#Eaaa – Coboy Junior dan Winx (Part 9)

Salsha VS Bella VS Steffi

Mata Salsha memandang langit-langit kamar dengan sangat berat. Malam tadi dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Matanya pun seolah enggan untuk terpejam. Yeah, perkataan Iqbaal – tentang Aldi dan Bella yang pergi bersama – masih terngiang di telinganya. Perkataan itu membuat hatinya terasa sangat sakit. Perkataan itu pula yang membuat air mata selalu berkaca-kaca.

Dan akhirnya air mata tidak dapat di bendung lagi. Sudah cukup butir bening ini bertahan saat makam pagi bersama beberapa jam yang lalu. Sudah cukup air mata ini tergeletak di pelupuk mata. Salsha tidak bisa lagi mempungkiri perasaan cemburu di dalam hati. Apalagi dia sungguh tidak menyangka, Aldi – sosok yang sangat disayangnya – mampu melakukan hal itu. Apakah semua laki-laki memang memiliki sifat selingkuh termasuk Aldi? Entahlah, tidak ada jawaban yang pasti. Tidak ada bukti konkrit tentang fakta tersebut. Namun yang jelas, hati perempuannya laksana menangis histeris. Hatinya bak terpotong-potong menjadi bagian yang sangat kecil. Bibirnya tidak mampu lagi untuk tersenyum tulus. Salsha benar-benar sangat terluka dengan sikap Aldi yang telah berubah.

Tok! Tok! Tok! Suara pintu kamar hotelnya bergema.

Salsha cepat-cepat menghapus air matanya. Dia bangkit dari tempat duduknya dan menuju pintu.

“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Cassie mendapati Salsha dengan senyuman terpaksa.

“Aku baik-baik saja kok!” jawab Salsha dengan suara bergetar.

Spontan Cassie langsung memeluk Salsha dengan erat. Dia sangat tahu bagaimana perasaan terluka gadis itu saat ini. Apalagi mata Salsha yang mulai berkaca-kaca cukup menjadi bukti sakit hatinya. Suara bergetarnya menahan air mata begitu memilukan. Perlahan Cassie menghela nafas panjang sejenak. Dia sedikit kecewe melihat sikap Salsha yang kelihatan cengeng. Seharusnya Salsha tidak perlu bertindak seperti itu. Umur mereka masih terlalu dini untuk mengenal rasa sakit karena cinta. Apalagi cinta ini hanyalah cinta monyet. Yeah, meskipun begitu dia tidak pungkiri kalau cinta monyet tetaplah perasaan cinta – yang   tak akan bisa dilupakan dengan mudah. Seperti perasaan cintanya kepada sosok Naufal di hatinya. Hingga sekarang pun, dia belum dapat melupakan cowok tersebut.

“Kita jalan-jalan yuk! Aku dengar di depan hotel ada sebuah taman,” seru Cassie sembari menarik Salsha keluar dari kamarnya.

“Tapi__”

“Sudahlah, lebih baik kamu ikut saja! Daripada kamu sendirian di sini dan membuatmu semakin menderita,” ucap Cassie tetap menarik tangan Salsha.

Salsha hanya diam, tidak lagi membantah. Dia pun membiarkan tubuhnya mengikuti langkah Cassie. Perkataan cewek bule itu mungkin ada benarnya juga. Bila sendiri, air mata ini pasti akan menyerbak keluar. Butir-butir itu akan membasahi kedua pipinya.

Di taman,

Salsha membentangkan tangannya lebar-lebar. Hidungnya dengan perlahan menghirup oksigen yang mengisi seluruh taman. Matanya terpenjam menikmati hembusan angin yang memainkan ujung rambut. Hatinya sedikit merasakan ketenangan. Luka di dalam hati seolah mulai tertutup dengan perlahan.

salsha dan cassie

Tit-tit-tit… Ponsel Salsha berdering. Dari Aldi.

Salsha langsung menghela nafas panjang. Tidak tahu mengapa hatinya menjadi terasa sangat sakit lagi. Luka di dasar hati bagaikan melebar dan terbuka. Nama yang terukir di layar ponselnya kini membuat pikiran bagaikan memberontak histeris. Air matanya pun seolah hendak tumpah dan mengalir dengan deras.

“Ada apa?” tanya Cassie menyadari sikap Salsha yang aneh.

