#Eaaa – Coboy Junior dan Winx (Part 11)

Separuh Aku and Go Back

Salsha menghela nafas panjang. Disandarkan tubuh pada kursi – yang biasanya digunakan untuk lokasi syuting – sejenak. Berada di lokasi ini sudah membuatnya jenuh tingkat dewa. Mood-nya pun tidak karuan. Tidak tahu mengapa waktu berputar sangat lama.

Matanya sekilas melirik Aldi. Cowok itu sedang berbicang dengan Bastian. Dia terlihat biasa saja. Senyumnya masih merekah. Tawanya masih menggelegar. Bagaikan tidak ada luka yang tertoreh di hatinya, padahal ada kejadian memilukan di antara mereka. Dan perilaku itu justru membuat hati Salsha sakit. Ada perih yang melanda. Ada gelegar sakit yang terbentum di dalam hati. Tanpa sadar, mata Salsha berkaca-kaca. Dia terhanyut dalam kesedihan yang menyerang dirinya.

“Sha, kamu kenapa?” tanya Iqbaal. Matanya menangkap sosok Salsha dari ujung kaki hingga ujung kepala.

68406_218298598300131_461592752_n

Sontak Salsha kaget. Dia segera mendonggakkan kepala dan membalikkan badan, tapi tiba-tiba__

“Hati-hati!” seru Iqbaal menangkap tubuh Salsha yang hendak jatuh. Dirangkul tubuh Salsha hingga dipastikan kalau gadis itu dalam keadaan baik-baik saja.

“Terima kasih,” ujar Salsha perlahan melepaskan diri dari rangkulan Iqbaal. Dikembangkan senyumnya sedikit.

“Ada apa?” tanya Iqbaal ingin tahu. Tidak biasanya dia mendapati Salsha bertingkah linglung seperti ini.

Salsha hanya diam. Dia tidak menjawab pertanyaan Iqbaal. Mungkin sedikit binggung untuk menjelaskan. Atau lebih tepatnya, tidak bisa mengungkap dalam kata.

Beberapa menit berlalu tanpa suara. Hanya hening. Tidak kata yang keluar dari mulut mereka. Salsha enggan untuk melakukan perbincangan. Sementara iqbaal, dia hanya menunggu agar cewek di samping ini mengeluarkan kata.

“Sha,” ucap Iqbaal. Akhirnya dia tidak tahan bila hanya menunggu Salsha mengucapkan sepatah kata. Dia yakin, cewek itu pasti akan bertingkah seperti ini saja.

Salsha menolehkan kepala. Matanya menatap lekat cowok berbehel di hadapannya. Disunggingkan senyum sedikit. Disiapkan telinga lebar-lebar. Menantikan setiap kata yang keluar.

“Aku minta maaf bila telah menyakiti kamu, menyakiti Aldi dan juga Bella,” tutur Iqbaal. Matanya tidak tertuju ke lawan bicara. Dua manik itu menatap aspal parkiran yang tidak indah. Tampak kesedihan yang menyelimuti pikiran dan hatinya.

“Maksud kamu?” umbar Salsha kebinggungan. Untuk apa Iqbaal meminta maaf, padahal dia tidak melakukan salah apa-apa. Dan lagi, mengapa dua nama itu terucap di mulutnya.

Iqbaal tidak menjawab. Ada sebuah kerisauan yang meraung dan bergema. Cukup lama juga peristiwa diam-diam itu berlangsung. Hingga akhirnya Salsha tersentak ketika sebuah tangan membelai kepalanya.

“Saat ini, aku belum bisa menjelaskannya. Kamu bukan orang pertama yang berhak tahu tentang perkataanku ini. Yang jelas, saat ini aku benar-benar meminta maaf. Kepadamu, kepada Aldi dan kepada Bella,” ujar Iqbaal sembari melepaskan belaiannya. Mengingat cukup sulitnya juga dia membelai kepala Salsha. Perbedaan tinggi yang setara membuat sulit untuk menjangkau kepala Salsaha. “Yuk, pergi! Sekarang pengambilan adegan scene antara aku dan Chika,” ujar Iqbaal lagi. Dia bangkit dari tempat duduk dan beranjak menuju lokasi pengambilan adegan.

Salsha terpaku sejenak. Tapi cepat-cepat dia sadar. Yap, tidak perlu dipikirkan. Dia pun segera bangkit dari kursi parkiran. Dia berlari kecil mendekati Iqbaal dan memposisikan tubuhnya di samping cowok itu. Saatnya mereka harus bersikap profesional. Urusan pribadi harus ditinggalkan. Begitupula perbincangan tadi.

^&^

Kepala Aldi celingak-celinguk. Matanya terbuka lebar mencari sesosok gadis. Sedari tadi dia tidak dapat menemukan sosok Salsha. Sejak syuting hingga selesai, dia memang tidak menemukan sosok itu. Salsha bagaikan benar-benar menghilang dari matanya.

“Bang Naufal,” panggil Aldi ketika mendapati seorang sosok yang hendak memasuki sebuah gedung. Gedung itu biasanya digunakan untuk beristirahat.

Aldi segera mendekati ke arah Naufal. Sosok yang dipanggil abang sekaligus sepupu kekasihnya – bisa dibilang seperti itu sebab Aldi belum menyetujui permintaan putus dari Salsha – itu segera menolehkan kepala.

“Ada apa?” tanya Naufal to the point.

“Abang lihat Salsha?”

