekpresi sebaliknya. Tampak urat keterkejutan dari paras cantik Salsha.

“Ada apa, Mas?” tanya Aldi dan masih berada di posisi awal.

“Sini!” Mas Andri melambaikan tangannya, mengajak Aldi untuk lebih mendekat ke arah mereka.

Tidak membutuhkan waktu lama, Aldi langsung menuju ke tempat Mas Andri dan Salsha. Dia memasang wajah seperti biasa, kalem dan berwibawa atau lebih tepatnya tidak ingin memperlihatkan kegugupan saat ini.

“Ada apa?” tanya Aldi lagi.

“Kamu mau tahu ngak apa yang dikatakan Salsha?” ujar Mas Andri sembari melirik Salsha.

Seketika Salsha memberikan tatapan horor, tapi Mas Andri tidak peduli. Dia justru memberikan seringai jahil. Mata dibalikkan kacamatanya pun sekali-kali berkedip genit, mencoba semakin menggoda Salsha. Sikunya juga ikut andil, menyikut Salsha seolah menggelitik tubuh langsingnya.

So, kamu mau tahu atau ngak, Di?”

Aldi tidak menjawab. Hanya matanya saja yang menatap mata Salsha. Semakin dalam dan semakin lekat hingga membuat pipi Salsha sedikit merona merah. Dia tersipu malu.

734140_585213944828013_867753363_n

Mas Andri terkikih geli. Siapa sangka dalam kerumunan dengan berbagai kebisingan ini, dia mendapatkan pemandangan menarik. Aldi, sosok itu penuh dengan keistimewaan. Selain memiliki suara tinggi yang khas dan wajah ganteng, dia merupakan pujangga cinta di dalam Coboy Junior. Di sekelilingnya selalu ada cewek-cewek cantik dan manis. Mereka selalu terpesona dengan kepribadian Aldi yang berbeda daripada personil Coboy Junior yang lain. Dan hanya Salsha – sosok gadis manis inilah – yang bisa menaklukkan hati yang sering tertutup itu.

Salsha?

Satu-satunya gadis yang pernah mengisi relung hati Aldi. Gadis berperawakan tinggi dengan gaya tomboi tetapi terlihat anggun mengubah sosok Aldi yang pemalu menjadi lebih terbuka. Dihadapan Salsha, Aldi mampu mencerita segala curahan hatinya. Baik senang, sedih dan segala bentuk keluh-kesahnya. Dan Mas Andri tahu kalau Aldi dan Salsha masih saling menyayangi. Mereka hanya harus terpisah karena situasi dan kondisi.

“Salsha mengatakan kalau __” ucap Mas Andri menggantungkan kalimatnya dan mata melirik jahil kedua remaja di hadapannya.

Aldi sudah mengalihkan pandangan ke wajah Mas Andri. Pandangannya menusuk seperti ingin menerkam cowok dewasa itu, berharap dia cepat menyelesaikan kalimatnya.

“Dia masih sayang sama kamu, Di,” akhir Mas Andri menampilkan seringai lebar.

“Bohong! Aku tidak ngomong seperti itu, ” bantah Salsha setengah berteriak.

“Jangan bohong, tadi __”

“Sudahlah Mas, jangan ganggu Salsha terus,” potong Aldi sebelum Mas Andri melanjutkan kalimatnya.

“Kenapa? Kamu marah?”

“Kenapa aku harus marah?” tanya Aldi sok binggung.

“Karena perkataan Salsha tadi dan __”

“Sha, kamu dipanggil Steffi dan lebih baik kamu ke sana. Bukankah sebentar lagi Winxs akan menyanyi?” kata Aldi, dia tidak menghiraukan perkataan Mas Andri.

Salsha menganggukkan kepala, kemudian melangkah kaki ke tempat Steffi. Tidak sekalipun dia menolehkan kepala. Tidak juga berpamitan kepada cowok gemuk berkaca mata itu. Dan sudah seharusnya dia menjauhkan diri dari dua cowok yang masih menatapnya. Di tambah lagi, dia dapat merasakan aura kegelapan yang terpancar di sana. Terselimut oleh tatapan yang tidak dimengerti. Bukan dari Mas Andri, tetapi dari cowok yang masih menatap kepergiannya.

^&^

Huh! Aldi menarik nafas dalam kemudian menghembuskan. Akhirnya Salsha pergi dan tidak lagi tertangkap retina matanya. Yang semakin melegakan lagi, Mas Andri juga melangkah kakinya tetaapi dia masih dapat menangkap sosok itu. Sekarang hanya ada dirinya seorang. Tidak ada yang ingin mendekat ke arahnya termasuk Bang Kiki yang memandang di pojok ruangan. Hanya mata leader itu  saja yang menatap sejuta tanya.

Bukan salahnya bila aura badmood-nya keluar. Bukan pula keinginanya untuk bersikap seperti ini. Dia memang seorang superstar tetapi dia juga seorang manusia. Bisa marah dan bisa kecewa.

“Kamu kenapa?”

