#Eaaa – Coboy Junior dan Winx (Part 10)

Awal atau Akhir ???

Suasana di dalam mobil begitu hening. Tidak ada suara-suara yang keluar. Mulut mereka seolah enggan untuk mengucapkan beberapa kata. Semua personil Coboy Junior larut dalam pemikiran masing-masing. Hanya suara AC mobil yang berdesir memecahkan kesunyian.

“Ketika tiba di hotel resepsi pernikahan Om Patrick, aku harap kalian menghilangkan semua masalah yang ada. Aku tidak mau sikap kalian yang uring-uringan dan badmood merusak suasana yang sedang bahagia,” tutur Bang Kiki menasehati. “Kalian mengerti kan?!”

Iqbaal, Bastian dan Aldi menganggukkan kepala serempak. Mereka mengerti dengan setiap kata yang terucap. Tanpa dikatakan Bang Kiki pun, mereka akan melakukannya. Mereka tidak ingin menyakiti hari perasaan produser yang telah memberikan ketenaran. Bukan hanya itu, mereka tidak ingin orang-orang pada mengetahui adanya kerenggangan di antara personil Coboy Junior. Sungguh memalukan bila berita tersebut menjadi hot news di infotainment gosip. Hal itu tambah memalukan lagi bila permasalahan karena adanya cinta monyet yang saling beradu.

Akhirnya tiba juga di hotel megah tempat resepsi pernikahan. Seperti perkataan Bang Kiki, mereka sebisa mungkin untuk menghilang gemelut dalam hati. Aldi dan Iqbaal mencoba untuk mengganggap kejadian di Makasar tidak pernah terjadi. Bastian sebisa mungkin menjadi sosok asalnya yang suka jahil dan playboy. Bang Kiki tetap menunjukkan sosok leader yang berwibawa dan bijaksana.

capture-20130324-002941

Meskipun begitu, personil Coboy Junior tidak pungkiri bahwa mata mereka mencari beberapa sosok perempuan. Mata mereka mencari personil Winxs yang telah menciptakan lika-liku cinta di antara mereka. Yeah, mereka berharap sangat besar – terutama Aldi – kebahagiaan ini akan membuat mereka terkena imbas. Setidaknya dia bisa terus menjalin hubungan percintaan antara dirinya dan Salsha.

*&*

Salsha turun dari mobilnya. Dia memang tidak pergi bersama dengan Steffi, Bella dan Cassie. Sebenarnya hari ini pun dia enggan untuk menghadiri pernikahan Om Patrick. Dia tidak mau melihat wajah Aldi dan Bella. Hatinya masih merasakan sakit yang amat dalam. Sikap Aldi yang tidak dikenalnya masih terukir dalam benakknya. Sikap Aldi yang tak biasa masih tertanam dalam relung hatinya.

“Sha, kok nggak masuk?” tanya Bang Kiki mendapati Salsha sedang berdiri di pintu masuk hotel. Cewek itu hanya terpaku memandang gedung megah tersebut.

“Sebentar lagi, Bang!” jawab Salsha singkat.

Spontan Bang Kiki memandangnya tajam sosok itu. Sebentar lagi? Ehm, sepertinya itu hanya sebuah alasan. Huh! Dia menghela nafas lega. Ternyata Salsha masih tergelut dalam permasalahan cintanya. Hubungannya dengan Aldi yang mulai renggang membuatnya selalu uring-uringan. Wajahnya pun selalu bertampak badmood tingkat dewa. Senyumanya jarang sekali bertebar indah. Matanya pun selalu sendu meratapi kisah cinta monyetnya.

“Kalau kamu tidak mau bertemu dengan Aldi, tidak apa-apa. Tapi kamu harus bertemu dengan Om Patrick untuk mengucapkan selamat,” tukas Bang Kiki menyadarkan Salsha – Yupz, sebelum Salsha berniat untuk masuk ke mobil dan pulang ke rumah.

