#Eaaa – Coboy Junior dan Winx (Part 6)

Aku atau Dia!

Bella menatap tajam pada dua sosok yang tertangkap manik matanya. Ada bara api yang membakar hati dan pikirannya. Terasa sangat sakit dan menyesakkan. Air mata pun seolah hendak berjatuhan. Sungguh tidak menyangka kalau cowok itu benar-benar menyukai sosok Salsha. Padahal selama ini dia selalu menyangkal kalau cowok itu menyukai sahabatnya. Apalagi sahabatnya itu telah mempunyai seseorang yang sangat mencintainya. Namun sekarang pendapat tersebut pecah-belah. Semuanya retak dan tidak bisa dikembalikan.

Mata Iqbaal yang memandang Salsha dari kejauhan cukup menjadi bukti yang konkrit. Desahan nafas yang tidak teratur takkala berbicara dengan Salsha, sudah cukup menjadi arti cinta. Suara Iqbaal yang lembut ketika memanggil nama Salsha menjadi hal tak biasa. Saat ini Iqbaal benar-benar telah terjatuh dalam lubang cinta terlarang. Dia menyukai seorang gadis yang telah menjadi kekasih sahabatnya.

“Bal, foto denganku yuk!” ajak Bella sembari menarik Iqbaal menjauh dari kerumunan orang, atau mungkin lebih tepatnya pandangan yang dapat menangkap sosok Salsha.

“Apaan sih, Bel?” ujar Iqbaal sedikit membentak.

Bella hanya terpaku. Dia sungguh tidak percaya dengan pendengaran. Iqbaal tega membentak dirinya, yeah meskipun hanya bentakan kecil. Hatinya sedikit ciut. Bara api di dalam hatinya semakin berkobar lebih besar. Di lirik cowok itu, pandangannya masih tertuju pada cewek yang sedang berada di dekat Aldi. Dia menatap dengan sejuta rasa deskripsi cinta.

“Bal, foto yuk!” ajak Bella belum menyerah.

“Ok,” jawab Iqbaal singkat.

Eh, ada apa gerangan dengan Iqbaal? Bukankah selama ini Iqbaal selalu menghindar bila Bella ingin dekat-dekat dengannya. Beberapa menit lalu saja, dia masih bisa merasakan penolakan cowok tersebut. Tapi sekarang dia dengan santai dan enteng menyetujui permintaanya. Padahal dia tidak suka foto berdua apalagi dengan seorang cewek.

Huh!, sudahlah. Jangan banyak memikirkan hal yang tidak penting. Bella langsung tersenyum sumringah. Tapi rasa ke-PEDE-an itu kembali retak. Iqbaal tidak benar-benar berniat untuk berfoto dengannya. Dia hanya ingin menghindar sesaat rasa cemburu di dadanya. Dia hanya ingin mengubah suasana yang sudah berkecamuk tidak karuan menjadi ceria. Yap, dia hanya ingin menangkan hatinya yang bergejolak karena kemesraan Aldi dan Salsha.

“Makasih ya, Bal!” seru Bella dengan tersenyum.

A5sjzNqCEAEGoYS.jpg large
Iqbaal hanya menganggukkan kepala pelan. Perlahan dia beranjak pergi meninggalkan Bella yang masih memandang dirinya dengan sejuta ekspresi. Lambat laun, Bella tidak lagi menemukan sosok itu di matanya. Cowok itu seolah menghilang dari pesta birthday Prilly ini. Dia bagaikan menyakinkan diri Bella bahwa dia tidak bisa melepaskan Salsha untuk Aldi. Ah, ternyata Iqbaal terlihat sangat rapuh karena cinta. Sama seperti dirinya yang tidak berdaya melihat Iqbaal menyayangi Salsha.

*&*

“Sayang, kamu dari mana aja? Dari tadi aku cari kamu,” ucap Aldi spontan ketika mendapat Salsha di hadapannya.

“Apaan sih, di depan orang jangan panggil seperti itu dong!” tukas Salsha malu-malu.