Salsha menggelengkan kepala pelan. Perlahan memasukkan ponselnya ke dalam saku. Tangannya pun kembali membentang lebar. Matanya kembali terpejam menyambut kehadiran sang angin. Yupz… Saat ini dia tidak ingin membalas SMS Aldi apalagi mengingat nama itu. Biarlah dia melupakan sejenak kisah yang membuat hatinya menjadi kacau-balau.

*&*

Aldi memandang layar ponselnya dengan wajah cemberut. Tidak ada balasan SMS. Tidak ada balasan BBM. Panggilan teleponnya pun tidak diangkat. Padahal sekarang dia sangat rindu banget dengan Salsha. Dia ingin melihat senyumannya. Dia ingin mendengarkan tawanya. Dia  rindu dengan sifat imutnya. Namun perasaan itu tidak bisa terbalaskan. Hingga sekarang Salsha belum menampakkan batang hidungnya. Kemanakah gerangan?

21799_611552602203780_1637569194_n

“Ada apa, Di?” tanya Bella sembari duduk di samping Aldi.

“Kamu melihat Salsha?” tanya Aldi tanpa peduli dengan pertanyaan Bella.

“Tidak,” geleng Bella. “Tapi kata Steffi, Salsha pergi ke taman dengan Cassie,” lanjut Bella lagi.

“Taman di mana?” tanya Aldi sembari bangkit dari tempatnya.

“Di depan hotel”

“Aku mau ke sana dulu!” ucap Aldi sembari melangkah pergi.

“Aku ikut ya!” tukas Bella sembari memegang lengan Aldi. Cowok itu spontan menghentikan langkah. Matanya memandang lekat ke wajah gadis manis tersebut.

“Bel, kenapa beberapa hari ini kamu selalu mengikutiku? Bukankah kamu menyukai Iqbaal?” tanya Aldi tanpa basa-basi. Dia merasa sangat penasaran dengan tingkah Bella yang sedikit manja kepadanya.

Bella hanya tersenyum. Pertanyaan itu sudah diduganya. Dia tidak terlalu syok apalagi terkejut. Yah, dia sudah menyiapkan jawaban yang tidak akan membuat Aldi menolak permintaanya.

“Dahulu aku memang menyukainya, tapi sekarang perasaan itu tidak ada lagi. Aku mengikuti kamu karena kamu sepupu Bastian. Aku tahu kalau Bastian menyukaiku, tetapi dia tidak berani menyatakannya.” jelas Bella dengan berbohong. Jujur, bukan itu alasan sebenarnya. Bastian hanyalah sebuah tameng yang akan menyempurnakan rencananya. Bastian hanya kedok untuk menyelesaikan pengorbanan ini. “Makanya aku mengikuti kamu agar Bastian bertindak. So, tidak apa-apa kan aku meminta pertolonganmu? Dan mungkin saja sekarang Bastian juga sedang berada di taman,” lanjut dengan melipatkan kedua telapan tangannya di dada – memohon.

“Baiklah,” jawab Aldi dengan wajah innocent. “Yuk, kita pergi ke sana! Aku sudah kangen banget dengan Salsha, padahal baru beberapa jam tidak melihat wajahnya.” ujar Aldi beranjak pergi.

Bella menganggukkan kepalanya pelan. Dia mengikuti Aldi dari belakang. Matanya memandang lekat cowok bersuku batak itu.  Ada seraut penyesalan yang membara di dalam bola mata dan hatinya.  Yah, satu perbuatan lagi yang membuatnya menjadi pendosa. Sia sudah melakukan sesuatu yang melukai sosok Aldi. Dia sudah melakukan kebohongan yang menimbulkan bencana di hubungan Salsha dan Aldi. Dan dia pun telah memanfaat perasaan Bastian yang tak pernah menyakiti dirinya.

Maafkan aku Aldi! Maafkan aku Bastian! Maafkan Salsha!,” batin Bella dalam hatinya.

*&*

402316_282383995209553_1227758489_n

Iqbaal berjalan dengan gontai. Kakinya seolah berat untuk melangkah. Padahal suasana kota Makasar sangat berbeda dengan kota Jakarta. Kerimbunan pohonnya masih tetap terjaga. Suasana lingkungannya masih tetap asri. Hiruk-pikuk masih samar-samar, tidak seperti kota Jakarta yang suara hiruk-pikuknya bagaikan gong besar yang berdentum. Namun tetap saja tidak menumbuhkan bunga-bunga indah di dalam hati.