“Tadi aku BBM dia, katanya dia berada di ruang istirahat dengan Cassie”

“Sekarang abang mau ke sana?” tanya Aldi sembari hendak melangkah pergi.

Naufal hanya menganggukkan kepala singkat. Perlahan kakinya mulai melangkah masuk ke dalam gedung. Dia melangkah tanpa sekalipun membalikkan kepalanya. Sementara itu, Aldi mengikutinya dari belakang.

Tidak terdengar perbincangan. Suara Salsha maupun Cassie tidak terdengar. Hanya keheningan. Ke manakah gerangan dua cewek itu?

Ketika Naufal membuka sebuah kamar bertuliskan ruang istirahat, mereka menemukan dua cewek itu sedang tertidur lelap. Tubuh Salsha dan Cassie meringkuh dalam gulungan tubuh mereka. Deru nafas naik-turun, menandakan masih ada nyawa yang hingga di dalam tubuh. Mata mereka tertutup rapat. Seolah tidak sedetik berniat untuk terbuka. Wajah mereka pun tampak letih. Kelelahan menghinggapi setiap raut wajah mereka.

salsha dan cassie

Seketika Naufal langsung menutup pintu kamar itu. Dia melangkahkan kaki dan beranjak hendak meninggalkan gedung. Tapi langkahnya mendadak berhenti. Dia terpatung sejenak dalam pikiran yang belum dewasa. Kemudian membalikkan badan dan memandang Aldi dengan intens.

“Kamu dan Salsha udah putus?” tanya Naufal sembari melangkahkan kaki mendekati Aldi.

Aldi spontan mengerutkan kening tinggi. Matanya mendelik seluruh ekspresi Naufal. Tangannya mendadak gemetar. Benda tak bertulang di dalam rongga mulut menjadi kaku. Peredaran darah di tubuh seolah berhenti beredar memasuki bilik paru-paru. Perkataan itu bagaikan sengatan listrik yang siap menghentikan seluruh organ tubuhnya. Begitu membuatnya merinding bila mengingat untaian kata tersebut.

So?” ucap Naufal lagi meminta kepastian.

Aldi hanya diam. Tidak menjawab. Tak sepatah katapun keluar. Hanya tatapan saja yang terus memandang Nuafal sekilas, kemudian beralih memandang pintu kamar tempat sosok yang dibicarakan itu berada.

“Sebenarnya aku tidak berniat ikut campur dengan urusan kalian. Aku hanya tidak ingin Salsha menderita,” ujar Naufal dengan menepuk bahu Aldi. Tidak tahu apa maksudnya. “Jadi bila memang kamu masih menyayanginya, berilah keputusan yang tidak akan membuat dia semakin menderita,” lanjut Naufal. Tangannya merangkul Aldi dan memelukkannya sedikit.

“Aku binggung harus bagaimana,” tukas Aldi akhirnya bersuara.

Naufal mengambil nafas, kemudian menghembuskannya pelan. Matanya menatap Aldi dengan seksama. Diliriknya setiap pahatan wajah Aldi. Dia tahu, tampak luka dan derita dari wajah berdarah batak tersebut.

“Aldi, semuanya tergantung keputusanmu. Bila kamu menyayanginya, jangan membuat dia terluka. Dan apabila kamu sudah tidak menyayanginya, lepaskan dia,” tutur Naufal yang mengikuti pandang Aldi meratapi pintu kamar. “Dunia kita tidak berbeda jauh dengan dunia orang dewasa. Begitupula dengan kisah percintaan kita. Hanya batasan usia saja yang sedikit membedakan,” lanjut Naufal kembali menepuk bahu Aldi.

Aldi hanya menganggukkan kepala pelan. Tampak sedikit kerutan binggung. Jujur, dia tidak mengerti dengan perkataan itu. Sungguh memusingkan dengan kata penuh makna tersebut. Meskipun begitu, dia tidak melontarkan kalimat tanya. Hanya diam membiarkan otaknya untuk menyerap arti kata dari Naufal.

Tidak beberapa lama, Aldi dan Naufal melangkah pergi. Tanpa disadari, cowok berdarah batak yang lain mendengarkan pembicaraan meraka. Sebenarnya bukan maksud untuk menguping. Hanya saja dia tidak bisa beranjak. Ada sebersit bisikan yang terus menahannya untuk berada disana. Alhasil, sejak perbincangan awal, dia sudah berada di dekat pintu dapur ruangan itu. Dia mendengarkan setiap perbincangan yang ada. Dia mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Aldi dan Naufal.

^&^

Sorry lama!” mohon Aldi ketika masuk ke dalam mobil.

Bastian sudah duduk manis di dalam mobil. Cowok itu sedikit memasang wajah jengkel. Tangan kiri dan kanan saling memeluk tubuhnya. Bibirnya tidak menyungging lebar ke atas, tetapi ke bawah. Wajar, dia pasti sudah menunggu sangat lama. Hampir satu jam lebih.

“Dari mana aja sih?” celetuk Bastian.

“Aku tadi nunggu Salsha dulu, tapi dia tidak juga kelihatan,” jelas Aldi. Tangannya menutup pintu mobil. Matanya memberikan isyarat kepada sopir pribadi mereka untuk segera pergi.

“Kenapa tidak SMS atau BBM saja?” tanya Bastian heran.

Dilirik benda segiempat di samping tempat duduknya. Ada dua buah. Dua-duanya adalah milik Aldi. So, mengapa dia tidak memberikan berita dengan benda canggih itu saja?

