#Eaaa – Coboy Junior dan Winx (Part 3)

Shoot or Silent?

Akhirnya sampai juga! Coboy junior dan Winxs telah sampai di bandara Soekarno Hatta. Aldi dan Bastian baru saja masuk ke dalam mobil jemputan mereka. Iqbaal masih menunggu kedua orangtuanya yang sedang menjemput. Sementara Bang Kiki sudah tidak tahu rimbanya. Sedangkan anggota Winxs sudah pergi sejak satu jam yang lalu, hanya Salsha yang duduk sendiri di kursi penunggu.

Iqbaal beranjak mendekati Salsha. Dia masih mencoba untuk menetapkan hatinya untuk memiliki Salsha. Di akui, dia memang seorang anak kecil. Mungkin cinta ini pun hanya cinta monyet. Tapi dia tetap berusaha untuk dapat menjadikan hati Salsha untuknya.

“Eh, Iqbaal. Kamu belum di jemput?” kata Salsha sedikit terkejut mendapati Iqbaal sudah duduk di sampingnya.

“Belum,” jawab Iqbaal singkat. “Bagaimana hubungan kamu dengan Aldi?” tanya Iqbaal tiba-tiba.

Salsha terdiam, pertanyaan itu sudah bukan pertama kalinya Iqbaal lontarkan. Ada apa gerangan. Mengapa cowok berparas manis itu ingin mengetahui hubungannya dengan Aldi?

So, bagaimana hubungan kamu dengan Aldi?” ulang Iqbaal.

“Baik-baik saja, kok!”

“Tuh, jemputan kamu datang!” ucap Iqbaal menunjukkan seorang wanita yang mendekati mereka.

“Aku duluan ya!” seru Salsha beranjak dari tempat duduknya.

“Sha,” kata Iqbaal menghentikan langkah Salsha.

“Ada apa?”

“Apakah kamu sudah lupa dengan pertemuan pertama kita?” ucap Iqbaal serius.

Salsha kembali terdiam. Perkataan Iqbaal membuatnya syok. Pertemuan pertama? Sungguh dia tidak pernah melupakan pertemuan itu. Hanya saja, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa. Di satu sisi, dia ingin kembali akrab seperti pertama kali bertemu sebelum dia menjadi Coboy Junior. Namun di sisi yang lain, dia tidak bisa mempungkiri sosok Iqbaal yang sudah berubah dan menjadi terkenal. Apalagi sahabatnya sangat menyukai sosok yang kini menunggu jawabannya.

“Sha, yuk pulang!” panggil mama Salsha.

“Bal, aku pergi dulu ya! Mama sudah manggil,” ucap Salsha sembari beranjak pergi.

“Sha, hati-hati!” tutur Iqbaal mengantar kepergian Salsha.

 486385_387377204644908_1479965443_n

Salsha hanya tersenyum. Mungkin Iqbaal tidak berubah, namun keadaan yang kini berubah. Ada sebuah bentangan besar yang memisahkan hubungan di antara mereka. Hanya waktu yang tahu secara pasti, apakah hubungan itu akan tetap seperti ini atau kembali seperti dahulu?

*&*

Baru saja pulang ke Jakarta, Coboy Junior ada show lagi yang harus di selenggarakan. Sekarang show akan di adakan di Semarang. Dan sekarang mengharuskan mereka untuk menginap 2 hari di sana.

Semua sudah berkumpul dan pesawat siap landas. Semua orang duduk pada tempat masing-masing. Bang Kiki dan Bastian di kursi 38 B. Sementara Aldi dan Iqbaal di kursi 38 A. Suasana di antara kedua cowok – Aldi dan Iqbaal – tersebutsangat tegang. Om Patrick saja dapat merasakan aura berbeda dari bocah tersebut. Seolah ada sebersit kebencian yang tertanam di hati mereka.

“Aldi, tukeran yuk!” ucap Bang Kiki yang juga menyadari kerenggangan di antara personil Coboy Junior itu.