Aldi cekikikan kecil. Lucu sekali melihat wajah Salsha yang malu-malu dan memerah. Dia terlihat sangat manis daripada biasanya. Ekspresi inilah yang paling disukainya. Sementara Salsha hanya dapat mencibirkan bibir. Kekasihnya ini suka sekali membuat wajahnya tersipu malu. Aldi selalu memberikan kejutan-kejutan yang tidak terduga. Seperti saat ini. Aldi memanggilnya dengan panggilan yang membuatnya melayang.

Aldi dan Salsha forever

“Oya, Sha. Kamu melihat Bella?” tanya Aldi sembari celingak-celinguk.

“Kenapa cari dia?” ujar Salsha sedikit jutek.

Aldi langsung terpaku. Ada apa dengan gadis itu? Tidak biasanya Salsha berkata jutek seperti itu. Bahkan mungkin tidak pernah dalam keseharian, kecuali kalau dalam pengambilan scene. Aldi meneliti wajah Salsha dengan seksama. Perlahan bibirnya mulai tersenyum. Ada seseuatu hal yang membuat hatinya tertawa gembira.

“Kamu cemburu?” kata Aldi sembari menyenggol siku Salsha pelan.

Salsha tersentak kaget. Wajahnya langsung memerah. Yeah, perkataan Aldi memang benar. Dia sangat cemburu setiap kali Aldi memanggil nama Bella. Dia sangat tidak suka kalau Aldi berada di dekat Bella. Kasih sayang kepada Aldi membuatnya selalu ingin memonopoli sosok itu. Sikap egois bagaikan tampak dipermukaan dan mempermainkan hati kecilnya.

“Aku cari dia mau ngomong sesuatu?” tukas Aldi sembari cekikikan.

“Ngomong apa?” tanya Salsha ingin tahu. Dia benar-benar tidak suka kalau Aldi berada di dekat Salsha.

“Aku cuma mau nyampain pesan dari Bastian”

“Bastian?” ungkap Salsha tidak mengerti.

“Kamu tidak tahu kalau Bastian menyukai Bella?!” jelas Aldi sembari berbisik.

Hah! Salsha melonggo. Dia tidak salah dengarkan dengan perkataan Aldi. Ehm… kalau dipikir-pikir sih, Bastian sering mengganggu Bella. Dia juga suka memberi perhatian lebih. Dia juga suka berada dekat-dekat dengan Bella. Oh… ternyata dia melakukan itu karena menyukai Bella. Padahal Salsha mengira kalau Bastian hanyalah melakukan hal biasa dilakukannya kepada cewek-cewek. Yap, dia adalah sosok terkenal playboy. Maka tidak heran melakukan hal yang seharusnya tidak biasa menjadi biasa untuknya.

“Kalau begitu, kita cari Bella-nya bareng. Sekalian aku mau tanya sesuatu tentang Cassie dan Naufal,” ucap Salsha sembari berdiri.

“Memangnya ada apa dengan Cassie dan Naufal? Mereka putus?”

“Nanti saja aku ceritain!,” ujar Salsha sembari menarik dan mengenggam tangan Aldi, kemudian mengajaknya pergi.

*&*

Bastian sedang celingak-celinguk. Kepalanya berputar ke kiri dan ke kanan mencari seorang sosok. Restoran untuk ulang tahun Prilly memang sangat besar, apalagi tamu dalam pesta gadis tersebut sangat ramai. So, tidak heran kalau dia sangat sulit untuk mencari satu orang gadis.

“Hai, Bas!” tegur Steffi sembari menepuk pundak Bastian.

“Hai, adikku sayang!” balas Bastian menyapa. “Kamu melihat Aldi?” tanya Bastian masih celingak-celinguk.

Steffi menggelengkan kepalanya. Sejak kedatangannya bahkan beberapa menit yang lalu, dia belum melihat Aldi. Salsha pun tidak tampak di pelupuk matanya. Dan sungguh mustahil untuk mengetahui keberadaan kedua sejoli tersebut. Lagipula dia yakin, dua orang tersebut pasti sedang pacaran di suatu tempat.

 269987_499193970115605_2099478913_n

Di liriknya Bastian dengan sejuta tanya. Ada urusan apa cowok itu dengan Aldi? Kalau ada urusan penting, seharusnya dia mengirim pesan saja. Atau dia bisa membicarakannya pada saat pulang ke rumah. Apakah ada urusan penting yang mengharuskannya untuk berbicara sekarang?