“Sudah, tapi dia tidak membalas,” jawab Aldi singkat.

Tangan Aldi merambah salah satu ponsel. Jemari-jemari mulai menekan huruf demi huruf. Pesan singkat terukir di layar ponselnya. Tit. Pesan terkirim. Kini dia berharap Salsha mau membalas. Setidaknya dia membaca dan memahami setiap kalimat singkat tersebut.

423995_320002671438858_841294404_n

Sementara itu Bastian berkelana dengan pemikirannya. Dia teringat dengan pembicaraan Aldi dan Naufal tadi. Alhasil, hatinya menjadi ragu-ragu. Ada sejumlah tindakan yang ingin dilakukannya. Salah satunya ingin bertanya langsung dengan cowok itu. Menanyakan apakah pertanyaan Naufal tentang hubungan mereka itu benar. Tetapi seketika langsung diurungkan.  Ada rasa kekhawatiran yang memenuhi otaknya. Apalagi mengingat Aldi sedang dalam dunia kegalauan. Dia khawatir bila cowok semakin dilema dengan kisah cinta di antara dirinya dengan Salsha.

“Bas, lihat ini!” tukas Aldi sembari menyodorkan ponselnya.

Bastian mendongakkan kepala. Dipandangnya sodoran Aldi dan terlihat beberapa foto tentang masa lalu bersama seorang cewek. Seketika Bastian rampas ponsel Aldi dengan kasar. Matanya melihat dengan seksama berharap semua foto itu adalah imajinasi saja. Tapi kenyataan tidak dapat dielakkan. Foto itu benar-benar nyata memenuhi layar ponsel berlatar jejaring sosial dengan nama Twitter.

baby mamesa dan bastiab

“Apa-apaan nih?” seru Bastian sedikit marah.

Aldi menggelengkan kepala pelan. Tidak tahu.

“Coba kamu BBM Baby, tanya apakah dia baik-baik saja?” ujar Aldi menyadarkan Bastian yang sedang syok.

Tanpa banyak berkata-kata, Bastian mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Difokuskan pada keypad-keypad Blackberry di tangannya. Aldi hanya memandang kasihan dengan sepupunya tersebut. Citra Bastian akan sedikit rusak di hadapan para Comate terutama pada B_Stars. Bukan hanya itu, gadis dengan nama lengkap Baby Mamesa itu pasti akan menjadi bahan bully yang sedap. Sungguh, membayangkan saja Aldi sedikit merinding! Apalagi dia sering mendengar, fans fanatik bisa melakukan hal yang tak lazim.

Aldi mengambil ponselnya yang tergeletak sembarang di samping Bastian. Dilihat lagi foto-foto Bastian dan Baby yang lain. Kemudian dia terpaku pada salah satu foto yang menampakkan wajahnya. Dan tanpa sadar, pikiran Aldi mulai mengingat jelas saat romansa Bastian dan Baby ketika pacaran dulu. Dia sering menemani mereka pergi berdua bila hendak bertemuan. Dia sering dijadikan sebagai tameng untuk melindungi hubungan mereka. Dia sering menjadi obat nyamuk bila mereka sedang dilanda asmara.

487200_545184438825794_1745036430_n

Bastian dan Baby Mamesa bertemu tidak sengaja ketika Coboy Junior dan Lolipop sedang mengisi salah satu acara televisi. Saat itu, Aaliyah yang merupakan salah satu personil Lolipop mengajak Baby. Aaliyah memperkenalkan Baby kepada Coboy Junior dan saat itu Bastian langsung akrab dengannya. Dan pertemuan itu membuat Bastian dan Baby menjadi sangat dekat.

Beberapa minggu sejak pertemuan itu, mereka jadian. Saat itu Aldi sungguh terkejut apalagi mengingat kalau Bastian baru saja putus dari Hanggini. Tindakan itu membuat Bastian benar-benar terlihat menjadi playboy. Sebenarnya Aldi tahu kalau Bastian tidak benar-benar sayang kepada Baby. Dia hanya ingin menjadi Baby sebagai tameng untuk melupakan Hanggini. Dan saat itu Aldi sedikit merasa kasihan kepada cewek itu. Dia ingin memperingati Bastian, tapi dia ragu. So, dibiarkan saja hubungan itu terus berlanjut hingga hubungan mereka berakhir satu bulan kemudian.

“Gimana? Baby tidak kenapa-napa kan?” tanya Aldi ketika mendapati Bastian melepaskan ponsel dari telinga. Ternyata dia menelepon mantan kekasihnya tersebut.

“Tidak tahu. Tadi aku sudah menelepon Baby dan mengirim BBM, tapi tidak membalasnya. Jadi aku menelepon Aaliyah untuk mengetahui keadaanya dan katanya dia tidak tahu keadaan Baby saat ini,” jelas Bastian dengan menghela nafas panjang.

“Semoga dia tidak apa-apa,” tukas Aldi memohon doa.

Bastian hanya menganggukkan kepala singkat. Kemudian dia kembali fokus kepada Blackberry-nya. Dia masih berusaha menghubungan Baby. Aldi hanya mendehem pelan. Sedikit hendak menggoda Bastian. Tapi sepertinya cowok itu tidak peduli. Dia masih tetap terfokus pada segiempat itu.

