Asyiknya belajar sembari bermain

Sebagai seorang siswa maupun seorang mahasiswa tidak lepas dari berbagai jenis buku dan proses belajar. Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan hasil perubahan akan tampak dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas. Banyak cara untuk mampu melaksanakan proses belajar salah satunya diiringi dengan permainan game. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah mahasiswa masih membutuhkan sistem tersebut?

Ditemui di kampus UII di jalan kaliurang, mahasiswi Statistika semester pertama, Askoning mengatakan seorang mahasiswa masih sangat membutuhkan sistem tersebut. Apalagi untuk mata kuliah pada siang hari. Hal itu disebabkan karena pada waktu itu, rata-rata mahasiswa sedang dalam kondisi mengatuk. Dengan adanya sistem belajar dengan permainan game dapat membantu menyegarkan pikiran. “Saya sangat mendukung sistem ini meskipun saya bukan lagi seorang siswa”.

Sementara itu di mata Alumni Fakultas MIPA jurusan Analisis Kimia 2009, Ayu Sekar Wangi saat di temui di tempat ke diamannya mengatakan bahwa belajar sembari bermain masih sangat perlu dalam proses belajar mengajar. Walaupun umur sudah berkepala dua, tetapi sistem dengan permainan game itu dapat membuat mahasiswa menerima mata kuliah dengan cepat. Apalagi sistem ini tidak membuat mahasiswa menjadi bosan dan efisien. “Saya sangat senang belajar dengan game pada saat kuliah dulu,”kata Ayu.

Komentar lain datang dari Gita Yaghaniyustajab, mahasiswa Statistika semester pertama menuturkan, “Belajar dengan game membuat saya menjadi aktif di kelas dan cukup efisien,” kata Iyus. Damar Sakti, sahabat Iyus dan mahasiswa Statistika semester pertama juga menambahkan bahwa sistem ini sangat membuat mahasiswa-mahasiswi antusias dalam proses belajar. Hal lain yang menguntungkan, mereka tidak perlu mencatat dan mudah untuk di pahami. Pelajaran secara otomatis akan tersimpan ke dalam otak dan melekat dalam jangka waktu yang panjang.

Selain dari mendapatkan keuntungan, sistem ini memiliki kendala dalam pelaksanaannya. Damar pun menceritakan kendala yang mereka alami ketika dalam pelaksanan sistem ini. Salah satu kendala utamanya adalah permainan game yang di laksanakan sudah pernah dilakukan sebelumnya. Sehingga menyebabkan rasa malas untuk mengikuti pelaksanaan belajar tersebut. “Saya sudah pernah bermain game ini sehingga menjadi sangat membosankan. Namun saya tetap mengikutinya,” tutur Damar.

Lain pula komentar Askoning yang mengatakan bahwa kendala yang sering di temui berupa suara ribut saat proses pelaksanaan. Suara-suara itu sebenarnya suara antusias mahasiswa-mahasiswi. Bagi Askoning yang menyukai ketenangan, hal itu cukup menganggu konsentrasinya. Walaupun begitu, Askoning mengatakan cukup senang dengan proses belajar dengan bermain game tersebut. Ia sangat berharap bila sistem ini bisa terus diterapkan untuk mata kuliah bahasa inggris yang sudah melaksanakan dan seluruh mata kuliah yang lain. *ssk

By. Sri Siska Wirdaniyati-khai purple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s