“Ya, Bang!” angguk Salsha.

Pekataan Bang Kiki memang benar. Dia datang ke resepsi ini bukan untuk bertemu dengan Aldi, atau mempermasalahkan hubungan percintaan mereka. Dia berada di sini untuk memeriahkan pesta Om Patrick. Ingin mengucapkan selamat pada sosok yang telah mempertemukannya dengan anggota Winxs dan Coboy Junior. Meskipun pertemuan itu telah banyak merubah mereka dalam warna-warni kehidupan remaja.

Akhirnya Salsha pun melangkah kaki. Dia mengikuti Bang Kiki yang mendahuluinya. Ketika berada di dalam hotel itu, dia terpana. Matanya berbinar-binar. Resepsi pernikahan Om Patrick begitu megah. Banyak tamu-tamu penting dan kalangan artis yang datang. Senyum mereka berkembang sangat mekar. Tampak keceriaan memeriahkan hari paling bersejarah untuk Om Patrick.

“Sha, ke sini! Kita foto bareng,” panggil Bang Kiki dengan tangan yang melambai  memanggilnya.

Salsha segera menuju ke sumber suara. Dia langsung mengambil posisi di samping Bang Kiki yang berdiri di samping Bastian. Selang beberapa menit, Steffi mengambil posisi di tempat cowok bermarga simbolon tersebut. Dia berdiri di samping Bastian dengan wajah memerah dan malu-malu. Bukan hanya ada mereka berempat, tiba-tiba Cassie nimbrung di antara mereka. JPRET! Jadilah foto seperti di bawah ini. : )

269987_499193970115605_2099478913_n

Steffi benar-benar menikmati pengambilan foto itu. DUAR! DUAR! Hatinya seperti firework dalam lagu Katy Perry. Suara ledakan – yang mungkin bisa didengar oleh orang sekitarnya – tidak bisa menghentikan bibir untuk tersenyum lebar. Wajah yang memerah tak mampu lagi untuk disembunyikan. Rona itu mencerminkan hatinya yang sedang jatuh cinta. Perasaannya kepada Bastian tak terbendung lagi. Dia seolah tidak peduli bila orang-orang menatapnya aneh.

“Stef, Bella ke mana?” tanya Bastian yang seketika membuat wajah memerah Steffi menjadi pudar.

“Nggak tahu!” jawab Steffi jutek. Perkataan itu membuat hati menjadi terbakar panas cemburu. Yeah, padahal jelas-jelas wajahnya memerah karena sosok itu. Tapi entah karena Bastian bloon atau apa, dia justru menanyakan Bella kepadanya.

“Kalau kamu Cassie?” tanya Bastian kini bertanya kepada Cassie.

“Dia tadi BBM aku, katanya dia tidak bisa datang. Kakeknya meninggal dunia dan dia harus berkumpul dengan keluarganya,” jelas Cassie.

Oh, begitu toh! Pantas gadis itu tidak tampak di pelupuk matanya. Dan tidak tahu mengapa, hati sedikit merasa hampa. Seolah ada yang hilang dari dalam relung hati. Aneh – lebih tepatnya – sinting! Dia tidak hanya merasakan kehampaan itu saja. Ada kelegaan yang menghampiri. Jujur, diakui bahwa dirinya memang sedikit plin-plan. Tetapi begitulah kenyataannya. Dia tidak pungkiri kalau dia tidak mau melihat Salsha sedih. Dia tidak ingin melihat sang Shashalova itu menampakkan wajah murung. Dia tidah menyalahkan hati dengan perasaan suka yang masih ada.

“Foto lagi yuk!” seru Steffi sembari memanggil teman-temannya yang sudah berdatangan. Seketika mereka membentuk suatu perkumpulan baris berbaris.

Di hari resepsi pernikahan ini memang banyak teman-teman artis cilik yang datang. Ada personil Super K. Adapula Cristoper Kurniawan dan masih banyak lagi. Mereka hadir hanya untuk memeriahkan pesta pernikahan Om Patrick – orang yang telah menunjukkan dunia hiburan kepada mereka.