“Dunia kita tidak__”

Tiba-tiba Aldi teringat dengan perkataan Naufal. Oh, ternyata itu toh maksudnya, gumam dalam hati. Dia sedikit memahami makna tersebut. Kisah kehidupan dirinya, juga kisah kehidupan para Comate yang umur hendak menuju remaja memiliki dunia yang tidak berbeda jauh dengan orang dewasa. Mereka harus memutuskan dan memilih jalan kehidupan mereka, termasuk hubungan percintaan. Mereka harus bisa menyelesaikan semua masalah yang menyangkut kehidupan mereka. Semuanya diserahkan kepada diri mereka tanpa campur tangan orang dewasa. Saat ini, orang dewasa hanya berperan sebagai sutradara, bukan sebagai aktor dalam kehidupan mereka.

Diliriknya Bastian sekilas. Cowok itu terlihat sangat khawatir. Matanya terus terfokus pada layar Blackberry yang ada dihadapannya. Sungguh tidak biasa apalagi khawatir pada sosok yang telah menjadi mantan kekasihnya. Tapi begitulah kenyataan yang ada. Bastian terlihat sangat gelisah tingkat dewa. Berulang kali dia memandang layar BB-nya dan bila tidak mendapatkan apa-apa, dia beralih lagi ke arah jendela, memandang jalanan malam yang padat. Bastian memang terlihat sebagai cowok playboy tetapi dia cowok playboy yang sangat menyayangi cewek yang menjadi mantan kekasihnya. Dan Aldi semakin mengerti dengan alasan cewek-cewek mau menjadi kekasihnya.

^&^

“Akhirnya sampai juga,” lega Iqbaal ketika telah sampai di rumah Om Roy. Coboy Junior baru saja selesai menyanyi di Dahsyat. Hari ini mereka menanyikan dua lagu, kamu dan kenapa mengapa.

Iqbaal langsung membantingkan tubuhnya di sofa. Direnggangkan otot-otot yang mulai kram. Sungguh hari minggu yang sangat melelahkan.

“Benar-benar capek!” seru Bastian dan ikut membantingkan tubuhnya ke sofa yang lainnya. Dalam hitungan detik, Bastian terlelap dari tidur. Dia sudah menjelajah ke dunia mimpi.

Bukan hanya Bastian yang ikut membantingkan tubuh mereka ke sofa, Bang Kiki dan Aldi melakukan hal yang sama. Ternyata kelelahan juga menghinggapi tubuh mereka. Raut wajah mereka tampak letih yang teramat sangat. Wajar, dalam dua hari mereka harus pulang pergi dari Jakarta – Pekanbaru. Bukan sebuah perjalanan singkat, namun perjalanan yang cukup panjang.

“Ki,” tiba-tiba sebuah suara  bergema. Sedikit memecahkan kesunyian yang sedari tadi meraung.

Seketika tiga orang yang masih sadar – Kiki, Aldi dan Iqbaal – menolehkan kepala. Didapati sesosok road manager sedang mendonggakkan kepala di dekat pintu. Dia menatap ketiga cowok itu sekilas, kemudian terfokus kepada sosok leader Coboy Junior.

“Ki, kamu dipanggil Om Roy,” ujar Om Jimmy.

“Ada apa?” tanya Bang Kiki binggung.

Om Jimmy menaikkan bahu sedikit. “Tidak tahu!” jawabnya singkat.

Dengan rasa malas, Bang Kiki bangkit dari sofa dan beranjak pergi. Diikutinya langkah Om Jimmy yang menuju ke sebuah ruangan. Sekarang tinggal Aldi dan Iqbaal dalam pemikiran masing-masing.

Memang sejak kejadian di Makasar, saat Iqbaal menyerahkan bunga kepada Salsha di hadapan para Comate (#Eaaa – Coboy Junior dan Winx (Part 9)), Aldi dan Iqbaal tidak banyak bicara. Mereka hanya saling tatap dalam mengekspresikan pembicaraan. Meskipun mereka tidak terlalu yakin apakah pembicaraan telepati itu dapat dimengerti atau tidak.

Sial!, runtuk Aldi kasar. Tidak nyaman bila hanya terus diam-diaman seperti ini. Seperti kelihatan orang bloon saja. Apalagi matanya tidak mau terpejam. Mengharuskan dia harus tetap menatap langit-langit rumah itu.

“Di, kita main PS yuk!” ajak Iqbaal tiba-tiba.

Aldi langsung membangkitkan tubuh. Matanya memandang lekat sesosok laki yang ternyata sedang memandang dirinya juga. Dan tanpa banyak kata, Aldi bangkit dari tempat duduk dan melangkah menuju di depan TV. Dipasang kabel-kabel untuk bermain PS. Dihidupkan TV sebagai monitor untuk memulai permainan itu.

Iqbaal hanya memandang saja setiap gerak-gerik Aldi. Dibiarkan cowok bermarga Siregar itu memasang setiap kabel. Tidak ada sedikit niatpun untuk membantu Aldi meskipun dia yang telah mengajaknya.

Setelah selesai, Iqbaal mengambil tempat di samping Aldi. Masih dalam keheningan, mereka bermain dalam permainan yang terlihat kaku.

“Aku akan mundur,” tutur Iqbaal tiba-tiba.

Spontan Aldi memberhentikan gerakan-gerakan menekan tombol. Dialihkan kepala menghadap Iqbaal. Matanya menatap dengan penuh tanya ke sosok yang masih fokus ke layar dihadapan mereka.

“Maksud kamu?” tanya Aldi dengan kening berkerut.