Tiba-tiba mata Iqbaal terpaku dan tidak pernah lepas untuk memandangnya. Hati bak berdegup dengan sangat kencang. Bibirnya langsung tersenyum lebar. Wajahnya menjadi cerah seperti mentari pagi.

“Ngapain kalian di sini?” seru Iqbaal sudah berada di dekat Salsha dan Cassie.

“Kami hanya mengirup udara segar. Lagipula bosan banget di kamar,” jawab Cassie disertai anggukan Salsha.

“Hai!” ucap Bella yang tiba-tiba telah hadir di antara mereka.

Seketika itu suasana mendadak hening. Mata Salsha pun langsung terbelalak terkejut. Sosok dibelakang Bella itu bagaikan meremukkan jantungnya. Iqbaal dan Cassie pun sama terkejut. Apalagi ketika melihat Aldi berada di belakang Bella dengan bibir yang berkembang. Dan tidak tahu mengapa, hati Iqbaal mendadak sakit. Bukan karena Bella, tetapi karena wajah Salsha semakin sedih. Wajah cantik itu terlihat sangat terluka. Yah, luka yang benar-benar sangat dalam.

“Cassie, aku kembali kamar dulu ya?!” pamit Salsha sembari pergi.

“Salsha, tunggu!” cegah Aldi.

Salsha tidak peduli. Dia tetap melangkah pergi tanpa menghiraukan panggilan-panggilan namanya yang bergema. Dia sudah tidak tahan dengan rasa cemburu ini. Rasa dikhianati semakin berkecambuk di dalam hatinya. Aldi dan Bella – yang datang bersamaan – membuatnya air mata hendak turun. Dia tidak mampu lagi untuk menahan air mata yang terbendung di kantung matanya.

“Di, nggak perlu kejar dia!” tukas Iqbaal mencegah Aldi mengejar Salsha.

Aldi langsungr menghentikan langkahnya. Matanya menatap wajah Iqbaal dengan sinis. Rasa benci tiba-tiba merenggut di hatinya.

“Kenapa?” seru Aldi setengah berteriak.

“Aku tidak perlu menjawab. Kamu pasti tahu jawabannya!” jawab Iqbaal beranjak pergi. “Oh iya, satu lagi. Aku tidak akan menghindar seperti dahulu. Sudah cukup aku menahan diri untuk kebahagiaannya. Aku akan bertindak sesuai perkataan hatiku meskipun akan menyakiti dirinya!” ucap Iqbaal dengan menahan amarah.

Aldi hanya terpaku. Dia terdiam tanpa kata-kata yang bisa terucap. Dia sangat mengerti dengan setiap perkataan cowok kelahiran bulan desember itu. Dia sangat tahu makna setiap untaian kata tersebut. Mungkin saat inilah Iqbaal menampakkan sifat asli yang tersembunyi. Cinta membuat sosok itu tidak bisa menahan kelogisan yang telah terjaga.

Sementara Cassie, dia hanya dapat memandang percakapan itu dengan geleng kepala. Tidak tahu sejak kapan, percintaan monyet itu menjadi lebih serius. Yah, perjalanan cinta telah mempengaruhi kehidupan mereka. Perjalanan cinta telah memberikan banyak rasa di kehidupan mereka. Masa-masa remaja diselubungi oleh benih-benih cinta menjadi fenomena biasa.

*&*

Fighting! Semangat! Cayo! Suara histeris bertemu sang Idola bergema mengisi ruangan pertemuan hotel. Suara itu semakin bergema delapan oktaf ketika para personil naik ke atas panggung. Saatnya Coboy Junior menghibur para comate. Untuk lagu ketiga performance ini, Coboy Junior akan menyanyikan lagu Kamu. Seperti biasa, Iqbaal telah menyiapkan setangkai bunga mawar untuk diserahkan kepada salah satu comate. Dan siapakah yang beruntung menjadi gadis sehari sang Soniq?

