#Eaaa – Coboy Junior dan Winx (Part 7)

Aku Melakukannya untukmu!

Steffi memandang dua orang di matanya dengan deraian air mata. Sudah tidak ada harapan untuknya. Bastian terlihat sangat bahagia berada di sisi Bella. Dia tersenyum dengan lebar. Dia tertawa dengan lepas. Wajahnya berseri bahagia. Steffi benar-benar merasa dirinya tidak bisa lagi untuk mendapatkan hati cowok itu.

“Kenapa kamu menangis?” tukas Bang Kiki heran mendapati mata Steffi penuh dengan bening-bening putih.

“Tidak ada apa-apa kok, Bang!” jawab Steffi sembari membersihkan air mata yang jatuh di pipinya.

“Benaran?” tanya Bang Kiki tidak percaya.

Steffi menganggukkan kepala pelan. Dia tidak ingin membuat cowok gembul itu menjadi sangat khawatir apalagi pada hari Ulang Tahun kekasihnya kini. Kalau boleh jujur, sebenarnya dia tidak sedang baik-baik saja. Dia sekarang sedang terluka. Hatinya bak teriris oleh belati yang sangat tajam. Bastian yang sangat disukainya – sejak bergabung dengan Winxs – ternyata tidak bisa melupakan Bella. Padahal dia sudah berusaha mendekatkan diri ke sosok itu. Semua cara pendekatan telah dilakukan. Tapi semuanya hanya sia-sia belaka. Semua gelap gulita tanpa lentera yang menerangi jalannya. Bastian sudah terlajur jatuh dalam cinta gadis itu.

“Oh ya, Stef. Tadi aku mendapatkan kabar dari om Patrik kalau Coboy Junior dan Winxs akan kolaborasi di konser Boys meet Girls. Kamu bisa mengatakan kepada anggota Winxs yang lain tentang berita ini kan?!” jelas Bang Kiki tegas.

Steffi kembali menganggukkan kepala. Waw, sungguh tidak menyangka. Job pertamanya nih sejak menjadi personil Winxs!. Sesaat dia bisa melupakan kegalauan yang merajai hatinya. Berita kolaborasi ini benar-benar membuatnya merasa sangat senang. Amazing, dia sudah lama menantikan job seperti ini dan semuanya menjadi kenyataan. Bukan hanya sekedar khayalan yang bergerak riang di atas kepalanya. FIGHTING, Steffi!

*&*

“Bas, aku ke tempat Iqbaal dulu ya!” ujar Bella menjauh dari Bastian yang hanya diam terpaku.

Yeah, dia tidak melakukan apapun. Kalau dia melarang Bella kepergian itu, dia tidak mempunyai hak. Tapi dia merasa tidak rela bila Bella menjauh darinya. Jujur, dia ingin memonopoli sosok Bella untuknya sendiri. Dia ingin senyum yang berkembang lebar hanya ditunjukkan kepadanya. Dia ingin hasrat cinta yang terpendam dari gadis itu terpancar pada tubuhnya. But, semuanya hanya angan-angan yang tidak tahu kapan terwujudnya.

Tiba-tiba mata Bastian terbelalak lebar. Dia sungguh tidak menyangka dengan sosok yang sedang dilihatnya sekarang. Padahal dia menduga, cewek itu tidak akan datang ke pesta ulang tahun Prilly. Tapi ternyata fakta berkata lain. Sosok itu sekarang tepat berada di hadapannya. Bahkan dia tersenyum ramah seperti biasanya.

“Hai!” sapa Hanggini.

“Hai juga!” balas Bastian kikuk.

Eng… ing… eng… Keheningan mendadak datang di sekeliling mereka. Bastian – yang terkenal dengan tidak bisa diam – seolah tidak bisa mengeluarkan katanya. Mulutnya bagaikan terkunci. Wajar, sekarang dia sedang dihadapankan pada sosok yang pernah berada dalam hatinya. Hanggini telah memberikan makna cinta untuk kehidupannya. Hanggini pula yang mematahkan sisi playboy dari raganya. Tapi Hanggini juga yang telah menghancurkan relung hatinya.