“Yuk!” ucap Cassie semangat. Kalau masalah foto, cewek bule ini memang tidak mau ketinggalan. Dia paling semangat daripada yang lain. Dan hal itupula yang membuatnya sering menjadi model majalah dan berjalan di atas catwalk.

“Bal, kamu juga ikutan!” seru Steffi mengajak cowok berbehel tersebut. “Kamu di sampingku saja,” serunya lagi dengan wajah tersenyum.

Iqbaal menganggukkan kepala mengiyakan. Ehm…aneh! Biasanya dia selalu menolak. Tapi sekarang Iqbaal justru menuruti ajakan Steffi. Dia menganggukkan kepala dengan mudah. Bibirnya tersenyum – tidak biasanya. Yupz… Tidak ada yang bisa membaca pikiran cowok tersebut. Saat Steffi meletakkan lengannya ke pundak Iqbaal pun, cowok itu hanya diam. Dia membiarkan lengan Steffi merangkulnya.

Bukan hanya Iqbaal yang menjadi aneh. Tingkah Bastian pun tidak kalah beda dengan cowok berbehel tersebut. Saat ini dia merasa sangat jealous melihat sikap Steffi yang seolah manja kepada Iqbaal. Hatinya terus memberontak takkala bibir Steffi terus tersenyum. Di lain pihak, dia tidak ingin menjauh posisinya dari Salsha. Ah, hatinya dalam keraguan yang tak terdeskripsi. Cewek itu masih berstatus pacar sepupunya, tetapi hubungan mereka mulai renggang. Lihatlah, Salsha seolah enggan untuk berada satu sentimeter dengan cowok itu. Untuk berbicara apalagi memandang wajah Aldi, pancainderanya seolah enggan. Dan Bella? Ehm… entahlah. Dengan cewek itupun, perasaannya tidak tentu arah. Apakah hatinya ini memang benar-benar seorang playboy, sehingga mencintai banyak gadis?

“Bas, geser dong!” tutur Cristoper membuat Bastian sedikit menjauh dari Salsha.

“Chris, geser dikit!” tukas Bang Kiki menggeser posisi Christhoper. Bastian semakin menjauh dari Salsha “Oke. Kami siap!” lanjut Bang Kiki sembari berteriak memberi kode kepada Om Jimmy – yang menjadi korban tukang foto mereka.

Satu. Dua. Tiga. Cheese keju! Dan jadilah foto dengan berbagai ekspresi.

69495_360589410698974_1831472915_n

“Kita foto lagi yuk!” pinta Cassie.

“Nggak! Aku nggak ikutan,” geleng Salsha. Kakinya pun menjauh dari barisan. Dia segera duduk di sebuah kursi panjang yang tidak jauh dari teman-temannya.

Huh! Salsha menghela nafas panjang. Wajahnya tidak lagi ceria. Bibir tidak tersenyum lebar. Dan tidak tahu mengapa, resepsi pernikahan ini seolah berjalan sangat lambat. Waktu satu detik bagaikan satu menit dan waktu satu menit bagaikan satu jam. Dia sudah mulai jenggah plus jenuh  dengan suara hiruk-pikuk ini. Dia tak lagi sanggup untuk menikmati hari bahagia Om Patrick. Atau lebih tepatnya, dia tidak sanggup untuk bernafas satu oksigen dengan Aldi.

“Sayang, kamu sakit?” tanya Aldi yang tiba-tiba telah berdiri di hadapannya.

Huh! Salsha kembali menghela nafas panjang. Sekarang dia tidak tahu harus berbuat apa. Masih ada rasa sakit yang tertancap di hatinya. Alhasil, dia hanya diam tanpa mengubris. Kepalanya pun tidak mendongakkan ke sosok suara itu. Untuk memandang Aldi saja, dia benar-benar sangat enggan. Bagaikan ada batu besar yang menumpuk di pundaknya dan membuatnya tetap menunduk. Yeah, saat ini dia benar-benar tidak mau berbicara dengan Aldi.