582311_446998638706806_1572708044_n

Mungkin inilah rasanya

Rasa suka pada dirinya

Lirik-lirik itu mengaung seisi ruangan. Suara hati dag dig dug para comate mulai mengalahkan irama lagu. Yah, Saatnya Iqbaal memberikan setangkai bunga itu. Dia melangkah perlahan mendekati para comate mencari sosok yang akan menerima bunganya. Eh, tunggu dulu! Tiba-tiba Iqbaal membalikkan badannya. Anehnya, dia mendekat ke arah empat cewek yang sedang menonton di samping panggung. Spontan comate Makasar kembali berteriak histeris. Yeah, tidak ada yang menyangka kalau sosok Iqbaal akan memberikan ke salah satu dari cewek cantik itu. Tidak ada yang menduga kalau Iqbaal akan memberikan kepada sosok Salsha. Benar-benar tidak ada yang menduga dengan tindakan itu termasuk Aldi.

“Terima kasih,” ucap Salsha menerima bunga mawar dengan ragu-ragu.

Dipandanginya Bella, cewek itu hanya memasang wajah datar. Dipandangnya para comate, para fans itu menatapnya dengan sinis. Dipandangnya Aldi, cowok itu hanya terpaku dengan wajah terkejut.

Sementara Iqbaal, dia tersenyum ria. Sikap Salsha – yang menerima pemberian bunganya – itu membuat hatinya bahagia. Bibirnya tidak mau berhenti tersenyum. Wajahnya tidak lagi tampak kemuraman. Hanya seraut kesenangan yang hadir di kehidupannya. Sikap itu benar-benar membuat hatinya ingin meledak karena cinta.

Seiring berjalan waktu pula, peristiwa pemberian bunga itu seolah hilang. Ah, ternyata salah! Pemberian bunga itu memberikan efek yang sangat besar. Om Jimmy saja bisa merasakan kerenggangan di antara personil boyband tersebut. Bukan hanya boyband cilik itu, girlband yang berdiri di sampingnya pun seolah memberikan sekat penghalang di antara mereka.

Eng… ing… eng… Akhirnya performance selesai juga. Saatnya mereka beristirahat melepaskan lelah. Iqbaal langsung mengambil tempat duduk di samping Salsha. Dia sudah tidak peduli dengan pandangan para personil yang mengganggapnya PHO.

“Apa maksud kamu memberikan bunga itu kepada Salsha?” ucap Aldi tanpa basa-basi mendatangi Iqbaal.

“Tidak ada maksud apa-apa,” jawab Iqbaal. “Tapi bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya kalau aku akan bertindak sesuai hatiku,” lanjutnya dengan tenang.

“Tapi Salsha itu cewekku!” bentak Aldi dengan nada yang benar-benar tinggi.

Spontan semua kru Coboy Junior memandang mereka. Mata-mata orang dewasa itu terlihat kebinggungan. Bagaiaman tidak?! Pemandang tidak biasa yang kini hadir di hadapan mereka. Perseteruan antara Iqbaal dan Aldi menjadi fenomena langkah. Yah, biasanya mereka selalu adem ayem tanpa pertikaian. So, tidak salah bila mereka terlihat kebinggungan seperti orang bloon.

Salsha benar-benar menjadi salah tingkah. Dua orang yang berseteru di tengah-tengahnya membuat diri seperti sebauh barang taruhan. Apalagi mereka bertiga menjadi pusat perhatian yang sedap untuk dilihat.

“Sudahlah, Di. Jangan membuat keributan,” ujar Salsha menenangkan Aldi. Dia sungguh tidak menyangka kalau cowok penyuka kacamata itu bisa semarah ini. Dia seperti bukan Aldi yang dikenalnya.

“Benar kata Salsha. Kalian tidak baik membuat keributan di sini,” tegur Om Jimmy. “Salsha, lebih baik kamu membawa Aldi ke tempat lain. Iqbaal biar Om dan Rizky yang urus,” lanjut Om Jimmy memerintah.

Salsha menganggukkan kepala pelan. Sebaiknya dua cowok itu memang harus dipisahkan sekarang. Perlahan dia menarik lengan Aldi dengan lembut dan membawanya ke ruangan sebelah. Untungnya ruangan itu tidak ada siapa-siapa. Hanya ada mereka berdua. Yah, di saat jam seperti ini orang-orang pada sibuk mengurusi para comate yang menyerahkan hadiah.

Salsha menghela nafas panjang. Dia memandang lekat wajah kekasihnya. Tidak tahu sejak kapan, dia seolah tidak lagi mengenal sosok Alvaro Maldini itu. Wajahnya yang selalu menenang berubah memerah akibat marah. Bibir yang tersenyum menghilang dan berubah menjadi gemerutuk gigi yang saling beradu.

