Balada Boyband

Opening

Cahaya bulan bersinar terang menyambut malam bertabur bintang. Rintik hujan seolah tak tampak membasahi bumi walaupun suasana dingin menyelimuti. Malam ini, seluruh penngemar bersuka ria menanti pengumuman yang di nantikan. Panasonic Music Awards, sebuah acara menegangkan untuk seluruh para pengemar dunia. Puncak ketenaran tergantung pada acara yang di selenggarakan setap satu kali dalam setahun ini.

Pembawa acara 1 dan 2 : Selamat datang pada malam Panasonic Music Awards Indonesia (PMAI)

(Tepuk tangan bergemuruh. Senandung ucapan salam bergema memenuhi ruangan berbentuk segiempat tersebut. Rasa semangat terpancar dari raga setiap para aktris yang datang.)

Pembawa acara 1             : Ini adalah malam yang sangat di nantikan oleh seluruh Aktris di Indonesia. Pada malam ini, seluruh Indonesia akan mengetahui idola-idola yang paling terfavorit

Pembawa acara 2             : Baiklah, Kita masuki nominasi pertama. Boyband paling terfavorit, nominasinya adalah…

( {movie maker} Trenk… trenk… trenk… suara music pengiring bergema. Tampilan boyband terkenal terhamparan pada dinding berukuran besar itu. Nominasi pertama, Smash. Nominasi kedua, Superjunior, dan nominasi ketiga, Girl generations.)

Pembawa acara 1             : baik, pada tangan saya telah ada sebuah amplop berisikan nama Boyband terfavorit tersebut. perlahan-lahan, saya akan membukanya (membuka amplop)

Pembawa acara 2             : Boyband terfavorit 2011 adalah( terdiam)

Pembawa acara 1 dan 2 : SMASH

(Suara tepuk tangan kembali bergemuruh. Personil Smash menuju ke atas pentas dengan wajah yang berseri-seri)

smash 1                                : upz… kami tidak menduga akan menjadi Boyband terfavorit 2011. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya

smash 2                                : terima kasih kepada orang tua kami, teman-teman, dan para pengemar yang selalu memberi dukungan untuk perjalan karir kami

smash 3                                : begitu banyak penderitaan yang kami alami. Namun penderitaan itu telah membuahkan hasil. Kami sangat-sangat berterima kasih khusunya kepada Boyband Maladewa yang menjadi motivasi kami agar tidak menjadi seperti kehidupan mereka

smash 4                                : seperti kita ketahui, boyband maladewa merupakan boyband legendaris namun nasib mereka sangat tragis. Kesombongan telah memakan isi pikiran mereka

smash 5                                : hey penonton, kalian mau tahu bagaimana kisah mereka

smash 6                                : begini ceritanya ( sembari memandang ke atas)

Flashback 1

Janur kuning masih berdiri di depan rumah. Penikahan yang telah berlangsung tiga hari tidak membuat Joko bahagia. Alasannya sangat sederhana. Pekerjaan untuk membiayai kehidupan mereka belum tamak di pelupuk mata. Apalagi Atun sudah mulai merenggek untuk pindah rumah. Dia sudah tidak tahan untuk satu rumah dengan Ibunya.

Atun                                      : Bang, Atun sudah tidak tahan di perlakukan ibu seperti ini (mengeluh)

Joko                                       : sabar tun. Pasti ada jalan (menyanyi lagu Insya Allah, dari Maher Zain)

Atun                                      : Atun mengerti bang, tapi…

Joko                                       : Tun, apa sebaiknya kita merantau ke Jakarta. Kita mencari pekerjaan di sana

Atun                                      : Atun terserah abang saja. Dari sabang hingga merauke, atun akan ikut dengan Abang. Asal abang selalu sayang dengan Atun (dengan gaya centil)

Akhirnya Niat untuk merantau ke Jakarta terwujud. Perlakuan Ibu Joko yang sudah keterlaluan mengharuskannya mereka pergi merantau ke Jakarta walaupun hanya berbekalkan pakaian pada badan. Namun keberuntungan berpihak kepada Joko. Seperti kata pepatah “rezeki tidak akan ke mana”. Joko di kontrak oleh perusahaan rekaman untuk menjadi salah satu personil Boyband. Boyband tersebut beranggota enam orang. Mereka adalah Joko, Alice, Anggi, Ridwan, Masnur, dan Hani.

Flashback 2

{Movie maker}

Situasi : hotspot gossip

Isi : menceritakan tentang konser Boyband Maladewa. Dan mewawancarai salah satu penggemara maladewa.

Di konser maladewa

Pengemar           : agh…Maladewa (ricuh)

Maladewa menari boyband. Tepuk tangan bergemuruh di atas angan-angan kekaguman para pengemar. Histeris suara-suara sang hawa bertabur bagaikan menyemai benih-benih jagung.

Flashback 3

Harta, tahta, dan wanita seperti racun mematikan. Tidak dapat di obati meskipun raga dan jiwa menolak. Mereka telah merenggut hati bersih yang pernah terjaga.