“Kamu marah?” tanya Aldi. Sekarang dia telah duduk di samping Salsha. Tangannya mengenggam tangan Salsha dengan lembut. Tampak ketulusan dari sikapnya. Namun Salsha justru bertindak sebaliknya. Dia melepas gengaman itu dengan kasar. Sorotan mata Salsha memancarkan kebencian. Perlahan kakinya melangkah menjauhi Aldi. “Maafkan aku, Sha!” cegah Aldi sebelum Salsha melangkah lebih jauh. Tetapi Salsha tetap mengubris. Dia pergi tanpa menoleh meskipun Aldi memanggil-manggil namanya. Dia melangkah kakinya menuju ke tempat teman-temannya sedang berfoto.

“Aku ikut foto ya?!” ujar Salsha nimbrung. “Chris, aku di samping kamu ya?!” pinta Salsha manja. Meskipun begitu, matanya tetap terfokus kepada Aldi. Dia berharap cowok itu memperhatikan tingkah manjanya. Dia ingin Aldi merasakan sakit hati yang selama ini dipendamnya.

420549_499199830115019_1124638408_n

“Boleh!” jawab Christopher dengan tersenyum. Dia mempersilahkan Salsha berdiri di samping.

Ah, ternyata Salsha mempunyai sifat dendam juga : ) : ) : ) Wajar sih, semua cewek – mungkin – pasti akan melakukannya. Setidaknya sang cewek ingin memberikan perasaan sakitnya kepada sang cowok. Dan begitupula dengan Salsha.

Bukan hanya sikap manja dan foto itu, Salsha semakin gencar untuk membuat Aldi cemburu. Dia sudah tidak bisa menahan rasa sakit hati ketika Aldi bersama dengan Bella. Yeah, meskipun dia tahu saat ini Bella tidak ada di sini. Tapi tetap saja dia masih merasakan ada sosok Bella di mata Aldi. Sosok gadis itu bahkan sudah terpancar jelas – bukan samar seperti dulu – di dua manik mata Aldi.

salsha dan cristhoper

*&*

Sialan! rutuk Aldi dalam hati.

Sekarang hatinya sedang terbakar api cemburu. Kemesraan antara Salsha dan Christhoper membuatnya tidak bisa menahan lagi. Sikap kalem berubah menjadi brutal. Sikap anak mami yang penurut tidak tampak lagi. Hanya tampak sosok Aldi yang egois dan penuh amarah.

Dan eng… ing… eng… Aldi pun menghampiri dua sosok tersebut. Dia benar-benar sudah tidak tahan melihat adegan mesra tersebut. Dia langsung menarik Salsha menjauh dari Cristhoper. Tidak dipedulikan pandangan orang-orang yang ingin tahu. Tidak dipedulikannya saat Cristphoper mencoba untuk menahan mereka.

“Apaan sih, Di? Lepaskan!” bentak Salsha kasar. Pergelangan tangannya terasa sedikit sakit karena genggaman Aldi terlalu kuat

“Ada yang harus kita bicarakan!”

“Aku nggak mau bicara apapun dengan kamu,” tukas Salsha jutek. Sekuat tenaga dia meronta-ronta. Namun tenaga Aldi terlalu kuat meskipun tinggi tubuh mereka sama. Oh, ternyata benar. Tenaga perempuan tidak bisa mengalahkan tenaga laki-laki.

Aldi tidak peduli. Dia terus menyeret Salsha menjauh dari kerumunan. Pandangan orang-orang yang menyelidik tetap tidak dipedulikannya. Saat ini ada yang lebih penting daripada mengurusi dan peduli dengan orang-orang kepo tersebut.