“Sekarang kamu berubah, Di,” ucap Salsha memulai pembicaraan.

Aldi tersentak kaget. Matanya terbelalak lebar. Perkataan Salsha sungguh tidak dimengertinya.

“Apa maksud kamu, sayang?” ujar Aldi memandang manik mata Salsha yang mulai berkaca-kaca.

Salsha menggelengkan kepala pelan. Mulutnya bagaikan terkunci. Tidak tahu apa penyebabnya. Dia tidak bisa menjawab perkataan Aldi. Hanya air matanya yang tumpah. Yah, dia tidak dapat menahan bening itu lagi. Hati ceweknya bagaikan memberontak dengan semua kejadian yang menimpanya. Bella, Iqbaal dan juga kekasihnya ini seolah menyiksa batinnya. Apalagi sikap Aldi yang telah berubah membuat harinya semakin terpuruk.

“Sha, kenapa kamu menangis?” tanya Aldi sembari mengusap air mata yang mengalir di pipi gadis itu.

Salsha kembali menggelengkan kepala. Saat ini mulutnya seolah tidak mau terbuka. Hanya air mata yang terus mengalir. Sementara itu, Aldi hanya terpaku. Dia binggung dengan sikap Salsha yang tidak biasa. Apalagi dia tidak tahan melihat butir-butir bening yang menjatuh pipinya. Hatinya seolah terluka melihat Salsha mengeluarkan air mata. Hatinya bak dicambuk takkala air mata itu semakin deras.

*&*

Welcome back to Jakarta!

Akhirnya Coboy Junior dan Winx pulang ke Jakarta. Wajah-wajah mereka terlihat berseri. Senyuman di bibir sedikit berkembang. Meskipun seperti itu, masih ada yang berbeda di antara personil boyband dan girlband itu. Yupz… terutama Salsha, Aldi, Bella dan Iqbaal. Yeah, sejak kejadian itu Salsha selalu menghindar dari Aldi. Semua BBM, SMS, bahkan panggilan telepon tidak ada satupun yang dijawab. Sementara itu, Bella semakin mendekati Aldi. Dia tahu, sebentar lagi Iqbaal akan mendapatkan kebahagiaannya. Pengorbanannya demi cinta orang yang disayang membuahkan hasil. Meskipun dia harus menyakiti sahabat-sahabat yang disayangi. Sedangkan Iqbaal, dia selalu menempel dimanapun Salsha berada.

Contohnya saja selesai syuting. Iqbaal langsung mengambil tempat di samping gadis itu. Salsha pun tidak dapat berbuat apa-apa. Mau menghindar, dia merasa tidak enak. Mau mengabaikan semua pembicaraanya, dia merasa takut tidak sopan. Dan akhirnya, dia hanya membiarkan Iqbaal mendekatinya. Dia membiarkan Iqbaal sebagai tameng untuk menjauh dari Aldi.

36499_588001417882599_1185532997_n

Bella pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dia semakin mendekati Aldi dengan gencar. Dia tidak peduli setiap kali Aldi bersikap jutek kepadanya. Dia tetap acuh ketika Bastian menampakkan wajah tidak suka. Dia tidak mau ambil pusing setiap kali Bang Kiki menasehati atas sikapnya.

Benar, dia tidak mau memikirkan akibat buruknya. Yang harus dilakukannya hanya satu hal. Dia harus menyelesaikan pengorbanannya sampai akhir. Dia harus memastikan kalau Aldi akan putus dengan Salsha dan Iqbaal akan memiliki hati gadis cantik itu.

cats

Lihatlah foto di atas! Bella benar-benar melaksanakan  rencananya. Tidak tahu sejak kapan dia menjadi gadis yang menyakiti perasaan sahabatnya. Tidak tahu sejak dimana, dia menjadi gadis berperan antagonis. Yah, hanyalah ini pengorbanan cinta monyet yang dapat dilakukannya untuk Iqbaal.

Jujur, dia pun sama terlukanya dengan Salsha. Setiap melihat Iqbaal tersenyum dengan cewek itu, hatinya bak teriris. Tetapi dia cepat menyadari dirinya. Iqbaal tidak akan bahagia dengannya. Iqbaal tidak akan tersenyum di sampingnya. Iqbaal tidak akan tertawa lebar dihadapannya. Yupz… Cowok itu hanya akan bahagia dengan cinta Salsha. Dan dia tidak akan menyesal dengan perbuatannya sekarang.