Steffi tetap diam. Dia malas untuk bertanya lebih jauh. Takut dibilang kepo oleh cowok tersebut. Dia hanya celingak-celinguk mengikuti sosok disampingnya.

“Kamu melihat Bella, nggak?” tanya Bastian lagi. Kepala masih celingak-celinguk.

“Ng…nggak!” ucap Steffi gugup.

Huh! Steffi menarik nafas panjang. Sebenarnya beberapa menit lalu dia baru saja berbicara dengan gadis manis itu. Dia bahkan sempat foto bareng dengan Bella. Tapi ketika Bastian menyebutkan nama tersebut, tidak tahu mengapa mulutnya berdalih terhadap pikirannya. Mulutnya ini seolah mengerti apa yang dirasakan di dalam hatinya.

“Memangnya ada urusan apa?” lanjut Steffi kepo. Dia sudah tidak peduli kalau seandainya cowok itu akan menjahili dirinya dengan sikap ingin tahu ini.

“Aku ingin menanyakan sesuatu”

“Sesuatu apa?” tanya Steffi benar-benar ingin tahu.

“Tadi aku menyuruh Aldi untuk menyampaikan pesanku. Aku mau mengajak Bella pergi nonton Film hari minggu nanti. Waktu itu syuting Hanya Kamu hanya sebentar dan meet and great masih lama,” jelas Bastian panjang lebar.

Steffi langsung terdiam. Mulutnya terkatup rapat bak dikunci oleh gembok nan besar. Nonton? Bastian ingin mengajak Bella nonton. Apakah cowok itu tidak sadar kalau Bella pasti – mungkin – akan menolaknya. Bella menyukai Iqbaal. Semua orang tahu itu. Steffi yakin Bastian pun mengetahuinya. Tapi mengapa cowok masih berharap mengejar dirinya.

Tanpa sadar, air mata Steffi menetes. Dia memiliki perasaan yang sama dengan cowok itu. Dia tahu kalau Bastian menyukai Bella. Dia tahu kalau Bastian hanya menganggapnya seorang adik. Tetapi dia tetap mencoba untuk mendapat perhatian lebih. Dia masih mencoba untuk menjadi seorang gadis – bukan adik – bagi cowok itu.

“Adikku sayang, kamu mengapa menangis?” ucap Bastian mendapati Steffi berlinang air mata.

“Tidak ada apa-apa kok!” tukas Steffi dengan mengusapkan air yang jatuh di pipinya.

“Aku sudah mengatakan hal yang buruk ya?” tanya Bastian.

“Tidak!” jawab Steffi singkat.

“Lalu mengapa kamu menangis?”

“Mataku dimasuki debu. Makanya berair seperti ini,” jelas Steffi sembari tersenyum. “Bas, aku ke sana dulu! Cassie sepertinya sedang memanggilku,” lanjut Steffi sembari melangkah pergi.

Bastian hanya mengangguk mengantarkan kepergian Steffi. Sebenarnya dia masih masih tidak percaya dengan perkataan Steffi beberapa menit lalu. Dia yakin mata Steffi bukan kemasukan debu. Dia yakin pasti ada sesuatu yang membuat gadis itu menangis. Tapi apa? Dia benar-benar tidak tahu apa penyebabnya.

*&*

“WOI, aku cari-cari juga!” ucap Bastian mengagetkan Aldi. “Ternyata kamu malah berduaan dan pacaran dengan Salsha,” lanjutnya sembari menyenggol lengan Salsha menggoda.

“Apaan sih lo, Bas!” kata Salsha malu-malu.

Bastian spontan cekikian. Wajah Salsha yang sedang malu-malu ternyata lucu juga. Sungguh wajar bila sepupunya sangat menyayangi gadis itu. Ehm, kalau boleh jujur! Dahulu banget… sekarang tidak lagi. Dia pernah mempunyai perasaan suka kepada Salsha. Tapi sejak tahu kalau Salsha dan Aldi sangat dekat. Dia mencoba untuk menjauh. Setidaknya dia tidak ingin merusak hubungan persaudaraan di antara mereka, dan tentunya juga hubungan persahabatan di antara Coboy Junior.

“Aku pergi ke sana dulu ya!” tukas Salsha sembari beranjak pergi.