Iqbaal terdiam sejenak. Dia tidak lagi menekan-nekan tombol PS-nya dan tidak lagi memandang ke layar itu.

“Aku akan mundur dari sinetron Hanya Kamu dan__” gantung Iqbaal.

Perkataan itu sontak membuat Aldi terkejut. Tapi dia sebisa mungkin tidak ingin terkejut. Mencoba untuk bersikap biasa saja. Dia masih setia menantikan kalimat-kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Iqbaal.

“Dan akan mundur untuk mendapatkan Salsha,” akhir Iqbaal. Kemudian kembali fokus menekan tombol-tombol PS dan menatap layar di hadapan mereka.

“Kamu bercanda kan, Baal?” tanya Aldi dengan suara yang sedikit meninggi. Dia tidak percaya dengan kalimat pertama Iqbaal dan cukup senang dengan kalimat kedua dari mulut cowok itu.

“Aku serius, tidak sedang bercanda,” tukas Iqbaal memberhentikan menekan tombol-tombol dan diletakkan sembarangan dihadapannya. “Bila masih mengikuti syuting sinetron Hanya Kamu, hal itu sedikit menganggu proses pembelajaran di sekolah. Aku tidak mau bila hal sedikit itu berubah menjadi banyak dan merusak impianku selama ini. Aku tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku,” jelas Iqbaal memposisikan tubuhnya menghadap Aldi. “Dan Salsha,” tukasnya pelan. Dia diam sejenak seolah memikirkan sesuatu. “Aku sangat menyesal telah membuat hubungan kalian sedikit kacau. Seharusnya aku tidak boleh bertindak seperti itu kepada kalian,” lanjut Iqbaal dengan suara yang sedikit parau. Tampak penyesalan yang mendalam.

“Lalu apakah kamu sudah mengatakan kepada sutradara dan produser sinetron hanya kamu tentang keputusanmu ini?” tanya Aldi tidak mengubrisk kalimat terakhir dari Iqbaal. Dia lebih terfokus kepada kalimat pertama.

Iqbaal menggelengkan kepala pelan dan berkata ,”belum, kamu pertama orang yang tahu”

“Kamu hanya akan mundur dari sinetron Hanya Kamu, bukan Coboy Junior kan?” tanya Aldi sedikit memastikan dengan pendengaran.

“Tidak. Aku hanya mundur dari sinetron ini saja,” seru Iqbaal dengan cengiran. Tidak tahu apa maksud dari cengiran tersebut. Namun cukup membuat Aldi menghela nafas lega. Bila Iqbaal mengatakan ‘Iya’, maka boyband mereka akan sedikit hancur. Diakui, Iqbaal salah satu faktor mengapa Coboy Junior menjadi sangat terkenal dan mensejajarkan dengan boyband SM*SH. “Kita baikkan ya?!” lanjut Iqbaal menyodorkan tangannya.

Aldi mengambil tangan itu tanpa ragu. Mereka bersalaman cukup lama hingga mereka dikejutkan dengan sebuah suara pintu yang dibuka. Ternyata Bang Kiki sudah selesai dari pembicaraannya dengan Om Roy. Leader mereka itu kembali merebahkan diri di sofa dan terlelap dalam dunia mimpi. Sepertinya pembicaraan dengan Om Roy tidak terlalu penting. Lihatlah, dia begitu santai tidur beralaskan sofa tersebut.

“Yuk, kita main lagi!” ajak Aldi kembali menekan tombol PS.

Iqbaal menganggukkan kepala dan mengambil tombol PS tersebut. Mereka kembali fokus pada layar berwarna dihadapannya.

23907_529912823694235_1681584984_n

^&^

Bastian membaringkan tubuhnya di lantai beralaskan karpet merah. Dia baru saja selesai mandi dan langsung merebahkan tubuhnya di ruang keluarga tersebut. Tangannya tidak pernah lepas dari Blackberry hitam. Sekali-kali dia memandang singkat kalimat yang beberapa menit lalu diketiknya.

Trit.. trit… Tiba-tiba sebuah suara kecil mengagetkannya. Ada SMS masuk dan itu dari Baby. Ditekan tombol kotak masuk dan terlihatlah sebuah kalimat. Seketika dia menghela nafas lega. Kalimat itu memberikan ketenangan sejenak. Untunglah Baby baik-baik saja. Dia ternyata tidak di bully.

Sebenarnya Bastian sangat takut ketika mendapati foto dirinya dengan Baby bertebaran di dunia maya. Bukan takut karena akan merusak citranya, tetapi takut kalau mantan kekasih – Baby – menjadi menderita. Meskipun dia dan Baby sudah berstatus mantan, tetapi dia selalu melindungi cewek-cewek yang pernah menjadi mantannya.

Pesan terkirim!

Tiba-tiba sebuah laporan pengiriman membuat mata Bastian menjadi terbelalak. Ternyata karena banyak gerak, tanpa sengaja pesan itu justru terkirim.

“Tidak perlu menyesal. Bukankah tadi aku bermaksud untuk mengirimnya juga,” ucap Bastian menyemangati dirinya. Tidak ada yang perlu disesali.

