Bersyukur Menjadi Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII)

Indonesia merupakan salah satu Negara dengan mayoritas umat beragama Islam paling besar di dunia.  Walaupun dengan kebanggaan itu, tidak menjamin para penduduknya sepenuhnya memahami, mengamalkan, dan mengajarkan syariat Islam. Kebanyakan di antara mereka hanya sekedar Islam KTP. Mereka lebih mementingkan dan mengejar materi daripada beribadah di jalan Allah. Padahal bila di renungkan, melaksanakan ibadah dapat mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dia-lah yang bisa menolong di kala dalam keadaan sulit dalam menghadapi setiap  masalah, sebagai di firmankan dalam surat Al Baqarah ayat 45 yang memiliki arti : “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu …”

Pada dasarnya Allah telah memberikan keringanan kepada umat manusia untuk melaksanakan perintahnya. Namun perintah itu masih di anggap sebagai sesuatu yang tidak penting. Mari melihat fenomena yang terjadi saat ini, ada permasalah pelik dalam dunia pendidikan yang kurang memberikan waktu untuk mengajarkan amalan tentang Islam seperti pada studi pendidikan Agama. Selain itu juga terdapat pada minat anak-anak bangsa yang lebih memilih sekolah biasa daripada sekolah Islam. Hal itu sudah cukup membuktikan bahwasan mayoritas penduduk Indonesia untuk memahami, mengamalkan, dan mengajarkan ajaran Islam masih kurang.

Universitas Islam Indonesia (UII) merupakan universitas tertua di Indonesia dengan mengedepannkan syariat Islam tanpa mengabaikan studi akademik. Di Universitas ini banyak menghasilkan para cendikiawan cerdas dengan karakter Ulil Albab. Karakter Ulil Albab adalah sosok yang mempunyai kualitas dalam menegakkan iman dan tauhid. Pada hari ini siapa yang tidak mengenal dengan Mahfud MD, seorang sosok alumni dari UII dengan sosok politik bersih yang menjabat sebagai ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain itu, beberapa bulan belakangan nama Suparman Marzuki yang juga merupakan dosen di Fakultas Hukum UII akhirnya terpilih sebagai salah satu anggota Komisi Yudisial (KY). Bukan hanya itu, beberapa tokoh lain seperti Hakim Agung Artidjo Alkostar, Sri Murwahyuni, Mohammad Farella, dan Elvis Johny memiliki kapabilitas kepercayaan yang besar di masyarakat. Sederetan tokoh tersebut menjadi real asset yang membuktikan Universitas Islam Indonesia (UII) merupaka perguruan berakademik tinggi dengan syariat Islam yang tinggi.

Saat ini dunia kita sangat membutuhkan para pemuda penerus bangsa dengan karakter yang Ulil Albab yang dapat memperbaiki bangsa ini kelak. Untuk itulah, kita sebagai pemuda-pemudi bangsa harus memiliki intelektual cerdas di damping dengan keimanan yang kuat. Sejarah telah mencatat bahwa perubahan suatu Negara menjadi lebih baik di dalangi dengan mahasiswa berpikir kritis dengan pedoman Al Qur’an sebagai petunjuknya. Dan sulit menyangkal bahwa suatu Negara tidak dapat berkembang dengan pemimpin bangsa dengan jiwa-jiwa tanpa iman dan tidak memiliki pedoman.

Bila di tanya, apakah saya menyesal menjadi salah satu mahasiswa Universitas Islam Indonesia?

Dengan lantang saya akan menjawab “Tidak”. Dengan rangkaian premis itu membuat saya sangat bersyukur menjadi mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang memiliki keseimbangan bekal untuk dunia akhirat dan dunia. Sebenarnya bukan hanya premis-premis di atas yang membuat saya merasa sangat bersyukur, tetapi masih banyak faktor yang membuat saya merasa bahwa sang Pencipta telah memberikan jalan yang terbaik. Saya yakin dengan menjadi salah satu mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), saya dapat menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan Negara dengan di iringi syariat Islam sebagai petunjuk.