Aldi menganggukkan kepala mengiyakan. Lagipula dia sudah tidak bisa berlama-lama di dekat Iqbaal. Hanya sunyi senyap yang melanda di antara mereka. Sebenarnya Aldi tahu penyebab musababnya. Hanya satu sosok itu yang telah membuat mereka menjadi sosok pendiam seperti sekarang ini.

Posisi duduk mereka telah berubah. Aldi sudah duduk di samping Bastian, sepupunya. Bang Kiki pun telah duduk di samping Iqbaal. Suasana tetap sunyi. Iqbaal seolah enggan untuk mengeluarkan suara emasnya. Dia hanya terpaku pada layar BB-nya.

“Kamu dan Aldi kenapa, Bal?” tanya Bang Kiki bersuara.

“Tidak ada apa-apa kok!” jawab Iqbaal tanpa memandang orang yang bertanya.

“Apakah ini gara-gara Salsha?”

Iqbaal spontan memandang Bang Kiki. Mengapa cowok itu bisa tahu penyebabnya? Iqbaal mencoba bersikap tenang. Dia kembali fokus kepada layar BB-nya. Dia mencoba tidak mendengarkan lontaran perkataan Bang Kiki tersebut.

“Kisah percintaan jangan di ambil pusing. Umur kita masih panjang. Bila kamu memang menginginkan Salsha, kamu hanya perlu bertindak. Hanya dua pilihan yang harus kamu lakukan, shoot or silent” jelas Bang Kiki.

Iqbaal hanya diam. Pikirannya mulai bermain-main. Perkataan Bang Kiki ada benarnya. Dia harus bertindak sebelum Aldi bertindak. Yup! Iqbaal menganggukkan kepala. Dia sudah tahu apa yang harus di lakukannya.

*&*

SEMARANG! Hore, akhirnya sampai juga. Coboy Junior dan Winxs segera berganti pakaian. Satu jam lagi mereka akan melakukan show dan menghibur para fansnya. Coboy Junior menggunakan kemeja biru berpasangan dengan rompi hitam. Iqbaal menggunakan dasi kupu-kupu hitam seperti biasanya, begitupula dengan Aldi yang menggunakan dasi panjang hitam. Sedangkan Bastian tetap menggunakan kalung berlambang peace dan Bang Kiki tetap seperti biasa – tidak menggunakan aksesoris.

Konstum Winsx sedikit berbeda dengan Coboy Junior yang sedikit kelam dan berwarna sama. Personil Winxs menggunakan kostum berwarna cerah dengan berbagai warna. Mereka benar-benar terlihat sangat cantik.

“Foto, yuk! Pemandangan di sana bagus,” ujar Stefi sembari menunjuk sebuah taman di depan gedung.

“Males ah!” tukas Bastian enggan.

“Masa kamu gitu sih, Bas. Foto di sana kan bagus,” seru Stefi merenggek.

“Yuk, Bas! Masa kita hanya berfoto bertujuh, kan nggak enak banget,” seru Salsha semangat. “Yuk, Di!” lanjutnya sembari menarik Aldi.

Aldi menganggukkan kepala sembari menarik Bella yang ada di sampingnya. Salsha langsung jengkel melihat sikap Aldi yang seperti itu. Perlahan, dia melepaskan tarikkannya dan menarik Stefi. Aldi hanya bisa melonggo melihat tingkah Salsha yang sedang marah. Dia binggung apa yang menyebabkan gadis itu memasang wajah jutek.

406949_303824936397538_1043750247_n_

Satu, dua, tiga, cheese keju! Akhirnya terjadilah foto indah seperti di atas. J

Setelah selesai foto ria, Salsha segera beranjak memasukki gedung di ikuti Iqbaal di belakangnya. Aldi hanya memandang dengan gejolak aneh di hatinya. Memang tidak ada adegan mesra yang di lakukan Salsha dan Iqbaal, namun hati ini seolah tidak menerima adegan biasa tersebut. Ada kecemburuan yang membara di dalam hatinya.

Salsha langsung duduk di meja makan. Dia menenggelamkan kepalanya di dalam kedua lengannya. Pikirannya kacau. Hatinya menggelora dengan rasa asing. Air matanya ingin tumpah. Memang terlihat sedikit lebay, namun begitulah yang di rasakannya saat ini. Ternyata Aldi hanya menganggapnya teman. Cowok itu memperlakukan dirinya sama dengan teman-teman cewek yang lain.