562027_188498471275322_1637415852_n

“Maaf mengganggu, kami dari Cek dan Ricek ingin kalian berkomentar tentang pesta Prilly ini!” tiba-tiba salah seorang wanita paruh baya mendekati mereka sembari membawa sebuah microphone. “Apa hadiah istimewa yang kalian berikan untuk Prilly yang ke-16 tahun ini?” lanjut wanita itu.

“Kalau aku tidak ada hadiah khusus. Mungkin hadiah khususnya hanya doa saja,” ujar Bastian dengan mengambil microphone. “Kalau Hanggini sendiri memberikan apa?” lanjut Bastian lagi sembari menyodorkan microphone kepada Hanggini yang tersenyum.

“Sama seperti Bastian. Doa yang menjadi hadiah khususnya, tapi aku juga memberikan sebuah kado istimewa untuknya,” umbar Hanggini cengengesan.

“WAH, kalian kompak banget ya!” tukas reporter wanita paruh baya itu cengar-cengir. “Bukankah dahulu kalian digosipkan pacaran. Apakah hubungan itu masih berlanjut?” tukas reporter itu lagi masih dengan cengar-cengir.

Bastian dan Hanggini spontan tersentak kaget. Oh God! Bagaimana hubungan asmara silam itu bisa diketahui oleh media massa? Padahal mereka sudah berusaha menyembunyikan fakta tersebut. Mereka sudah sengaja tidak mempublis di depan umum. Tapi sekarang? Entahlah, hanya waktu yang bisa menjawabnya.

“Kalau anda ingin mewawancarai tamu, aku akan membantu anda?” seru Bastian beranjak menjauh dari Hanggini.

Yap, inilah yang harus dilakukan. Saat ini cewek itu pasti sedang binggung untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hubungan mereka telah berakhir tanpa bekas. Hubungan cinta yang belum setahun itu telah pupus di tengah jalan. Dan Bastian sangat yakin, cewek itu pasti akan berbohong mengenai realita tersebut. Dia pasti tidak ingin – kalau hubungan yang telah berakhir itu – menjadi cover utama dalam berita gosip tersebut.

*&*

Bella mendekati Iqbaal dengan ragu-ragu. Dia tidak mau mengganggu perbincangan antara Iqbaal dan Prilly. Dua remaja yang berselisih empat tahun itu terlihat sangat akrab. Mata Prilly memancarkan kasih sayang dan cinta, begitupula sebaliknya dengan Iqbaal. Tapi aneh,  Bella tidak pernah merasa cemburu. Rasa itu bahkan tidak sedikit pun mengetuk pintu hatinya. Yeah, mungkin dia bisa membedakan makna pancaran yang keluar dari mata cowok tersebut. Apakah itu cinta atau hanya sekedar kasih sayang sebagai kakak?

14954_405892709501355_247564103_n

Samar-samar Bella mendengarkan pembicaraan mereka. Oh, ternyata Iqbaal memberikan sebuah tas biru sebagai hadiah ulang tahun Prilly. Gadis itu terlihat sangat bahagia. Lihatlah bibirnya yang tersenyum lebar. Dia begitu sangat terkagum dengan tas cantik tersebut. Prilly sekali-kali cekikikan membayangkan tubuhnya berpasangan dengan hadiah dari Iqbaal itu.

Perlahan-lahan orang mulai mendekati dua remaja – yang sejak tadi hanya bertawa ria. Pertama-tama Salsha yang menimbrung di antara mereka. Kemudian Cassie pun mendekati ikut masuk dalam gerombolan remaja itu. Ada pembicaraan yang sangat menyenangkan di antara mereka. Canda tawa mengelegar dari empat pasang mata tersebut.

302807_379193388837954_852089762_n

“Ada apa nih ketawa-ketawa?” timbrung Bella mengagetkan mereka.

“Iqbaal tuh, dia membuat lelucon yang sangat kocak,” seru Cassie dengan terpingkal-pingkal memegang perutnya.