“Waktu pulang, kamu bareng aku ya! Aku akan ngantar kamu pulang,” seru Aldi sebelum Salsah beranjak terlalu jauh.

Salsha hanya menganggukkan kepala pelan. Perlahan dia beranjak menjauh dari dua cowok remaja tersebut. Kini hanya ada Bastian dan Aldi yang akan mulai mengelut aktivitas baru. Mereka akan memulai pembicaraan panjang mengenai seorang cewek.

“Gimana?” tanya Bastian tanpa embel-embel kata basa-basi.

“Gimana apaan?” kata Aldi binggung.

“Pesanku. Untuk Bella”

“Oh,” kata Aldi cuma meng-oh panjang.

“Dia maukan?”

76233_131196620363971_1737298788_n

Aldi hanya cengengesan, kemudian berkata,”Aku belum nyampein pesannya. Lagipula mengapa kamu harus minta pertolonganku. Biasanyakan kamu selalu mengajak cewek dengan entengnya”

“Ini beda, di. Aku merasa kalau dia itu sangat spesial seperti Hanggini dahulu,” jawab Bastian dengan tersenyum.

Aldi menganggukkan kepala pelan. Dia mencoba mengingat-ngingat tingkah Bastian pada artis cilik yang menjadi putri sakura dalam sinetron blankon. Saat itu dia benar-benar terlihat seperti Bastian yang berbeda. Dia selalu menjaga image ketika berada di dekat Hanggini. Dia selalu bersikap sangat lembut dan memperlakukan cewek itu laksana putri. Dia benar-benar berbeda dengan Bastian yang sekarang. Pokoknya Bastian yang bukan dengan julukan sang Playboy.

So, aku harus tetap menyampaikan pesan kamu?” tanya Aldi.

“Iya,” jawab Bastian singkat.

“Tapi menurutku, lebih baik kamu yang menyampaikannya sendiri. Kamu yang ingin nonton dengannya, maka kamu juga yang mengajaknya. Lagipula aku tidak ingin Salsha cemburu,” seru Aldi sembari memandang Salsha yang tertangkap retina matanya.

“WAW, aku tidak menyangka Salsha bisa cemburu juga. Aku kira hanya kamu yang suka cemburu gara-gara Iqbaal suka dekat dengannya. Apalagi tadi aku melihat Salsha dan Iqbaal foto bareng. Mereka terlihat mesra banget deh!,” umbar Bastian sembari menunjukkan ke arah Iqbaal yang mendekati Salsha.

“Jangan ngomong yang enggak-enggak deh, Bas”

“Aku kan hanya ngomong yang aku lihat”

“Lebih baik kalau kamu mengurusi Bella. Dia kan sangat suka dengan Iqbaal. Kalau kamu bertanya kepadanya, aku atau dia?, aku yakin Bella pasti menjawab dia,” tukas Aldi jutek. Amarah sedikit meledak apalagi Salsha tersenyum lebar kepada Iqbaal. “Sorry, aku tidak bermaksud apa-apa kok. Aku hanya terbawa emosi,” seru Aldi menyadari perkataannya sudah keterlaluan.

“Aku mengerti kok!” ucap Bastian dengan wajah – yang sebisa mungkin – ceria.

Sebenarnya Bastian tahu fakta kalau Bella menyukai Iqbaal. Dia selalu memperhatikan cewek itu, so dia tahu bagaimana perasaan cewek itu. Tapi dia juga tahu, cinta Bella hanyalah bertepuk sebelah tangan. Cowok dengan fans Soniq itu hanya memperhatikan Salsha di mata dan dalam hatinya. Iqbaal pun tahu kalau Salsha telah menjadi kekasih Aldi. Dia masih belum menyerah. Begitupula dirinya. Dia tidak akan menyerah sebelum mendapatkan Bella sebagai kekasihnya.

Tanpa sadar, kaki Bastian melangkah menuju seorang sosok. Dia harus mengatakan keinginannya tersebut. Yeah meskipun di tolak, dia tetap akan berusaha.

*&*

“Hai, Bas!” sapa Bella mendapati Bastian mendekat ke arahnya.

Bastian hanya tersenyum lebar. Dia duduk di samping Bella tanpa banyak kata. Dia benar-benar bukan seperti Bastian yang biasanya yang suka blak-blakan. Sikap jahilnya pun tidak tampak dalam aura tubuhnya.