“Kucing, kamu kenapa?” ucap Aldi menepuk pundak Salsha.

Salsha tidak mengubris perkataan Aldi. Dia tidak mendonggakkan kepalanya maupun memandang wajah Aldi. Untuk sekarang dia tidak ingin berbicara dengan sosok itu. Dia merasa sangat jengkel. Sikap Aldi tadi bukanlah hal pertama yang di lakukan terutama di depannya. Salsha menjadi benar-benar hilang akal menyadari sikap ke-GR-an selama ini. Aldi ternyata tidak menyukai dirinya.

Aldi menjadi kebinggungan. Salsha tidak seperti biasanya. Biasanya dia selalu sok cuek dan jaim. Namun saat ini, sosok itu telah hilang dalam dirinya. Aldi duduk di samping Salsha membiarkan cewek itu merasakan keberadaannya.

“Salsha, kamu mau bagaimana dengan hubungan kita?” kata Aldi.

Kepala Salsha langsung mendongak. Apa maksud perkataan Aldi tersebut? Mata Salsha memandang lekat wajah Aldi yang sangat serius. Tidak ada raut bercanda dari wajah cowok itu.

“Wah-wah-wah!” seru Bang Kiki memecahkan kesunyian yang ada.

“Cie, selalu berduaan terus,” tutur Bastian.

 320430_121360158017504_519724931_n_副本

Aldi dan Salsha tidak merespon. Pikiran Salsha masih mengambang dengan pertanyaan Aldi. Sementara Aldi pun binggung dengan lontaran mulutnya tersebut. Perlahan, satu per satu personil Coboy Junior dan Winxs mulai berdatangan. Aldi tidak melanjutkan lontaran tersebut. Salsha pun seperti tidak ingin bertanya lebih lanjut. Biarlah untuk sekarang hanya pikiran mereka yang berkelana mencara jawaban.

*&*

Malam pun berlalu. Rembulan datang memecahkan keheningan malam. Salsha memandang bintang dari balkon hotel. Perkataan Aldi masih terngiang-ngiang dalam benaknya. Kata-kata itu memutar-mutar otaknya hingga ingin pecah. Sudah 10 jam berlalu sejak perkataan itu, Aldi tidak ada lagi mendekati dirinya. Dia seolah menghindar. Kalau di pikir-pikir, orang yang harus menghindar seharusnya dirinya. Dirinya yang dibuat kebinggungan dengan perkataan itu.

Pip…! BBM masuk. Dari Aldi.

Bisa bertemu sebentar nggak? Aku tunggu di ruang tengah hotel

Hah! Ada apa nih? Mengapa Aldi mengajaknya bertemu? Salsha tidak banyak lagi bertanya-tanya dalam benaknya. Dia segera mengganti pakaiaan dan keluar dari hotel.

Di ruangan tengah hotel, Aldi sudah menunggunya dengan wajah memerah. Salsha sedikit kebinggungan dengan sosok manis Aldi yang seperti itu. Tidak biasanya dia berwajah seperti itu. Mungkin tidak pernah.

“Ada apa, Di?” tanya Salsha to the point.

“Duduk dulu yuk!” tutur Aldi mempersilahkan Salsha untuk duduk.

Salsha menurut. Dia segera duduk di tempat yang dipersilahkan Aldi. Dia duduk dengan manis dan siap mendengarkan perkataan Aldi selanjutnya. Namun beberapa menit berlalu, Aldi hanya diam. Bahkan kepalanya menduduk ke bawah. Keringatnya mulai bercucuran membasahi wajahnya.

“Aldi, ada apa sih? Kalau tidak ada apa-apa, aku masuk ke kamar ya?” tukas Salsha hendak beranjak dari tempatnya.