Mereka kembali tertawa. Bella pun ikut tertawa meskipun tidak tahu kalimat apa yang telah terlontarkan oleh mulut Iqbaal. Tiba-tiba Naufal memecahkan keramaian. Suasana mendadak menjadi menegangkan. Salsha dan Bella menelan ludah dengan paksa. Prilly menjadi salah tingkah. Sedangkan Iqbaal, dia memasang wajah innocent. Dia benar-benar tidak tahu apa yang telah mengubah suasana ceria itu menjadi suasana suram bak neraka ini.

“Aku ke tempat Rizky dahulu ya!” kata Prilly beranjak pergi.

“Aldi tadi BBM aku. Dia mau berbicara sesuatu,” ucap Salsha sembari beranjak pergi menjauh dari suasana yang mulai kacau.

“Kami mau ngambil minum dulu ya!” permisi Bella dengan menarik tangan Iqbaal dengan paksa.

Sekarang hanya ada Cassie dan Naufal yang terdiam dalam keheningan yang tidak mengenakkan. Gara-gara kesalahpahaman itu, hubungan mereka sedikit retak. Bukan sekedar retak biasa, tetapu retak yang hampir pecah. Cassie pun menjadi sangat malas berhadapan dengan kekasihnya kini. Hingga sekarang, dia tetap diam terpaku tanpa banyak kata.

Say, kamu salah paham tentang SMS dan foto itu?” ucap Naufal membuka pembicaraan.

“Oh!” seru Cassie dengan uring-uringan.

“Say, aku serius tentang SMS dan foto itu. Kami__”

Belum sempat Naufal menyelesaikan kalimatnya, Cassie sudah beranjak pergi. Yes, Dia tidak mau lagi mendengarkan kata-kata dari Naufal. Untuk mendengar satu kalimat saja, dia merasa sangat enggan luar biasa. Yang dia butuhkan saat ini hanya satu, dia ingin menghilang jauh dari pesta ini. Suara ricuh sedikit membuat hatinya berkecamuk. Apalagi kenangan tentang kata SMS dan foto mesra antara cowok itu mulai mencuat ke permukaan.

Huh!, dia sungguh tidak menyangka kalau Prilly akan menyakiti dirinya. Bukan hanya dia, Bang Kiki pun pasti akan tersakit bila membaca pesan singkat itu. Bang Kiki pun akan terluka melihat foto mesra di antara mereka. Dan untungnya, Cassie masih bertindak wajar. Hingga sekarang dia belum menunjukkan dua bukti itu kepada leader Coboy Junior tersebut.

Yeah, dia tidak mau hubungan diantara mereka berakhir. Cukup hubungan mereka saja yang akan kandas di tengah jalan. Cukup hubungan mereka saja yang retak di telan sang waktu.

*&*

“Sayang, sudah bertemu dengan Bella?” tanya Aldi ketika Salsha menghampirinya.

“Udah, tapi semuanya terlambat. Mungkin hubungan Naufal dan Cassie akan berakhir,” seru Salsha menghela nafas panjang.

“Memangnya ada apa dengan mereka?”

“Tapi kamu tidak boleh bilang kepada Bang Kiki ya?” ujar Salsha sedikit mengacam.

Aldi menganggukkan kepala pelan. Dia benar-benar sangat penasaran. Apalagi melihat sikap Salsha yang terlihat lesu. Apakah kisah antara Naufal dan Cassie itu yang membuatnya tidak berdaya seperti ini?

So, ada apa dengan mereka?” ulang Aldi penasaran banget.

“Tiga hari yang lalu aku, Bella dan Cassie membaca SMS dari Prilly untuk Naufal. Kata-katanya sangat berbeda dengan kata-kata untuk seorang teman. Bukan hanya itu, ada foto mereka berdua yang sangat mesra,” jelas Salsha dengan menghela nafas panjang.

Aldi hanya mendehem pelan. Tidak banyak yang keluar dari mulutnya. Sepertinya dia sudah menduga dengan kisah tersebut. Pikirannya mulai melayang pada memori beberapa hari yang lalu. Sebenarnya Aldi melihat Prilly dan Naufal sedang jalan bareng. Mereka telihat sangat mesra seperti pasangan kekasih. Dan dia sungguh tidak menyangka bahwa pemandang itu benar-benar adalah sebuah hubungan. Dan tentunya akan banyak yang terluka dengan kisah itu, terutama Cassie dan Bang Kiki.