Di diskotik

Joko                                       : Rid, kamu ada bawa barangnya

Ridwan                                 : Ada dong! Malam ini kita akan berpesta

Joko                                       : Aku tidak mau lagi hidup melarat. Dahulu, untuk makan saja susah, apalagi membeli barang seperti ini (menghisap narkoba)

Alice                                      : kamu tidak akan melarat lagi. sekarang kamu adalah aktris paling terkenal. Tidak ada satu orangpun yang tidak kenal dengan kamu

(Masnur dan Hani datang sembari membawa wanita penghibur dan beberapa botol minuman keras)

Masnur                                : Joko, aku membawa beberapa cewek untuk memeriahkan malam kejayaan kita

Joko                                       : kalian, ke sini (panggil joko pada salah satu wanita penghibur)

Hani                                       : Joko, tinggalkan aku satu. Aku juga mau bersenang-senang

Joko                                       : Ambil saja yang mana kamu mau

Anggi                                     : hahahaha…. Malam ini adalah malam kejayaan kita

Bersama-sama                  : hahahah…..

Flashback 4

Hidup Joko berubah drastis. Kemewahan telah menghilangkan ingatan menjadi orang susah. Apalagi hatinya sudah tertutup oleh dunia gelap. Hampir setiap malam, dia pergi ke klub malam dan bermain riang dengan wanita penghibur. Sedangkan Atun, dia selalu setia menantikan kedatangan suami tercintanya.

Joko                                       : Atun, di mana kamu?

Atun                                      : Ada apa bang? (terkejut). Siapa mereka?(menunjukkan dua gadis yang di bawa Joko)

Joko                                       : mereka adalah istri-istriku. Dan mereka akan tinggal bersama kita

Atun                                      : abang memadukan Atun. Kenapa abang lakukan itu?

Joko                                       : sudahlah, jangan banyak bertanya (bersikap kasar)

Kebahagiaan tidak lagi di rasakan oleh Atun. Suaminya telah mengkhianati janji cinta mereka. Atun tidak dapat berbuat apa-apa. Hanya air mata yang menetes di kedua pipi putihnya dan menepis kebimbangan menjalani hidup.

“Air susu di balas dengan air tuba”. Kata pepatah itulah yang pantas untuk dua istri muda Joko. Mereka selalu menyiksakan Atun hingga babak belur. Kadangkala, dia tidak di beri makan oleh penyihir tersebut. Sungguh! Hidup Atun sangat tragis.

Istri 1 (Marisa)                   : Atun, ambilkan aku minum

Atun                                      : kamu bisa mengambilnya sendiri. Dapur ada di sebelah sana (menunjuk dapur)

Istri 2 (Ira)                           : berani membatah ya! Rasakan ini (memukul)

Atun                                      : Ampun! Jangan siksa saya

Istri 1 (Marisa)                   : tidak ada ampun-ampun, kamu sudah kurang ajar

Istri 2 (Ira)                           : bagus tuh. Kalu perlu buat dia mati,,, hahahaha

(Waktu berhenti. Music beralun. Atun menyanyi lagu istri tiri)

Tiba-tiba, Fatimah datang. Dia langsung memeluk majikan yang tidak berdaya tersebut.

Fatimah                                : apa yang kalian lakukan pada Nyonya?

Istri 1 ((Marisa)                 : Ini bukan urusanmu, Ufik Abu. Kamu kerja saja di dapur dengan sayur-mayur berwarna hijau itu.

Fatimah                                : Kalian boleh melakukan apa saja kepada saya. Tapi jangan lakukan hal yang tidak pantas kepada Nyonya. Kalian seharusnya sadar posisi kalian di rumah ini

Istri 2 (Ira)                           : hey… berani sekali berbicara seperti itu (menampar)

Atun                                      : Sudah, jangan lakukan itu lagi

Istri 1 (Marisa)                   : awas bila kamu adukan pada bang Joko, mulut kamu akan aku potong-potong…

(Istri 1 dan istri 2 keluar dari ruangan)

Atun                                      : (berdoa) Ya, Allah. Dosa apa yang telah hamba buat sehingga Engkau memberikan cobaan yang sangat berat (meneteskan air mata) hamba tidak sanggup lagi, Ya Allah

Flashback 5

Atun sudah tidak sanggup lagi bertahan hidup di rumah sendiri. Dia selalu di siksa oleh kedua istri muda Joko. Akhirnya dia melarikan dari rumah dengan tujuan tanpa arah. Sebelum meninggalkan rumah, dia menulis sebuah surat yang di tujukan kepada Joko.

Atun                                      : (berjalan menapaki trotoar jalan sembari menangis) Mengapa abang berkhianati terhadap cinta kita

Sudirman                             : kamu… kamu Atun, kan?

Atun                                      : Bang sudirman? Kamu kok bisa berada di Jakarta

Sudirman                             : aku ingin bertemu dengan kamu. Aku ingin meminta maaf atas kepergianku terdahulu dan meninggalkanmu sendiri. Namun, aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini, kenapa kamu bisa berada di sini?

Atun                                      : Aku… aku… (sembari menangis) aku kabur dari rumah. Aku sudah tidak tahan

Sudirman                             : Mengapa? Mengapa bisa kabur dari rumah?