Sejak pembicaraan Aldi dan Naufal dan ketika tidak sengaja mendengar pembicaraan Aldi dan Iqbaal, dia memang sudah berencana untuk menyatakan perasaan. Dia sudah menetapkan hatinya. Ternyata dia sangat menyayangi Salsha. Berbeda dengan rasa sayang kepada Bella maupun Steffi. Dan dia tahu kalau sikap ini merupakan kesalahan besar. Apalagi cewek yang menjadi sasaran pernyataan cinta itu adalah cewek yang pernah menjalin hubungan dengan sepupunya. Tapi dia tidak peduli. Saat ini dia hanya ingin mengutarakan rasa spesial di dalam hati. Jujur, sejak Aldi dan Salsha pacaran, dia sudah menyukai Salsha. Bahkan jauh sebelum Aldi mulai dekat, perasaan itu sudah tumbuh. Hanya saja Salsha tidak menyadarinya, begitupula para personil Coboy Junior dan Winxs. Mereka hanya tahu kalau Iqbaal dan Aldi yang tergelut dalam cinta segitiga diantara Salsha.

Waktu terus berlalu. Masih tidak ada jawaban. Bastian tahu, pasti Salsha sangat syok. Dia pasti sedang kebinggungan dengan tindakannya ini.

Masih belum ada jawaban. Dan karena kecapekan yang masih melanda tubuhnya, Bastian larut dalam lelap. Dia tertidur pulas dengan tangan yang memegang Blackberry.

13680_305689432884449_703492379_n

^&^

“Aldi, bangun!” teriak mama Melina dari balik pintu.

“Bentar lagi, Ma,” jawab Aldi singkat. Dia kembali menarik selimut. Ditutup lagi tubuh agar tidak terhinggap angin pagi.

Hari ini Aldi begitu enggan untuk mulai beraktifitas. Perasaan di dalam hati dan otak bagaikan lelah untuk menghadapi kisah percintaan monyet yang begitu rumit. Padahal baru kemarin dia bisa menghela nafas lega ketika mengetahui Iqbaal mundur untuk mendapatkan Salsha. Sekarang, dia harus dihadapan fakta baru yang didapatkannya dari adik Salsha dan fakta yang benar-benar membuatnya sangat terkejut dan tidak percaya dari sepupunya, Bastian. Dia menjadi ___ Bla… bla… bla…

426754_424948774218034_1843394978_n

Bagaimanakah kisah percintaan Coboy Junior dn Winxs selanjutnya? Apakah tindakan Aldi ketika mengetahui dua fakta yang sangat mengejutkan itu? Bagaimana pula tanggapan Bella saat mengetahui kalau Iqbaal mundur dari sinetron Hanya Kamu?

Nantikan saja kisah selanjutnya di # Eaaa – Coboy Junior dan Winx (part 12) –  For U, For Me dan For Us.

NB : Bila komentarnya sudah berjumlah 120, saya baru akan memposting fanfiction part 12–nya bertemakan For U, For Me dan For Us. Dan jangan lupa follow twitter @siska_khai. Terima kasih!

251 thoughts on “#Eaaa – Coboy Junior dan Winx (Part 11)

  1. bagus banget tapi ku nggak setuju kalau harus bella jahat ama salsa, bella jahat banget dia tela sahabat dikorbanin demi iqbaale

  2. Penulisnya PHP nih ,, selalu minta komentar banyak tapi gak pernah tepat janji idih malesin banget dah -,- nyebelin .. Padahal di part2 sebelumnya ajah penulisnya ngaret2 mulu !!!! Kalo mau posting tuh sekalian banyak kek biar gak puas pembacanya !! Kalo lo sibuk bisa kan posting beberapa part gituh jadi gak kelamaan nunggunya ..

  3. seru banget deh . tapi , salsha kan uda pacaran dgn naufal ntah artis mana tu , d twitter tu , banyak yg bilang salsha uda punya pacar ..

  4. next please dong !!!!! salsha dan aldi ,forefer,kalian cocok koq,semoga langgeng sampe besar pertemanannya ,kalo gak boleh pacaran lo ya ,hehehe,love you cjr dan winxs

  5. Critanya udah smakin bgus dn sru. . . . . . .
    tpi nunggu u/ lnjut part slnjutnya it lma bgt smpah. . . . bkin org gag mood nunggu.x. . . . .:/
    next dong plisss. . , . jgn klamaan and hrus npatin jnji biar tmbh bnyk yg ska sma blog int. . .

  6. Bagus keren banget kayak asli nih.. Good job for you (y)

    Part 12 Ώÿå di tunggu ya kalau bisa cepet” soalnya ketagihan nih hehehehe :D

    • Maaf, untuk smntara ngk bs ngepost part 12-nya. Sya sedng melakukan pengjuan fanfiction ini utk jadi buku. Jadi klo diterima, fanfiction ini akn jdi bku. Mhon dkungannya. Terima kasih :D
      Oya, mention anggota CJR dn Winxs agr melakukan perstjuan karakter ini sbg karakter orisinil! Mhon mentionnya. Terima kasih :D

    • Maaf, untuk smntara ngk bs ngepost part 12-nya. Sya sedng melakukan pengjuan fanfiction ini utk jadi buku. Jadi klo diterima, fanfiction ini akn jdi bku. Mhon dkungannya. Terima kasih :D
      Oya, mention anggota CJR dn Winxs agr melakukan perstjuan karakter ini sbg karakter orisinil! Mhon mentionnya. Terima kasih :D

    • Maaf, untuk smntara ngk bs ngepost part 12-nya. Sya sedng melakukan pengjuan fanfiction ini utk jadi buku. Jadi klo diterima, fanfiction ini akn jdi bku. Mhon dkungannya. Terima kasih :D
      Oya, mention anggota CJR dn Winxs agr melakukan perstjuan karakter ini sbg karakter orisinil! Mhon mentionnya. Terima kasih :D