“Sha, aku janji tidak akan melakukan perbuatan yang dilakukan Naufal!” ucap Aldi tiba-tiba membuat wajah Salsha mendadak memerah. “Aku tidak akan membuat kamu terluka. Aku benar-benar sangat sayang kepadamu,” lanjut Aldi sembari mengenggam tangan Salsha erat. Matanya memandang lekat pada dua bola mata indah di wajah Salsha.

20130311-1538498

Salsha tersenyum lebar. Wajahnya semakin memerah laksana kepiting rebus. Happy, kata itulah yang terukir di keningnya. Dia benar-benar sangat senang mendengar perkataan Aldi. Pancaran kasih sayang dari mata Aldi menjadi bukti konkrit yang membuatnya melayang tinggi. Cinta begitu sangat indah. Dunia seolah tidak pernah berwarna hitam. Hanya warna merah muda yang menghiasnya. Oh, cinta itu bak pelangi setelah hujan.

Aku juga sayang kamu, Aldi!, gumam Salsha dalam hati.

*&*

Bella membawa Iqbaal benar-benar menjauh dari tempat Naufal dan Cassie berada. Dia tidak ingin keberadaan mereka membuat suasana di antara dua sejoli itu menjadi semakin tegang. Cukup ketegangan itu mereka saja yang menciptakan. Lagipula dia tahu, sosok manis ini pasti akan bertanya ini dan itu. Iqbaal terkenal tidak bisa diam – peringkat dua – setelah Bastian.

“Ada apa sih dengan mereka?” ucap Iqbaal mulai membuka pembicaraan.

Bella hanya diam. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Mau mengatakan “Selingkuh”, tetapi tidak ada bukti yang benar-benar konkrit, yeah meskipun ada foto mesra di antara Prilly dan Naufal, but tetap saja tidak bisa dibilang selingkuh. Mau mengatakan “Tidak ada apa-apa”, jelas banget kalau itu bohong. Iqbaal pun pasti bisa merasakan ada yang tidak beres di antara mereka.

“Kalau aku tidak akan melakukan perbuatan yang dilakukan Naufal meskipun akan membuatku sakit,” ujar Iqbaal membuat Bella mengeryitkan alis tinggi kebinggungan.

“Maksud kamu?”

“Aku tidak akan mau menjadi yang kedua. Aku tetap akan mencintainya tetapi tidak bermaksud untuk menjauhkan dari orang yang disayanginya. Meskipun itu akan membuat hati dan tubuhku terluka” jelas Iqbaal sembari memandang Salsha yang sedang tertawa riang dengan Aldi.

Ehm… begitu! Bella mengerti setiap larik-larik kata itu. Ternyata Iqbaal benar-benar sangat menyayangi Salsha. Dan sekarang dia benar-benar merasakan rasa sakit yang amat sangat di hatinya.

“Apakah kamu bahagia bila Salsha berada di sisimu!” ucap Bella mengagetkan Iqbaal dengan nama cewek itu.

“HAH! Maksud kamu?” tanya Iqbaal sedikit kaget, tetapi juga mengerti dengan makna perkataan Bella.

“Apakah kamu sekarang sedang sakit yang tak tertahankan? Apakah hanya Salsha yang bisa menyembuhkan luka itu?” tanya Bella bertubi-tubi.

Iqbaal mengerutkan keningnya. Dia kebinggungan. Kata-kata itu seolah mengisyarat sebuah makna lain.

“Sebentar lagi lukamu akan sembuh. Kamu akan bahagia dengan Salsha. Aku janji akan melakukannya untukmu!” ujar Bella sembari tersenyum.

Iqbaal kembali mengerutkan alis tinggi. Dia benar-benar binggung dengan perkataan Bella. Tapi tidak tahu mengapa, dia tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Wajah Bella yang ceria meruntuhkan kata-kata yang bermain dalam benaknya. Dia hanya bisa membalas senyuman ceria itu. Benarkah ini yang terbaik untuk dirinya?

*&*

Go! Go! Go!