Maafkan aku Salsha! batin Bella dalam hati dengan sedih.

Sementara itu, Steffi mengambil kesempatan yang ada. Dia selalu ingin dekat-dekat dengan Iqbaal. Dia seolah seperti perangko di kertas surat. Di mana ada Iqbaal, di sana pasti ada Steffi. Hal itupula yang menyebabkan kerenggangan semakin tampak di girlband winx. Dan hal itu pula yang membuat Bastian dan Bang Kiki semakin uring-uringannya.

*&*

Kmpul jm 7 d dpn hotel

Tit! Bang Kiki mengirim send all ke personil Coboy Junior dan Winxs. Malam ini mereka akan menghadiri sebuah undangan. Bukan undangan dari orang lain, tetapi undangan dari orang yang benar-benar sangat istimewa. Malam ini Om Patrick akan mengadakan resepsi pernikahannya. So, Coboy Junior dan Winx harus datang secara lengkap tanpa ada alasan sedikit pun. Mereka tidak boleh mengecewakan sosok itu apalagi dengan masalah cinta monyet.

Sebenarnya Bang Kiki sangat berharap banyak pada pesta ini. Beberapa hari belakangan, dia menyadari konflik besar yang sedang melingkupi diri mereka. Cinta monyet yang sangat rumit telah hadir di tengah kehidupan remaja. Dan sebagai leader, dia harus bisa mencari solusi. Setidaknya dia bisa mempersatukan lagi kerenggangan yang __ Bla… bla… bla…

Bagaimanakah kisah percintaan Coboy Junior dan Winx selanjutnya? Apakah pesta resepsi pernikahan Om Patrick akan mempersatukan kembali para personil itu, atau mungkin resepsi itu adalah akhir dari kisah persahabatan dan cinta di antara meraka? Apakah hubungan cinta Salsha dan Aldi akan berakhir atau sebaliknya? Bagaimana pula dengan Bang Kiki dan Bastian yang menyadari ada rasa cinta untuk Steffi? Ugrh… banyak sekali pertanyaan yang jawabannya sungguh membuat penasaran.

Mau tahu kisahnya?

Mau tahu kisahnya?

Mau tahu kisahnya?

Mau tahu kisahnya?

Mau tahu kisahnya?

Nantikan kisahnya di # Eaaa – Coboy Junior dan Winx (part 10) – Awal atau akhir???

capture-20130324-174701e

NB : Bila komentarnya sudah berjumlah 80, saya baru akan memposting fanfiction part 10–nya yang akan membuat para pembaca terus terbayang-bayang dengan kisahnya. Dan jangan lupa follow twitter @siska_khai. Terima kasih!

181 pemikiran pada “#Eaaa – Coboy Junior dan Winx (Part 9)

  1. Selalu begituh , yg kemaren ajah di part 8 kamu ngaret hahaha bener kan dugaan ku pasti bakalan minta naik2 lagi komentarnya .. Kasian tau pembaca ! Gak harus nungguin 80 kek orang yg baca ajah udah banyak .. Sekian lama menunggu cuma part 9 doang yg di posting beuh tega hahaha bosen tau nunggu lama-lama .. Gak kasian apah ? -,-

  2. Cerita kamu tuh udah bagus banget ,, harusnya banyakin dong partnya biar tambah seru bacanya .. Kalo kayak ginih keburu lupa sama cerita2 sebelumnya tau
    ditempat lain ajah sekali posting langsung banyak partnya jadi pembaca amat sangat puas -,- .. Ayoo dong tambahin lagi partnya
    udah nunggu lama banget loh !

  3. gatal bnget sich bella udah tau aldi cwoknya salsha masi aja mau,bnr2 gatal
    gak suka aku bella ama aldi,kasian salsha,bella bnr2 merusak hubungan org,salsha yang sabar ya pasti bisa koq kamu ama aldi,aldi syg koq ama salsha
    thank’s ya buat ceritanya top banget

  4. dasar bella kecentilan uda tau aldi itu milik salsha msh aja mau ngerebut aldi dr salsha.teman apaan u,katanya teman baik salsha tp msh ngerebut cowok nya.salsha u yg tabah aldi tetap sayang u kok dan u jg sayang kan ama aldi.