“Tunggu!” cegah Aldi. “Aku mau melanjutkan perkataan pagi tadi”

Wajah Salsha mendadak merah. Perkataan pagi tadi benar-benar membuatnya pusing tujuh keliling memikirkannya. Dan sekarang, Aldi ingin melanjutkannya. Ah, hatinya Salsha menjadi getar-getir. Dia kembali duduk dengan posisi semula. Wajahnya sekarang menduduk ke bawah.

“Sha, kamu  mau bagaimana dengan hubungan ini?” tanya Aldi.

“Hubungan? Maksud kamu?”

Aldi tersenyum dan mendekatkan posisi duduknya di dekat Salsha. Dia memegang tangan Salsha dengan erat.

“Aku sayang kamu, Sha. Aku tidak ingin hanya sebatas sahabat,” ucap Aldi sembari mendongakkan kepala Salsha. Matanya fokus ke arah mata Salsha. “Sejak pertama bertemu, aku sudah jatuh cinta kepadamu. Maukah kamu menjadi pacarku?”

Arghr… Hati Salsha berteriak. Benarkah yang didengarkannya sekarang? Aldi meminta untuk menjadi pacarnya? Perlahan Salsha menganggukkan kepala pelan. Spontan Aldi langsung meronjak kegirangan. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

“Terima kasih Salsha. Aku sayang kamu,” ucap Aldi sembari mengusap kepala Salsha dengan lembut.

Salsha hanya menganggukkan kepala pelan. Akhirnya dia dan Aldi berpacaran secara resmi. Tidak ada yang perlu dirisaukan lagi. Status mereka bukan lagi sahabat sangat dekat seperti dahulu. Dia adalah kekasih Aldi dan Aldi adalah kekasihnya.

553566_541785952506810_299239214_no

Bagaimanakah kisah percintaan Aldi dan Salsha selanjutnya? Apakah hubungan mereka ini akan direstui ataukah ditentang? Bagaiman dengan Iqbaal yang menyukai Salsha? Apakah dia menerima hubungan dua sejoli itu ataukah dia menghancurkan hubungan baru tersebut? Nantikan kisah selanjutnya di #Eaaa – Coboy Junior dan Winx (part 4) – Happy Birthday Salsha (Iqbaal atau Aldi) ?

51 thoughts on “#Eaaa – Coboy Junior dan Winx (Part 3)

  1. ehemmm……………..
    wow!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    critax seru banget akhirx aldi jdian jga cma salsha bagaimanakah dgn iqbal?????
    ayoo!!!!!!!!!!!
    Tunjukkan ksh selanjutx!!!!!!!!!!!!

  2. ehm……….. critax seru bgt!!!!!!!!!!!!!!!
    akhirx aldi jdian jga dgn salsha.wktu aldi jdian sma salsha romantisss bgttt!!!!!!!!!
    Bagaimanakah ksh selanjutx dgn iqbal!!!!!!!!!!!
    Ayoo crtakan !!!!!!!!!!!!

  3. Ehm,,, bagus bangeettt… Kenapa Iqbaal nggak lansung nmebak Bella aja sih, tapi baguss banget,, kayak sebuah cerpen!!!

  4. ih cocwet bngetz
    tp kak iqbaal kyk.nya pntz klo ma shalsa dech klo aldy ma steffi babas ma bella &bang kiki ma cassandra

    • ho..h0..ho….norak,,iqbaal berusaha donk buat dapetin salsha!!kn salsha ma aldi udah putus:(

  5. seru banget!!! akhirnya salsha dan aldi pacaran dan cintanya aldi tidak bertepuk sebelah tangan. ayo dong cepetan part 4nya!!!

  6. aldi sma slsha so swit banget sebenarnya sih aku iri ngeliat so sdekatan aldi sma salsha tapi aku ngedukung kalo aldi sma slasha pacaran dari pada berteman
    kalo aldi sma slsha berteman jagi gak so swit

  7. kak aldi cocok sama kak salsa,mending kakak pacaran daripada temenan,kak aldi tambah ganteg dan kak salsa tambah cantik..

    Kak kapan donx ke bandung aku ingin liat kalian,aku ngefans bangetttttttttttttttt ma ~COBOY JUNIOR & WINXS…

    dateng ya ,,,,
    aku amel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s