“Kamu melihat Iqbaal?” tanya Bella dengan kepala celingak-celinguk.

Bastian hanya diam. Nama itu lagi yang selalu keluar dari mulut Bella. Apakah tidak ada nama lain yang terucap dari sosok itu? Padahal saat ini dia tidak ingin mendengarkan kata itu, yap apalagi dari mulut orang yang disukainya.

“Jawab dong, Bas!”

“Dia sedang dengan Salsha,” jawab Bastian dengan nada tidak suka.

Bella menghela nafas pelaan. Tidak menyangka cowok itu berada di samping Salsha. Begitu banyak orang, mengapa cowok itu harus berada di dekat Salsha.

“Apakah aku tidak pantas disayang?” ucap Bella tiba-tiba membuat Bastian tersentak kaget.

“Maksud kamu apa?”

“Salsha sangat disayang oleh Aldi. Dia juga sangat disukai Iqbaal. Sementara aku__” ucap Bella tidak meneruskan kalimatnya. Dia sedikit terisak.

Bastian hanya diam. Dia menarik nafas panjang dan menghembuskannay pelan. Iqbaal membuat Bella sangat rapuh. Dia seolah tidak berdaya.

Perlahan, Bastian menarik Bella untuk berdiri. Dia mengambil ponselnya dan mengarahkannya ke Bella. Dan JEPRET!.

“Apaan sih, Bas!” seru Bella menyadari sikap Bastian yang mengambil fotonya.

“Kita foto yuk! Kamu tidak cocok untuk bersedih. Lebih baik kamu ceria”

“Tapi__”

“Sudahlah, jangan banyak tapi-tapian,” ucap Bastian tidak peduli.

Bella hanya pasrah. Dia membiarkan Bastian mengambil foto-foto dirinya. Dan akhirnya aksi Bastian tersebut membuahkan hasil. Bibir Bella kembali tersenyum. Dia kembali tertawa. Lihatlah foto di bawah ini! Bella terlihat sangat ceria. Dia merangkul Bastian dengan bahagia. Untuk sesaat dia dapat melupakan kegalauan dalam hati. Sementara Bastian pun, untuk sesaat dapat memiliki Bella.

548285_289414807838476_1932350827_n

*&*

Steffi memandang dua orang di matanya dengan deraian air mata. Sudah tidak ada harapan untuknya. Bastian terlihat sangat bahagia berada di sisi Bella. Dia tersenyum dengan lebar. Dia tertawa dengan lepas. Wajahnya berseri bahagia. Steffi benar-benar merasa dirinya tidak bisa lagi untuk mendapatkan hati cowok itu. Bla…bla…bla…

Mau tahu kisah selanjutnya?

Nantikan kisah yang akan membuat hati kalian berdebar-debar dengan ending ceritanya di #Eaaa – Coboy Junior dan Winx (part 7) – Aku lakukan untukmu!.

NB : Bila komentarnya sudah berjumlah 7, saya baru akan memposting fanfiction part 7–nya. Dan jangan lupa follow twitter @siska_khai. Terima kasih!

 

51 comments

  1. sumpahhh keran banget ceritannya, hah part 7 ending jangan dong aku suka banget ama cerita ini dan banyak juga yang suka masa endingnnya cepet banget lamaan lagi dongg endingnya ya pleasee

  2. aku suka banget sama ceritanya , kenapa gak buat di cercat Facebook ajah ??? Pasti pada suka de ..
    Lanjut terus yaa kalo bisa di Facebook biar bisa di tag gituh hehe :D #Sampe kebayang2 ceritanya kasih jempol FULL deh buat kamu yg bikin cerita inih

  3. Wah,,,,,
    seru banget yah,,, salam buat kaka coboy junior and kaka winx yah,,,,,,,:)
    terutama aldii,bastian and iqbaal nga lupa juga bang kiki ^_^

  4. Wah,,,,,
    seru banget yah,,,ka aldi cocok banget tuh cma ka salsa,,,,^_^ jangan sampai putus yah ka,,,ehehe
    salam buat kaka coboy junior and kaka winx yah,,,,,,,:)
    terutama aldii,bastian and iqbaal nga lupa juga bang kiki ^_^

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s