“Di, lepaskan. Malu tahu!” ucap Salsha setengah berteriak. Orang-orang kembali memandang mereka.

“Aku akan melepaskan kamu bila kita sudah di luar hotel!” tukas Aldi dengan terus memaksa langkah Salsha untuk mengikutinya. Akhirnya Salsha hanya menurut dan membiarkan Aldi membawanya keluar hotel.

Tidak ada siapa-siapa. Para tamu sudah masuk ke dalam hotel. Para sopir pun tidak tampak. Benar-benar tempat yang bagus untuk berbicara empat mata.

Aldi langsung melepaskan genggamannya. Ditatapnya Salsha yang merintih kesakitan. Sebenarnya dia tidak tega membuat warna merah di pergelangan tangan kekasihnya, tetapi tidak ada jalan lain. Salsha tidak akan mau berbicara dengannya bila tidak dipaksa. Sosok itu pasti akan terus diam tanpa kata.

“Sakit?” tanya Aldi pura-pura bloon. Pertanyaan itu tidak perlu dilontarkan. Bukti yang tertutup tangan kiri Salsha – untuk menahan rasa sakit – menjadi bukti konkrit. “Maafkan aku!” lanjutnya sembari menarik tangan kiri Salsha dan meletakkan tangan kanannya. Diusapnya pelan hingga dia yakin kalau sakit itu sedikit memudar.

Salsha hanya diam. Tidak berkomentar apa-apa. Saat ini dibiarkan Aldi mengelus pergelangan tangannya. Dibiarkan kehangatan cowok itu menghilangkan nyeri tersebut. Dibiarkan pula ketika Aldi membelai kepalanya lembut. Yeah, untuk hari ini saja!

Dan inilah jawaban dari episode kali ini?

Setelah 15 menit berlalu tanpa kata yang keluar, akhirnya Salsha telah memutuskan. Meskipun menyakitkan, tetapi dia harus melakukannya. Dia tidak ingin terus larut dalam rasa sakit yang tak dimengerti. Perlahan dia melepaskan setiap perlakuan lembut dari Aldi. Matanya tampak berkaca-kaca. Pipinya memerah menahan rasa sakit di pergelangan dan hati. Dan tes… tes… tes… ternyata air matanya pecah juga.

“Di, sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini! Aku akan merelakan kamu dengan Bella,” seru Salsha dengan linangan air mata.

“Apa maksud kamu, Sha?” tanya Aldi tidak percaya dengan kalimat yang didengarnya. Matanya terbelalak lebar karena keterkejutan. Deru nafasnya tidak teratur menyadari setiap makna dari mulut Salsha.

“Di, aku menyadari sesuatu saat mendekati Cristhoper tadi,” ucap Salsha bercerita. “Ternyata cinta itu begitu menyakitkan bila dipaksa,” lanjutnya terisak. Diusap kedua mata dengan jemari tangannya. “Meskipun diri berusaha agar untuk tidak peduli dengan menebarkan tawa dan senyum. Namun tetap saja  perasaan cinta itu sungguh menyakitkan. Bahkan lebih sakit daripada saat tubuh ini tertusuk pisau yang tajam,” ucap Salsha. Kini air matanya tidak tampak lagi. Hanya senyum indah di bibir yang bertebaran.

“Sha, aku__”

“Di,” potong Salsha sembari menggenggam tangan Aldi lembut. Matanya menatap tajam di kedua manik Aldi. “Aku ikhlas bila kamu menjalin hubungan dengan Bella. Aku turut senang,” lanjutnya. Perlahan tangannya melepaskan tangan Aldi. Kaki melangkah setapak untuk mundur. Badannya mulai berbalik dan melangkah menjauhi Aldi.

“Sha, kamu salah pengertian. Aku tidak menyukai Bella. Aku hanya menyukaimu,” seru Aldi mencoba menjelaskan. Namun Salsha tetap tidak membalikkan badan. Langkahnya semakin jauh. Dan saat Aldi mengejarnya, sosok itu tidak tampak lagi. Hanya ada suara deru mobil yang beranjak meninggalkan hotel. Salsha sudah pulang menuju rumah tercinta.