  7. add My Facebook => Novika Azahra Vinezathia
    Like Fanspage => Comate Dan WInxsky Jakarta UTARA
    add Eskimi => NovikaMyFeLix04
    add PlanetBiru => Novika Azahra Comate
    Gabung Grup fb => WINXSKY
    Like my Fanspage => Novika New
    mau kenal lebih dekat lagi ?? sms => 083890536778

  8. Trus sampe kapan ka nunggu mention dari Mcjr dan Mwinxs, lama. .pengen cepet-cepet baca, trus folback jg lah kak @miaamita_96

  9. Et dah, cepet dong.
    Kalo disini semua orang bisa baca? Sedangkan dijadikan buku?! Kalo keburu habis gimana dong? Share aja kenapa sih! Please!

  10. saran saya sih, alangkah lebih baik penulis menyelesaikan yang ini dulu atau membuat ending pada fanfiction ini. Supaya pembaca juga tidak merasa kecewa. Kalau ingin di buat menjadi buku, biar tetap menarik, buatlah ending atau konflik yang berbeda dari fanfiction ini. Karena para pembaca telah menunggu lama apa ending dari cerita ini. Pembaca butuh kepastian kapan ending ini bisa di nikmati. Kalau menunggu bukunya mungkin bisa berbulan” , atau bertahun” kedepan. Saya tetap mendukung penulis untuk membuat buku, tapi buatlah ending agar penasaran terlepaskan.
    Terima kasih.

  11. ayo dong kak, lanjutin ajaa disini drpd dibukukan nnti banyak comate dan winxsky marah:) *maaf,cuma kasih saran doang -_-v

  12. ,iya tpi bli buku nya dimana??haduh,,ga usah buku2 an sgala napa!!!udah pnasaran nih1!!boro2 sampai part 30,part 12 nya aja belom,gmana sih??ayo ndonk???klau tau gini mending aku ga usah bilang-bilangin ke temen2 sya untuk membaca ini,kamu ga kasian sma saya apa,tmen2 sya pada protes nih,ktanya sampai part 30,part 12 aja belom!!ayo dong posting,,,pliss ah,klau modem mu ga ada siyal nih.pinjem pnya saya aja,,nih!!emang kartu modem mu apa an sih??pllss posting donk!!!!

  13. tau lama bnget sih,,,,,,provesional donk,udah kebelet nih,pengen tau crita slanjutnya,lagian komenya udah 120 ??lebih,ku mohon sangat lah,sama yang buat cerita ini.posting….ayo,,go..go..go,klama an udah luama banget nih,,,,ayo,plzz,sya mohon sangat,saya bolak-balik ke warnet nih,buat baca crita part 12 nya,,menghabiskan uang tau,,,kmu ga kasian ma aku,,,klo punya leptop sndiri mah ga msalah,punya orng kakak,bayar lagi,1 jam tiga rebuk/Rp 3000,

  14. sampai,kita kakek,nenek.ga bakalan di poting in,,,,,,,,,cape,deh:( $_$,,,kasian Rp 3000.bisa buat beli premer karet,dapet 20 biji,lumayan,buat ganjel perut,sambil nungguin part 12,,,,!hihihi

  15. aku minta tlong ya kk,yang buat cerita ini,posting in part 12 nya,mohon 3+7= 10 kali:(huhuhu,nangis nih..,mohon banget,,,ya kk plise,kalau udah di posing semuanya 12-30,aku janji akan folow twiter mu,dan mention in,dan aku janji akan beli buku nya,tpi bukunya di exsport ke kota ku,Rembang,jawa tengah,atau semarang jg ga papa?entar klau aku mudik ke semarang,aku akan mampir ke toko buku yang ada di sana deh buat beli buku nya,,,cuma satu kok syarat nya,posting in part 12-30,klau aku sempet aku akan mention in,cjr,buat nanya in,boleh engga,bibuat buku,,??klau ada waktu>>aku jg ga bisa bedain twiter nya cjr yang asli itu yang mana?kan ada banyak,??apa lagi twiter nya si iqbaal..banyakan yang nyamar2 jadi iqbaal gtu??

  16. ya,,kk,plise,jangan kecewain,kami,yang udah mati-an buat nyebarin karya mu ini,,ya,posting,ayo,,next,ya,,ya kk,,,,klau ga percaya liat facbook aku deh,klau aku bilang ke teman ku di facbook(hai sa??aku pnya informasi loh tntang coboy junior dan winxs,klau lo mau tau baca yah,# eeaa -coboy junio dan winxs part 1-30)aku bilang gtu sma tmen aku ,ini facbook nya temen aku ( kenisha fiona/kenisha angela),.,.??dia pnya 2.agamanya katolik,dia sms aku( cerita nya bagus),tpi dia nanya ke aku (lo,,kok ceritanya cuma sampai episode 11? kata nya sampai episode 30 gmana sih kamu ay?)dia sms aku gtu>>dia kira aku pembohong,klau di skolah aku d panggil aya..lalu aku jwab(mungkin,belom di bikin lg kali sa!!)aku jwab gtu,dan dia ga bales,,dia mrah sma aku,gra2 itu,tpi skarang kita udah baikan lagi kok,dan dia juga lg nunggu episode 12-30 nya,dan katanya juga dia udah sebarin ke teman di gereja nya,buat baca ini,sebagian tman gerejanya,ada yang suka sma cjr,dan winxs. yang paling trgila2 sma cjr namanya vanneta,temen gerajanya+temen skolah ku juga..jd tlong ya kk posting in ,kasian tmen ku smua udah nungguin..