Hei! Hei! Hei!

Akhirnya konser Boys Meets Girls tiba juga. Sekarang personil Coboy Junior dan Winxs sedang bersiap-siap di backstage panggung. Beberapa jam lagi, konser itu akan diselenggarakan live di MNCTV (Cari video-nya di youtube bagi yang belum nonton!) Untuk mengisi waktu, mereka hanya duduk-duduk santai sembari memandang hiruk-pikuk para kru konser Boys Meets Girls.

“Sayang, Winxs akan membawakan lagu apa?” tanya Aldi sembari duduk di samping Salsha.

“Kalau kolaborasi bareng Coboy Junior, kami akan membawakan lagu Cherrybelle. Judulnya Beautiful

“Kalau kami, akan membawakan lagu C.I.N.T.A,” ujar Aldi dengan membelai kepala Salsha lembut.

Salsha hanya cengar-cengir. Perhatian dan perlakuan Aldi membuat dirinya bak seorang putri. Dia bisa merasakan kalau Aldi benar-benar sangat menyayangi dirinya. Yap, begitupula dengan dirinya. Dia juga sangat menyayangi cowok bermata sipit tersebut.

“Foto yuk!” tarik Bella kepada Aldi yang mengagetkan mereka.

Eh, ada apa nih? Kok Bella tarik-tarik Aldi? Ehm… saat itu Salsha hanya bisa tersenyum lebar. Sebenarnya dia ingin marah, tapi dia tidak ingin merusak suasana. Apalagi dalam keadaan penuh kemeriahan konser ini. So, dia hanya menganggukkan kepala pelan mengantar kepergian Aldi.

“Aku ikutan ya!” timpal Steffi sembari duduk di samping Bella.

“Aku ikutan juga dong!” seru Iqbaal tiba-tiba. “Kamu juga dong, Sha!”

“Nggak ah, aku sedang malas,” ungkap Salsha dengan uring-uringan.

Huh! Iqbaal menghela nafas panjang. Salsha menolak ajakannya dengan enteng. Apakah tidak sebegitu pentingkah dirinya untuk gadis itu? Dan akhirnya dia pun dengan mengambil posisi di belakang Steffi. Sebenarnya dia ingin kalau sosok yang di hadapannya kini adalah Salsha. Yah, meskipun tidak ada salah juga dengan Steffi. Tapi cewek itu telah menolak dengan sangat-sangat santai. Membuat hatinya menjadi ciut saja!

“Cassie, duduk disampingku!” ujar Steffi memanggil cewek bule tersebut. “Kamu dibelakang Cassie, Bas!” lanjutnya sedikit memerintah.

“Yuk, Sha!” tarik Cassie.

“Tunggu, aku ikutan dong!” tukas Bang Kiki sembari mengambil tempat di samping Salsha.

Dan satu… dua… tiga… CHEESE Keju! Jadilah foto seperti di bawah ini. : )

59457_218981564899388_2052382213_n

“Waw, bagus banget fotonya!” seru Bang Kiki berdecak kagum.

“Iya, bagus banget!” ujar Bella dengan terkagum-kagum pula.

Salsha hanya tersenyum sedikit. Ada rasa iri yang berkecamuk dalam hatinya. Seharunya dia yang berada di belakang Aldi. Bukan Bella ataupun yang lain. Sementara Bastian sedikit merasa keguncangan dalam hatinya. Tidak tahu mengapa, hatinya sedikit bergejolak ketika Iqbaal berada di belakang Steffi. Ada aura cemburu yang seolah hendak keluar. Ada aura jealous yang ingin memuncrat keluar. Sungguh aneh dan dia tidak tahu itu apa.

Sedangkan Steffi sendiri, dia sepertinya sudah menyerah. Pemandang di ulang tahun Prilly telah mengiris tanjam di relung hatinya. Sejak itu dia ingin sejenak lepas dari kegalauan cinta ini. Bang Kiki dan Cassie? Yupz… mereka tetap mencoba tidak mencampuri urusan para personil tersebut. Hubungan percintaan mereka pun sudah membuat kepala menjadi pusing tujuh keliling. So, mereka tidak ingin menjadikan otak mereka hendak pecah.