*&*

Aldi memandang lekat BB di atas meja. Tidak ada balasan. Teleponnya tidak diangkat. BBM-an tidak dijawab. Salsha benar-benar menghindarinya seratus delapan puluh derajat.

“Aldi, kamu kenapa?” tanya mama Aldi – Melina sembari duduk di sampingnya.

“Tidak ada apa-apa kok, Ma!” geleng Aldi.

“Serius?” tanya mama Melina lagi. Dia tidak percaya.

Sekali lagi dia menggelengkan kepala menyakinkan. Mama Melina hanya tersenyum. Kemudian dia berdiri dan menghilang dari balik lorong pintu. Saat ini dia tidak akan menceritakan pada mamanya tentang hubungannya dan Salsha yang telah berakhir. Mungkin belum sepenuhnya berakhir. Tidak ada kata setuju – putus – darinya. Salsha hanya memutuskan secara sepihak. So, dia masih bisa memperjuangkan hubungan percintaan di antara mereka.

Tiba-tiba mata Aldi melirik gitar di samping bufet kecil. Dia terhipnotis dengan kenangan saat dia menyanyikan lagu kamu untuk Salsha (part 2). Yeah, saat itu dia tidak peduli bila Comate bahkan Alovers akan membencinya. Yang dia pedulikan hanya satu. Dia ingin mengembangkan senyuman di bibir Salsha. Sama seperti saat-saat mereka berpacaran. Tetapi ternyata, sikapnya justru membuat Salsha terluka.

Perlahan Aldi beranjak mendekati bufet. Diambilnya gitar dan kembali ke posisi semula. Dipetiknya senar gitar dengan sembarang. Digumamkan mulutnya membentuk nada tak teratur. Ah, dia galau tingkat dewa! Buktinya dia tidak bisa menyanyikan sebuah lagu seperti biasanya. Untuk menyanyikan lagi kamu saja, mulutnya seolah terbatah-batah. Ternyata kegalauan ini membuat otaknya frustasi. Apalagi tidak ada lagu yang cocok untuk mendeskripsikan perasaannya. Tidak ada lirik yang bisa menuliskan kisah cintanya saat ini. Tidak ada kunci nada yang menyemangati hatinya.

229938_311468482292277_1613600057_n

*&*

Bagaimanakah kisah selanjutnya?

Apakah Aldi akan menyetujui keputusan Salsha dan mengakhiri hubungan di antara mereka? Bagaimana pula dengan Iqbaal? Apakah cowok itu akan senang mendengar hubungan Salsha dan Aldi yang telah retak atau sebaliknya? Lalu bagaimana pula perasaaan Bastian terhadap tiga gadis di dekatnya – Bella, Salsha dan Steffi? Siapakah yang akan benar-benar menjadi pilihan hatinya?

Mau tahu kisah selanjutnya? (Mau tahu aja atau mau tahu banget : ) : ) ? )

Nantikan kisah selanjutnya di di # Eaaa – Coboy Junior dan Winx (part 11) –  Separuh Aku and Go Back.

NB : Bila komentarnya sudah berjumlah 100, saya baru akan memposting fanfiction part 11–nya yang kisahnya semakin menegangkan. Di part 11 nanti banyak kisah tak terduga yang akan terungkap. Banyak perasaan cinta yang berbalik arah. Dan jangan lupa follow twitter @siska_khai. Terima kasih!