Faktor-faktor yang membuat saya dan seluruh mahasiswa merasa bersyukur menjadi mahasiswa UII antara lain:

  1. Perpusatakaan Terpadu dan Museum yang mengagumkan.

Sebagai penerus bangsa yang kelak akan memimpin Negara ini harus memiliki wawasan yang sangat luas. Salah satu cara untuk memiliki wawasan luas tersebut dengan membaca. Dengan adanya perpustakaan terpadu yang mempunyai koleksi buku-buku yang lengkap, tentunya akan menjadi sarana yang sangat bagus dalam menggali dan menumbuhkan inpirasi. Di mana akan mendorong para mahasiswa berpikir kritis yang mampu menciptkan ide-ide cemerlang untuk membangun bangsa. Apalagi bila pepustakaan itu di lengkapi dengan museum sebagai salah satu bentuk cinta dengan sejarah. Sungguh sangat tidak bisa di pungkiri, kelak para lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) akan mampu merubah Negara tercinta ini menjadi Negara yang lebih baik.

  1. Organisasi Kelembagaan Mahasiswa yang berintelektual tinggi

Saat menjadi siswa, kita masih binggung dan ragu-ragu akan jadi apa kita di masa depan. Namun saat menjadi mahasiswa perlahan mulai menemukan titik terang apalagi saat kita menjadi salah satu anggota organisasi kelembagaan mahasiswa yang melatih mental diri sebagai makhluk sosial yang berintelektual tinggi. Dengan berorganisasi, kita akan banyak bertemu dengan berbagai tipikal manusia. Kita akan mampu memecahkan masalah dan mencari solusi, dan tentunya akan sangat bermanfaat saat sudah mencapai kesuksesan. Sebagai seorang mahasiswa kita tidak boleh hanya menjadi kupu-kupu (kuliah pulang – kuliah pulang) tetapi harus menjadi kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat) tanpa mengesampingkan syariat Islam.  Kita harus menjadi mahasiswa yang aktif!

  1. Segudang Prestasi yang membanggakan

Bakat dalam diri harus di kembangkan. Jangan hanya di simpan dan perlahan terkikis oleh waktu, kemudian menghilang tanpa jejak. Untuk itu Universitas Islam Indonesia (UII) mempersiapkan dan mempersilahkan para mahasiswa untuk mengepakkan sayap di berbagai perlombaan. Alhasil, banyak sekali prestasi yang membanggakan yang hadir dan mengharumkan nama Universitas ini. Bukan hanya mahasiswa, para dosen dan juga alumni pun ikut menyemarakkan nama Universitas Islam Indonesia (UII) ini. Makanya tidak heran kalau Universitas Islam Indonesia (UII) atau dahulunya bernama Sekolah Tinggi Islam (STI) sangat terkenal di seluruh Indonesia.

  1. Teknologi Informasi yang selalu berkembang

Dewasa ini, teknologi informasi memang sangat di butuhkan. Selain memudahkan dalam proses pembelajaran, juga mempermudah dalam menjalin hubungan dengan dunia luar. Dengan teknologi informasi yang berkembang terus menerus dari tahun ke tahun membuat para mahasiswanya pasti melek dan tidak ketinggalan zaman dalam teknologi.

  1. Jalinan silaturahmi yang kuat

Pepatah mengatakan “banyak silaturahmi, banyak rezeki” itu memang tidak salah. Dengan silaturahmi akan terbentuk hubungan sosial. Bila di ibaratkan, silaturahmi itu seperti take action yang tidak akan pernah terwujud bila tidak di laksanakan. Yang membuat saya merasa sangat betah berada di sini karena jalinan siraturahmi antara mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen, dan mahasiswa dengan alumni sangat kuat. Kalau di ibaratkan lagi seperti “kacang yang tidak lupa dengan kulitnya”.

Bila seandainya di tanya lagi, apakah saya menyesal telah menjadi mahasiswa Universitas Islam Indonesia?

Beberapa kalipun saya di tanya, saya akan tetap menjawab tegas dengan kata “Tidak”. Saya benar-benar merasa sangat bersyukur menjadi salah satu mahasiswa Universitas kebanggaan bangsa ini. Bukan hanya sekedar bersyukur, tetapi saya dan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang lain harus menjadi mahasiswa yang dapat menjadi pemimpin penerus bangsa yang bersyariat Islam, menegakkan iman dan bertauhid.

Selamat berjuang kawan-kawan! Semoga kelak kita akan dapat mengubah bangsa ini menjadi Negara yang lebih baik. Jadilah mahasiswa yang terus berusaha tanpa pantang menyerah!

Hidup Mahasiswa!

Referensi :

Motivasi Net, 2010, Ir. Andi Muzaki, SH, MT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s