Aldi menolehkan kepalanya. Wajahnya langsung berhadapan dengan sang tuan rumah – Iqbaal – yang sedang menatapnya intens.

“Tidak ada” geleng Aldi.

Hening. Tidak ada lagi yang berbicara. Mata Aldi dan Iqbaal tertuju ke atas panggung, menampilkan empat gadis remaja yang sedang memegang microphone. Suasana ruangan tampak ricuh. Para undangan menggoyangkan tubuhnya, senggol kanan senggol kiri. Mereka asyik dengan lantunan musik dan lirik lagu yang dipersembahkan oleh Winxs.

735042_320999941337688_1058704562_n

“Dia sangat cantik, ya?” ucap Iqbaal memecahkan keningan.

“Siapa? Salsha?” Aldi menolehkan kepala ke sosok Iqbaal.

Iqbaal hanya diam. Tidak pula menolehkan kepalanya ke wajah Aldi. Pandangannya tetap tertuju ke atas panggung, menatap empat gadis remaja yang masih melantunkan suara mereka. Dan dia membiarkan pikiran Aldi menerka siapa sosok – yang disebut cantik olehnya – itu.

Aldi mengikuti arah pandangan Iqbaal, kemudian dia tersenyum miris. Inilah yang tidak diinginkannya. Perasaan itu, perasaan yang seharusnya hilang ternyata masih melekat di hati Iqbaal. Dari bola matanya, Aldi dapat melihat sosok Salsha. Terlihat jelas dan sangat  rupawan.

“Kamu masih suka dia?”

“Apa?” tanya Iqbaal, matanya menatap mata Aldi yang sudah sendu.

“Salsha. Kamu masih suka dia?”

“Menurut kamu?” tanya Iqbaal.

Aldi menggeleng-gelengkan kepala,”Entahlah. Aku bukan seorang peramal dan mengetahui hal itu”

BLA… BLA… BLA…

Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah jawab Iqbaal tentang pertanyaan itu? Bagaimana pula ekspresi Aldi ketika mendengar jawaban Iqbaa? Lalu bagaimana dengan perasaan Bastian terhadap Salsha? Nantikan saja kisah selanjutnya di Kenapa Mengapa – Coboy Junior dan Winx (part 14) – Galau!

NB : Bila komentatornya sudah berjumlah 160, saya baru akan memposting fanfiction part 14–nya berjudul ‘Galau’. Dan jangan lupa follow twitter @siska_khai. Terima kasih!

253 comments

  1. ceritanya bagus,keren gk lebai. pakonya kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnn bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttttttttttt.

      1. hehehee engga ada kok cuma bercanda ajaaaaaaaaaaaaaa:) baguss kok cerita nyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,sumpah,,jadiin film ajah pati larizzzzzz:)pemainya winxs dan cjrrr:D

  2. ceritanya tambah seru……..
    saran saya bahasa yang digunakan lebih disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya…… hanya sekedar saran yah………
    next yooo

  3. Wihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ceritanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Kerennnnnnnnnnn Ayo dong Lagi2 gk lebayyyyyyyyyy ceritanya🙂😀🙂 :”( :-!

  4. Ih so sweet deeh Ayo dong Nexsnya mna gk sabar nih Aku….
    Oh iya Ada yg tau gk Aku siapanya Coboy junior And Winxs ???

    #No bully
    No kacang

    1. Ih Adik knpa Di bocorin sih dek ? kan kita Janji gk Ngebocorinnya ih adik Nakal bngt sih !! dek Bsok kakak Mau ke rumah Om patrick bertemu Dengan winxs,Coboy junior,Amanda monopo.!!! kamu Ikut gk Dek ?

  5. Kak ini sampai part berapa sih?? Next yaaa… ceritanya bagussssssssssssssss banget🙂 I like it…. part 14 agak panjang dikit ya… maap kalau aku bawel..

  6. Emangnya bener iqbal suka sama salsha, beneran bastian suka sama salsa, dan beneran yahh iqbal pernah kasih bunga sama shalsa…….plis di balas yahhh, oh iya part selanjutnya cepet dong soalnya keren banget loh ceritanya

  7. yoomari

    Twitter : @Novikasani
    Instagram : Novika sani
    Kakao Talk : Novika sani
    Line : Novika sani

    Twitter : @Novikasani
    Instagram : Novika sani
    Kakao Talk : Novika sani
    Line : Novika sani

    Twitter : @Novikasani
    Instagram : Novika sani
    Kakao Talk : Novika sani
    Line : Novika sani

    Twitter : @Novikasani
    Instagram : Novika sani
    Kakao Talk : Novika sani
    Line : Novika sani

    Twitter : @Novikasani
    Instagram : Novika sani
    Kakao Talk : Novika sani
    Line : Novika sani

  8. Kak cmn mw komentar dikit ..
    Kalo bs bahasany jangan terlalu baku ..dan di sesuai dengan bahasa mereka yang aslinya ..yang pakek lo gue,gua gitu ..hehe.. Biar tamabah seru..