 

NBB: Maaf bila saya memposting FF part 10 baru sekarang, sebab banyak urusan yang harus diselesaikan. Mohon dimaklumi. Terima kasih! : )

270 pemikiran pada “#Eaaa – Coboy Junior dan Winx (Part 10)

  1. part 9 ada lebihan komentar tu, dicampur sekali dong biar jadi 100 :( nanti bila part 11 pasti kamu minta komentar sampe 200. aku jadi males mau baca

    • Sama aku juga jadi males , sekali posting cuma 1part orang mah sekalian banyak kek gituh biar puas pembaca bacanya .. Huh !!!
      Dari part sebelumnya minta komentarnya naek2 mulu padahal mah dia gak pernah tepat janjinya nyuruh2 doang komentar giliran udah lebih luamaaaaa banget postingnya .. Kalo ada urusan yaa sekali postingnya banyak gituh biar puas bacanya .. Ya kan ???
      Yg komentar juga cuma bilang “next next next dan next” kenapa mesti harus banyak2 !!!! *aneh tapi nyata bkakakaka

  2. Penulis yg trh0rmat, yg pling pinter, gak ksihan apa sma yg udah nunggu lama, tol0ng d0nk part 11 nya, enak kan klaw cerpen’y d sukai bynk orng, tol0ng ya, saya udah lma nich nunggu, sangking saya suka sma critanya, saya ulan critanya sampe 5x dari part 1-10, tol0ng ya.

  3. huuuft .. .. -_-’ lama beud sii iniie nge_posting ny part 11 ?
    apalah arti aku menunggu bila kamu .. .. gak posting .. .. jugaa .. .. :p
    hehehe :)

    #santaii ajh qw te”p tungguin ko’ ampe part 11.ny keluar :)

  4. insya allah qw bakal comment trs .. ..
    cz qw dh penasaran badaii ! ! ! !
    bwt smuanya kita b’doa serentak yu’ biar comment.ny cpt ampe 100 :p

    #hehehe

  5. Ayoo lah tepatin janjinya itu udah lebih dari 100 , tiap part masa harus nambah terus jumlah komentarnya .. Giliran udah jumlah komentarnya lebih dari yg di minta postingnya luamaaa ! Part 11 dongs

  6. Ayo dong posting part 11. . . .udah lbih 100 tuch komentx. . . . .
    pdahal critax udah bgus koq tpi kmux sich gag bsa npatin jnji. . .jdix pda bnyak yg kcewa. . . . :( coz lma bget d.posting. . . .

  7. teman-teman, untuk posting coboy part 11-nya agak lama, soalnya si admin sdng ngejar deadline lomba novel. Mohon pengertian dan harap dimaklumi.

  8. Kapan part 11 nya?
    Udh nunggu nih dari 1 minggu yang lalu ampe sekarang :(
    Pliss deh .. Jangan bikin penasaran

    Ouh ya 1 lgu mau nanya itu beneran kisah terjadi atau kisah hayalan doank?
    Klo itu cuma kisah hayalan yang bikin cerita ini aku kasih 2 jempol deh
    Klo ini cerita beneran terjadi jangan sampe aldi putus dengan salsha hufh

    Next donkkk plisss bnget deh
    Plisss jngan bikin kepo

  9. Bosen masa gue bacannya cerita yang part 1. Ampe part 10 terus sih .. :( #Bosen
    Mendingan part 11 ampe part 20 nnya di posting lgi aja.
    Ntar klo gx di posting pada kecewa soalnnya ceritannya bagus banget + kreatif lgi :)

    @IntanUtami5 mohon banget untuk part 11nya di POSTING.
    For you.. Yang bikin cerita ini ok :)

      • loe-loe smua pda gk sabar ya!si penulis jga lgi berusaha!kalian pda sabar aj,bca yg ada.toh kan ada serunya jga cerita2 sebelumnya.tpi menurut aq,walau aq agak jealous sma salsha.tpi aq liat2 cocok jga.menurutku kalo si cassie putusin naufal trus jdi pacar bang kiky?dan steffi dengan bastian.iqbaal dengan bella.dan salsha tetap dengan aldi.kalo pda ngalah,toh happy ending kan.aq hanya menyampaikan pendapatku saja.smua terserah si penulis

  10. HARUS PART 11 DAN 12 TERUS. INI UDAH LAMA BABGET AKU NUNGGU. NANTI BILA PART 11 UDAH KELUAR, KAMU MINTA KOMENTAR BANYAK-2. KAMU ENAK AJA URUSIN HAL LAIN MALAH KAMI KOMENTAR SEBANYAK YANG KAMU MAU. PATUTNYA SEBELUM KAMU URUSIN HAL PENTING KAMU,YAUDAH , POST DULU DONG CERITA SELANJUTNYA. EMANG HARUS TUNGGU APA ?