*&*

Cinta. Cemburu. Pengorban. Semuanya menjadi deksripsi dasar yang mempertaruhkan persahabatan yang telah terjalin. Tanpa kalimat yang terucap, luka di hati bahkan tangisan histeris menjadi fenomena biasa yang membentang di antara mereka. Bagaimanakah kisah selanjutnya? Nantikan ceritanya di # Eaaa – Coboy Junior dan Winx (part 8) – Maafkan aku, Salsha!

Problema selanjutnya!

Menurut pendapat kalian (pembaca), apakah foto ini akan membuat Salsha sangat marah dan cemburu, atau dia hanya menganggapnya sebagai foto pertemanan saja? Silahkan komentar pendapat kalian ! : ) : ) : )

page

NB : Bila komentarnya sudah berjumlah 53 komentar, saya baru akan memposting fanfiction part 8–nya. Dan jangan lupa follow twitter @siska_khai. Terima kasih!

96 comments

  1. foto bella ama aldi jgn dimasukin donk bnc liatnya,klu foto salsha ama aldi baru top banget,ceritanya bgs banget moga salsha ama aldi bisa langgeng ya,next lagi donk yang part 8,thank’s

  2. cepetan donk part 8 nya seru bngt tpi aku mohon foto bela sama aldi jngn di adain lagi muak liatnya klo bisa mah foto aldi sama salsha aja yg di adainy

  3. cepetan. donk part 8 nya tlong
    foto bela sama aldi jngn di adain lagi
    klo bisa mah foto aldi sama salsha yg di adainya yg bnyak
    jngn lama2 yah part 8’y

  4. lama banget part 8 nya :( aku rasa kemarin bilangan komentar yang kamu mau 23 atau berapa ya. Kok sekarang 53 ? Makin banyak deh.

  5. Wach kereen bangeds sich cerita.x,,,, lanjut dongh ke cerita lanjutnya,,cepeet yaaa,,,penasaran nich… komen.x g ush bnyk” dongh.qw tnggu klnjtan.x eaa,,,

  6. aku ngomen lagi nih ada yang ketinggalan yaitu shalsa jangan mau kepancing sama sikap bella yang seperti itu kalau kamu memang sayang sama aldi kamu harus percaya sm your boysfriend.dan buat bella jangan bikin perpecahan ya perjuangkan cinta kamu sama iqbal dengan cara yang sehat enggak nusuk teman yang udh kamu anggap sebagai saudara dari belakang.udh itu aja BYE.

  7. Heh Salsa ga usa sok deh,Iqbal jg ngapain suka ma Salsa uda tomboy,Bella kasian banget sih qm korban bantuin Iqbal tuk Salsa

  8. bella kasihan deh tapi foto aldi dan bella jangan dipajang dong kasihan kan salsha pasti salsha cemburu ternyata bella nusuk temanya sendiri dari belakang

  9. bella aku tahu kamu melakukan itu agar iqbal bisa dekat dengan salshakan tapi apakah yang kamu lakukan itu benar justru itu malah membuat hati kamu sakit tidak kamu saja yang hatinya terluka salsha juga gara gara kamu deketin aldi kan salsha cemburu dasar modus,php,pho. KURANG KERJAAN TAU.

  10. Aldi cocok nya ama salsa ,,, bukan sama bella ,,,,
    kalau liat foto aldi sama salsa cocok banget ,,,,
    tapi kalau liat foto aldi dan bella benci banget deh rasa nya,,,, masa bella demi cinta harus nyakitin perasaan sahabat sendiri,,,,aah payah,,,,,, eith,,,,
    parti 12 nya donk lama amat sih kan kata nya,, udah nyiapin sampai parti 30,,,…….;D

  11. kalo,,menurut aku foto bella dan aldi itu,,membuat salsha cemburu lah:(jelas banget salsha cemburu,masa engga sih??walau pun ,,,fto itu cuma foto pertemanan aja..tpi tetap aja salsha cemburu-,-,,liat aja foto nya kya melebihi teman..kalau aldi dan salsha foto2 ga sampai kya gitu-__-

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s