Atun                                      : bang Joko telah mengkhianatiku. Dia telahkan memadukanku

Sudriman                             : Atun, aku tidak akan menyakitimu seperti yang di lakukan oleh Joko. Aku akan membahagiakanmu. Sejak dahulu, aku selalu mencintai. Maukah kamu ikut bersamaku dan membuka lembaran baru?

{Movie maker}

Situasiasi : padang rumput

Lagu : India

Isi : menari-nari seperti pada film India

Sudirman                             : jadi, bagaimana Atun? Apakah kamu mau membuka lembaran baru bersamaku?

Atun                                      : (mengangguk) Atun mau, bang?(bergandengan tangan)

Flashback 6

Di sebuah ruangan pengganti

Manager                              : Hahaha… Joko emang blo’on. Orang desa memang mudah untuk di pengaruhi

Masnur                                : kamu benar sekali manager. Dia tidak tahu bahwa kita telah menipunya

Hani                                       : Rencana kita berhasil, hahahah….

Ridwan                                 : benar, hahahahah….

Bersama                              : hahahahaha…..

Anggi                                     : Tindakan kita menyuruh Marisa dan Ira menjadi istri Joko ternyata benar. Sehingga sekarang kita bisa mendapat uang yang berlimpah ini. kaya! Kita kaya

Alice                                      : Joko memang bodoh

Marisa                                  : Istri juga bodoh seperti Joko. Dia mau saja di siksa oleh kami.

Ira                                           : Hahahah… menyiksa itu sungguh sangat menyakitkan

Tiba-tiba, Joko keluar dari persembunyiannya. Dia kelihatan sangat marah. Emosinya sudah tidak bisa di tahan lagi. dia merasa seperti harimau yang di bohongi oleh kancil.

Joko                                       : Apa maksud ucapan kalian ?

Manager                              : sudah jelaskan! Kami membohongimu

Ridwan                                 : Itu semua bukan salah kami. kamu terlalu bodoh dan blo’on sehingga mudah di pengaruhi, hahahahha….

Joko                                       : jadi, kalian telah membohongi aku? Kalian… (sembari memukul manager)

Perkelahian terjadi. namun, keberuntungan tidak memihaknya. Dia babak belur di pukul oleh anggota boyband. Joko sangat menyesal terhadap sikapnya selama ini. Dia telah banyak melupakan sang Pencipta dan terbuai oleh duniawi. Nasi telah menjadi bubur. Walaupun joko menangis, namun tidak ada satu makhluk dunia ini yang mampu kembali ke masa lalu.

Flashback 7

Di rumah

Joko                                       : Atun, di mana kamu?

Suasana rumah hening.

Joko                                       : Atun, abang pulang. Kamu di mana?

Suasana rumah masih tetap hening. Joko segera mencari sosok  Atun di setiap rumah, namun sang pujaan hatinya tidak juga di temukan. Dia hanya menemukan selembar surat di atas meja

Isi surat

Abang, Atun sudah tidak sanggup lagi bertahan di rumah Atun. Atun merasa sangat tekanan batin. Senyum Atun tidak lagi selebar seperti dulu. Maka dari itu, Atun akan kembali ke desa. Atun akan menenangkan diri dan pikiran. Karena selama ini, Atun sudah sangat capek dan letih.

Abang, mungkin Atun tidak akan pernah lagi kembali ke rumah itu. Atun tidak ingin lagi meneteskan air mata di rumah itu.

Abang, maafkan Atun. Jangan cari-cari Atun. Selamat tinggal, Abang

Joko                                       : (Menangis) Atun

Joko mulai galau. Pikirannya tidak mampu untuk berpikir jernih. Pada saat itulah, muncul niatnya  untuk menghilang dari dunia fana ini. Dia mangambil racun Baygon dan meminum dan akhirnya MATI.

(Ulama, memberi nasihat)

Ulama                                   : Bunuh diri adalah……. (di lanjutkan dengan firman Allah dan Hadist)

Closing

Smash ( memandang langit)

Smash 1                               : tragis… tragis… tragis…

Smash 2                               : Harta, tahta, dan wanita adalah ujian paling terberat yang ada di muka bumi. Sebagai manusia, kita harus memiliki iman yang kuat agar tidak terjebak dalam godaan syaitan

Smash 3                               : Maka dari itu, kita jangan mudah terpengaruh oleh  keadaan yang bersifat negative apalagi sampai merusak kehidupan yang singkat ini

Smash 4                               : semoga Joko dari Boyband Maladewa bisa di terima oleh Tuhan sang Pencipta

Bersama                              : Amin

(Smash turun dari panggung. Pembawa acara kembali menjalankan tugas)

Pembawa acara 1             : Terima kasih kepada Boyband Smash. Semoga semakin Berjaya.

Pembawa acara 2             : akhirnya kita sampai pada penghujung acara. Kami pembawa acara memohon maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah di perbuat.

Bersama                              : Jaya untuk Boyband Indonesia

(Smash menampilkan penampilannya. Dance!)

-selesai-

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s