    Janan marah yaa yang lain cmn kasih pendapat
    no bully !

  9. wahhhh aldi sama salsha so sweeetttt yahh….
    gue juga udah kira semua komentarnya udah ada 160 termasuk komentar gue…
    jadi cepatan dong…….

  10. harap harap endingnya salsha sama aldi pacaran dan iqbaal lepaskan aja si salsha……tapi aku ngak mahu iqbaal pacaran sama bella yahhh please… 😛

  11. kelamaan..
    Masa bolak balik k sni gak da tmbahan..
    Jgan pke komentar dong..
    Sebisa ka2k ny ja kpan ngepost ny..
    Lox sbuk ya d tnda, klo smpet ya d post..
    Gak ky gni..
    Ngaret bget..
    0rng mah nungguin ny beneran..
    tu kn sma ja jnji..
    hrus d tepati..
    (kritik)

  12. TAHAPA GX ENAK AJA PUN SOK SOK BUAT CERITA OOOOOOOOOO
    SILVIA ,UPIN IPIN,ASYIFA DN SALSHA LOVA
    SIBUK KLI OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO JNGN SIRIK YA

  13. Nih buat COmate dan Winsky sejatii.. dari pd bete nunggu cerbung yang INI masih dlm proses ..
    Mending baca cerbungnya dr Fitri Ozzora yg GAK kalah keren dan seruu?? Gak pake komentar banyak dan ada cerbungnya yg baru berjudul Beuty of Love#part 1 …yang belum baca silakan di read yaa..

  14. sambil nungguin part 14 baca duluu dehh cerpen yang judulnya “BEAUTY OF LOVE” ga kalah Sosweet n Romantisnya,,bisa di cari di goggle…. Ayooo Bacaa ..!!!!🙂

  15. sambil nungguin part 14 nya,mending baca dulu deh,cerpen yang judulnya”BEAUTY OF LOVE”ga kalah seruu n sosweet,,bisa di cari di google,,Ayooo bacaa,,!!

  16. ka waktu di part part sebelumnya kaka pernah bilang klo cerita ini akn di bikin film tapi apakah itu memenag benar????……………………

      1. Hai kak!
        Kita tau lo kecewa..
        Tapi lo kan tau sendiri, kita suka bgt sama cerbung lo yang hitz bgt ini.
        Pls bgt lah kakkk.
        Gue bela-belain baca sampe jam 2 lewat..
        Kirain ada endingnya.
        Taunya?<//3
        This thing really pisses me off tbh. And probs the other readers too.
        We want this story to be continued, kak. Or at least lo bisa buat something new, with CJr and Winxs as the main casts?
        Well, I'm a huge fan of fanfictions that have CJr and Winxs as the casts. Apalagi kalo Alsha main castnya.. This story is really perf. Emotion inside.. Omfg. tapi gue hargain keputusan lo. Makasih udah buat cerbung ini, and lo post. Thankyou ya kak! Ur a really good writer!<3

      2. Gue hargain keputusan lo.
        Gimana pun juga, lo authornya.
        Lo sutradaranya.
        Lo berhak ngatur semuanya.
        But a good author listens..
        We’re a fan of yours.. Your stories.
        Your just amazing. Seriously.
        Love your stories and always do<3
        Kok bisa sih, di 'say no' – in? Kalo aku sih yes.
        But srsly. How come, cerbung yang unyu bgt ngelebihin tfios ini gak boleh di publish? How? Well, yes. It contains love stories. Yes, it contains alsha. Maybe ada yang marah.. But even they think "we have absolutely no problems!"
        Salsha aja kadang baca cerbung-cerbung di insta…
        Apa bgt ini gak boleh di publish-_-
        You should asks why. I mean.. Salsha aja suka baca fanfict dia-aldi ppl! Yang bener aja. Maksudnya apaan?-_-

  17. yahh ka…….. lanjutin dong ceritanya please…. walaupun gk jadi d bukukan kaka jngan gk ngelanjutin cerita ini dong, nnti yg lain kecewa loh…….. please…

  18. huftt,,bertahun2,berbulan2,berminggu2,berhari2,berjam2,bermenit2,berdetik2,Nunggu sampai jenggotan,,ga di post2 partnyaaa,,bete nihh nunggu teruss,,,makin banyak commentarnya makin sdikit ceritanya!!!:( ckckck…. ahh,,bikin buku aja lah!!nanti gua pesen!!terus kirim ke rumah gue!!biar ga nunggu sampai beleran giniii!!!!!bete tau gak,,nungguin,,lama banget!!~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  19. ihhh salsha itu kan gk pula cantik kan bella yang paling cantik di winxs sory buat yang lain cassie stefi salsha

  20. pemilik blog khai purple, maaf, aku hanya memberi saran, misal nya, part 5 kalau sudah ada 40 komentar, baru part 6 akan diposting, tapi 40 komentar nya itu semua nya yang baik, jangan sampai lebih tapi kebanyakan yang tidak baik, itu saja, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s