  11. part 11ny dong .. seru tau ! cape nih terus menerus tngguin part 11ny . kan komentarny uda lebih 100 . bukanny klaw komentarny uda b’jumlah 100 baru post part 11 ny . tpi , ini kn uda lebih 100 ? hhu . :)

  12. Para pembaca, sya mewakili temnd saya memberitahukan bahwa part 11 dan part 12 berbarengan akan keluar pada hari minggu tanggal 12 Mei 2013. Terima kasih.
    So, nantikan ceritanya!!!

  13. plishhhhhhhhhhh ayolah masa coment nya udah lebih dari 100 kok engga ada part 11 nya aku mohon plese,plishhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh tolong

  14. yess..!!akhirnyaaa…udh nunggu smpe sekian lama,smpe ada yg ngomentar pedass…dann.. Taraa..!!bentar lgi kta smua dpat membaca kisah slanjutnya.ayoo,pda sabar yahh..gk ush banyak cin-cong dech..tunggu ajaa..

    Salam manis darikuu..
    Maya desmia setyaningsih

    • wuuu…pda percaya aj!ngapain cba!buang2 waktu cma buat bca n ngoment smpe segini bnyk!yg bca cerpen gini nanti tambah bodo tau!sma,yg buat cerpennya!wuu..penipu!udh,pda gk ush ngomentar!buang2 wktu aj! >:-

    • wahh..kmu beneran bella(winxs)?beneran atw gk??klo iya,aq seneng bngt!!oh,ini kyk cerpen tentang coboy junior dan winxs.diambil dri fakta2 cjr dan winxs.tpi ini cma fanfiction kok..kyaaa!!beneran kmu bella winxs??

      • yaelah,ini pke ada yg ngaku bella winxs lg!gw ngoment cma memastikan aj.ini pda gk ngerti kta2 aq pas kemarin apa?gk ada capenya..ngapain si?bca2 kyk begini.gw cma nasehatin aj.oiya gw ksih tau ya buat MAYA rese bngt sih?gw cma nasehatin aj.loe ngebelain bngt sih ke penulisnya!

  15. yaelah,ini pke ada yg ngaku bella winxs lg!gw ngoment cma memastikan aj.ini pda gk ngerti kta2 gw pas kemarin apa?gk ada capenya..ngapain sih?bca2 kyk begini.gw cma nasehatin aj.oiya gw ksih tau ya buat MAYA rese bngt sih?gw cma nasehatin aj.loe ngebelain bngt sih ke penulisnya!

  16. aku pikir bella tuh nggak kaya gitu kenapa yaa dia kaya gitu egois banget aku kira dia setia sama iqbal taoi kaya gimi jadinya iiii aku jengkael banget sama yang namanya bella winx egois banget,kamu pikir kamu bisa dapetin aldi dari salsha????,,,,kau memang parasit…

  17. Ini cerita keren banget kaya asli!! Tapi ngelanjutinnya lama udh 1 bulan nih kok ga kluar2 ceritanya!! Aku cape nunggunya nih ayo dong lanjutin ceritanya

  18. Ternyata perasaan cinta itu tidak bisa di paksakan ..
    dan keputusan salsha itu benar lebih baik mengakhiri drpd hati yg harus sakit !!
    padahal aldi sma salsha itu udah cocok yg satu cantik yg satu ganteng ! @Alovers @salshalova :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s