  17. kk,plese part 12-30 nya,kami udah menunggu nih,plese kk jangan buat kami kcewa,,kami kan hanya komsumen mu,jd tlong jangan buat kami smua kecewa,,,kmi psti dkung kok soal pembuatan buku nya pasti ,di jamin 100%,tpi posting in,donk part 12-30 nya,,,kami smua udah engga sabar mau membaca,,,tlong yang bikin karya ini,bisa ngerti in,prasa aan kami,

  18. iya,kk,ga usah buku2 an sgala,kmi sudah senang kok,,walaupun begini,plese ya kk,tlong tpati janji mu,janji adalah hutang,lo,klau ga di tpapin bkalan di tagih,di akhaerat nanti,,,ayo kk,kmi smua kan udah memenuhi syarat nya,kami udah komentar sampai 120 lbih nih,

  19. ppllzzt,posting donk part 12-30 nya,kmi psti doa kan kok agar pembuatan bukunya berjalan dengan lancar,,tpi posting jga donk di internet/google,kan biar makin banyak yang baca,kakak untung,kami senang,bkan untuk kpentingan dri sndiri aja,kami udah penuhi syarat,yang kakak berikan(komen 120)dan kami udah penuhi syarat itu,skarang gantian doonk,kk yang tepatin janji kk,tentu saja kami yang membaca ini adalah fans cjr dan winxs.

  20. ayo dong katanya janji kalau part12nya kalau komentarnya 120 akan dibuat part 12nya sekarang komentarnya lebih dari 120 mana partnya tepatin janjinya dong!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  21. mna katanya tunggu 120 di bikinin part 12 nya,skrg lebih dari 120 lebih kok belum ada part 12 nya.tepatin janji nya dongg………………..

  22. wah,,,kuropsi ini namanya,omongan ga bsa di percaya,kita smua udah capek2 komentar,capek2 ngetik,malah engga di poting in,ayo donk next,,,,,udH 120 LBIH NIH,,,CPETAN DONK..bisanya cuma mntingin diri sendiri aja,,,,ayo poting buruan!!kita udah nungguin nih,, lama banget sih???bener tuh ,,ga usah pke buku2 an sgaala,,ribet aja,dan juga kasian tuh,yang ga punya laptop/iped.harus ke warnet,mana mahal lagi,,mending itu satu jam Rp 3000,la di rumah gw satu jam Rp 5000,ga mahal apa??ga pnya rasa ksian bnhet sih,klau ga niat buat bikin ga usah bikin,kalau mau di bukukan ngapain di posting internet sgala??kan kasian yang udah baca di sini??ku harap dunia sastra khai purple,bisa ngertiin kita semua!!maaf kan saya krena udah marah2!!tpi yang jlas kita smua kecewa banget!!saya cuma kasian aja sma yang gapunya laptop/iped,hrs kewarnet buat baca ini!!iya kalau di kasih sma orang tua,klau engga gimana hayo??iya kalau orang tua pnya uang,kalau engga?bisa nangis2 tuh?????

  23. sebelum,dibuat bku,mending selesein dlu,deh yang ini,biar ga panasaran,saya setuju sama ifa amiga :) mending lanjutin dlu fanfiction,yang ini!!!!daripada,pelaggan dunia sastra purple kabur semua,kan percuma di buatin buku juga??entar kalau yang beli buku udah engga percaya sama dunia sastra purple gmana?entar kalau mereka bilang begini(ngapain beli bku kaya begini an!!yang nulis aja ga nepatin janjinya buat memosting di internet,kita udah engga percaya lagi sama yang kya gini,)kan percuma juga di buat buku kan??kalau orang2 udah engga percaya sama anda(dunia sastra purple)..selesai in yang ini dlu baru di buat buku,kan lebih fun,kami senang,anda (duni sastra purple)beruntung:)ku harap bisa ngerti in kami semua ya(dunia sastra purple):)trima kasih

  24. wooyy,cepetan donk next……jngan bikin gw emosi!! diajak bicara sama bahasa manusia ga bisa,bisanya bahasa apa??bhasa hewan:( emang bener2 ya keterlaluan banget:(huhuhu,,,,kasian kan yang udah nungguin??lama banget!!klau ga di posting di jamin deh ga ada yang mau beli bukunya<<orang yang nulis aja pembohong gtu??ayo next,,,gilaa11lma nih??bisanya cuma enakin dri sendiri aja??maaf udah mrah2

  25. sampai sekarang kok ga ada part 12 nya??ayo donk next !!kesabaran ku udah habis nih :(mana bulan puasa lagi!!!gmana sih ga nepatin janji banget!!!kalaau tau bgini jadinya ngapain komentar sampai 120??ngecewain banget sih???????hi >:O

  26. parcuma kalau ini di buatin bku ga bakalan ada yang mau beli :(makanya jadi orang jangan pembohong kan jadinya ga dipercaya sma orng2:(huhuhu….pembohong…alasanya modem nya ga ada sinyal ^…^ msa ga da sinyal terus??nyebelin banget sih >:O

  27. part 12nya donk udah dri kmaren nih nungguin :p,,,ktanya di twiter kak siskamau di upload part 12 nya,,,??gmana sih??

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s