  5. bella kmu tga banget bkn shbt kmu sdh…
    cnta memng btuh pngorbanan, tpi bkn pngorbanan yg bsa bkn shbt sdh…
    pngorbanan tu bsa d lkukn dgn cra brsha mmbuat org yg kta cnta bsa jdi cnta sma u…

  6. kan udah bilang , bilangan komentar pasti meningkat . waduh lagi penasaran ni! soalnya sweet bangatttttt aldi ama salsha . part 10 dongggg

  7. Ih bella tega bnget sih kasian tau salsha sm aldi . Seharusnya klo kamu cinta sm iqbaal kmu hrus berkorban, tapi berkorbannya ga harus jadi PHO dong dan ga hrus merusk pershabatn

  8. Part 10nya dong , bete nih pengen baca cerita .. Pengen tau kelanjutannya
    nunggu 80 mah hadeehh bisa jenuh nunggunya .. Ayo lah posting sekalian yg banyak biar pembaca puas :)

  9. Part 9 kan kelebihan 47 komentar,truz berarti komntar part 10 nya 80 dikurang.i 47,, jadi kurang 33,,, gmana,,,para pembaca n pembuat cerita setuju pa nggak,,,, aq stuju bgt,,hhe

  10. Ini memang hanya cerita tapi, ceritanya seperti kisah nyata,,,mending tiap part nambah 5 aja…biar cepet… Next part 10 dan sterusnya.. Bagus banget…

  11. iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssssssssssssssssshhhhhhhhh
    si bella gituh amat yah :@
    seru sih bacanya,,tapi yg ngeselin si bellanya tuh PHO !!!!!!!!!!!!!!!!

  12. Ini dah lbih 80. . .
    tpi koq blum ada yg part 10. . .:(
    pdahal kan crita.a udah mkin sru. . . tpi lma bgt d.lnjutin. . . .bkin pnasaran ahh. . . .

  13. Iyaaa,, nhii..
    Uu dha MaU dekat 100 KomenTar,,
    taPhy part 10..
    Kok blumm MunCul2 JuGha…
    Dan SekaLian Part2 Lainx,, Kan KomenTarx Kelewatan,, Jady Part2 SelAnJutx harus ada…

    ###
    @AdhelyaCJRWINXS

  14. emang part 10 , kamu mau post kapan ? Tahun depan ? Kamu mau komentar sampai 80 , baiklah kami komentar sampai 80 tapi mana nya part 10 ? mana janji kamu ?!

  15. Hmm…. Bella cntk Sich cntik, tpi d blik it smw trnyta sft.y gut yh.?!
    Btw…. Nhy crta bneran trjd pd mrk or krngn doang!?
    Yng tw comment

  16. Share cerita.a jangan lama” dongg jangan tunggu sampek 80 komentar !
    Kelama.an soalL.a -_-

    Buaat cerbung kamu TOP bangeet dah 10 jempolL dari aku :)

    • prcy gx prcy sich..
      dr yg ak dger sich kta ny bgtu..
      Tp gx tau jg yva, alna kn bkn org ny lgsg yg ngmg..
      Jd, yva gtu dech..

  17. sbner ny, part 10 ny tu mau d share kpn to..?
    Ak mpe blak blik k sni, b’hrp da part 10 yg tba 2 nongol, tp ya gx da jg..
    hadeew, herman dech..

  18. Part 10 nya udh ada tuh…. pembaca / tmn2 jgn marah2 kemarin aku pinjem twitter tmn aku trus liat twitter penulisnya banyak tugas deadline makannya sabar dong jadi orang!!!!!!!

    • Benar, khai purple tmn dkt_ku. Dia memang sibuk banget! Sampe2 dia berhnti dalam orgnisasi kmpus!!! Jadi, pembaca jgn marah2 ya! Harap di maklumi!

  19. bella tu kyak kontol, aldi sma salsha udh cocok gx ush di ganggu lgi
    bella centiiiiiil bnget, dah jlex, centil, muka nya kyak konyollll, cepet, babi, anjingggg

    • ehh,,jangan,berkata kotor dong,,anak mana sih lu,,nyampah aja disini,,dasarr,,ga pernah di ajarin yah sma mamanya??apa ga prnah sekolah??huuuuu ,,nama aja fotocopy adek gue lagi-,-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s